Airlangga Janji Selesaikan Pemadaman Listrik Bergilir Akhir Juni
Dailynesia.com – Dalam hasil rapat yang diumumkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa masalah pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa akan diselesaikan pada akhir bulan Juni 2026. Ia menegaskan bahwa tindakan ini sangat penting untuk memastikan stabilitas pasokan energi dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. “Kami sudah rapat bersama Menteri ESDM, dan harapan kami adalah pemadaman listrik ini akan berakhir sebelum akhir bulan ini,” ujarnya, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (25/6/2026).
Langkah Terkini Pemerintah
Meeting Results dari pertemuan antara Airlangga dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian masalah kelistrikan. Dalam rapat tersebut, pihak terkait sepakat memperketat koordinasi antara Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), serta instansi terkait lainnya. Pemadaman listrik bergilir yang terjadi sebelumnya diketahui menyebabkan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari, mulai dari operasional pabrik hingga layanan publik.
“Nah, tentu kita akan pick and choose saja kalau yang masalah ini,”
Langkah-langkah yang diambil mencakup peningkatan kapasitas pembangkit listrik, pengoptimalan distribusi energi, serta perbaikan sistem operasional PLN. Airlangga juga memastikan bahwa hasil rapat akan menjadi dasar untuk evaluasi lebih lanjut. “Kami berharap bahwa dengan koordinasi yang lebih baik, pemadaman listrik bisa diminimalkan dan tidak terulang lagi dalam waktu dekat,” lanjutnya.
Pemadaman Listrik Bergilir Tidak akan Terulang dalam Waktu Dekat
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah menyelesaikan masalah kelistrikan. Ia menjelaskan bahwa konsultasi dengan Kementerian ESDM, PLN, Kejaksaan Agung, serta Badan Intelijen Negara (BIN) telah membuka kemungkinan solusi jangka panjang. “Kita urai satu per satu, sehingga Insya Allah pemadaman listrik itu tidak akan terjadi lagi di minggu-minggu ini dan minggu ke depan,” kata Dasco dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Dalam meeting results yang sama, Dasco menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk memastikan stabilitas pasokan listrik. Ia menyebut bahwa keberhasilan perbaikan infrastruktur energi akan menjadi indikator keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. “Situasi ini menunjukkan bahwa pemerintah serius mengatasi masalah kritis yang menghambat kegiatan masyarakat,” tegas Dasco.
Strategi Pemerintah untuk Meningkatkan Pasokan Energi
Menurut Airlangga, salah satu strategi utama untuk menyelesaikan masalah kelistrikan adalah mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan transmisi dan distribusi. “Kami sudah minta PLN untuk merancang skenario peningkatan kapasitas, termasuk menggandeng perusahaan swasta dan investor,” jelasnya. Pemerintah juga berencana meningkatkan produksi energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Kementerian ESDM menyatakan bahwa langkah-langkah ini akan diawasi secara ketat untuk memastikan keberhasilan. “Kami fokus pada peningkatan cadangan energi dan efisiensi sistem pasokan, agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan,” tambah Bahlil Lahadalia. Dengan adanya meeting results ini, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas listrik hingga 20 persen dalam waktu tiga bulan ke depan.
Koordinasi dengan Stakeholder dan Masyarakat
Airlangga juga menekankan bahwa solusi ini tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi berbagai stakeholder, termasuk masyarakat dan sektor usaha. “Dengan adanya komunikasi yang terbuka, masyarakat dapat lebih memahami upaya-upaya yang dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil,” katanya. Pemadaman listrik bergilir yang terjadi sebelumnya memicu keluhan dari berbagai pihak, terutama sektor manufaktur dan perdagangan.
Sebagai bagian dari meeting results, pemerintah berencana mengadakan rapat rutin untuk memantau progres penyelesaian masalah. “Kami ingin menjadikan ini sebagai pelajaran untuk memperbaiki sistem kelistrikan di masa depan,” tutur Airlangga. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap bersabar selama proses penyesuaian berlangsung.
Komitmen pemerintah untuk menyelesaikan pemadaman listrik bergilir telah mendapat respons positif dari berbagai pihak. Dengan adanya koordinasi yang lebih intensif dan penggunaan sumber daya yang optimal, harapan masyarakat untuk keberlanjutan pasokan listrik semakin terpenuhi. Meeting results ini menjadi dasar bagi peningkatan efisiensi dan keterjangkauan energi di Indonesia, terutama dalam mendukung perekonomian yang lebih kuat.

