Important Visit: Amran Pantau 130 Perusahaan Sawit yang Belum Patuhi Perintah
Important Visit – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keseimbangan harga pasar, Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan kunjungan penting ke Jakarta pada Rabu (17/6/2026), dalam konferensi pers yang dihadiri oleh Satgas Pangan. Pada kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, masih terdapat sekitar 130 perusahaan kelapa sawit yang belum mengikuti instruksi pemerintah untuk menaikkan harga beli TBS (Tandan Buah Segar) sesuai dengan ketentuan daerah masing-masing. Meskipun angka ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, Amran menekankan bahwa kunjungan ini menjadi langkah kunci untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan harga yang telah ditetapkan.
Pemerintah Pantau Harga TBS yang Masih Beragam di Berbagai Wilayah
Dalam konferensi pers, Amran menyampaikan bahwa harga TBS saat ini masih bervariasi di setiap wilayah, dengan beberapa daerah mencatatkan harga sebesar Rp3.000 per kg dan lainnya mencapai Rp3.600 per kg. Hal ini menjadi tantangan dalam menciptakan keseragaman harga di sektor sawit. Ia menambahkan, angka 130 perusahaan yang belum mematuhi aturan ini telah berkurang dari 274 perusahaan sebelumnya, tetapi penurunan tersebut tidak menghilangkan kebutuhan untuk terus memantau kepatuhan. “Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari important visit kami untuk memastikan harga TBS tetap stabil dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian,” ujar Amran.
Kebijakan penyesuaian harga TBS diterapkan pemerintah sebagai upaya menjaga kesejahteraan petani kelapa sawit. Amran menjelaskan bahwa penyesuaian ini berdasarkan ambang batas yang ditentukan oleh pemerintah provinsi, sehingga muncul perbedaan nilai harga di berbagai daerah. Ia menyoroti bahwa penyesuaian harga TBS harus menjadi prioritas dalam upaya memperkuat daya beli petani dan mencegah penurunan produksi yang berujung pada krisis pasokan. “Kami menyadari bahwa important visit ini adalah kesempatan untuk memperkuat koordinasi antar-lembaga dan memastikan kebijakan ini diterapkan secara konsisten,” tuturnya.
Kondisi Pasar Sawit dan Faktor Eksternal
Kebijakan penyesuaian harga TBS juga didorong oleh kondisi pasar global yang terus berubah. Amran menyoroti bahwa meskipun harga CPO (CPO) dunia masih tinggi, beberapa perusahaan sawit tetap menurunkan harga beli TBS, menciptakan ketidakseimbangan yang berpotensi merugikan petani. “Perusahaan-perusahaan yang belum menaikkan harga TBS perlu diberi peringatan lebih lanjut, karena situasi ini sangat berpengaruh pada keberlanjutan industri,” jelasnya. Dalam important visit ini, pemerintah juga meninjau kembali mekanisme pengawasan yang diterapkan oleh Satgas Pangan, dengan harapan bisa mengatasi hambatan-hambatan dalam implementasi kebijakan.
Amran menambahkan, kinerja mata uang asing terhadap rupiah yang stabil seharusnya menjadi peluang untuk meningkatkan harga TBS. Ia mengkritik kebijakan penurunan harga yang terjadi meski kurs dolar AS mencapai Rp18 ribu. “Dengan nilai tukar dolar yang stabil, harga TBS seharusnya bisa naik lebih tinggi lagi, bahkan melebihi angka sebelum krisis,” ungkapnya. Dalam konteks ini, important visit yang dilakukan oleh Menteri Pertanian menjadi penting untuk meninjau kembali strategi pemerintah dalam memastikan kebijakan ini berjalan efektif.
Pemerintah juga menyatakan bahwa kepatuhan perusahaan sawit dalam menaikkan harga TBS merupakan indikator kesehatan sektor pertanian. Amran menekankan bahwa penyesuaian harga harus menjadi prioritas utama untuk memastikan keberlanjutan produksi kelapa sawit. “Kami berharap melalui important visit ini, semua pihak akan lebih komitmen dalam mengikuti instruksi pemerintah,” tuturnya. Dalam upaya memperkuat pengawasan, pemerintah juga berencana mengadakan evaluasi rutin bersama para pengusaha sawit dan pengurus koperasi petani.
Kunjungan important visit ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperbaiki situasi sektor sawit. Amran menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawasi setiap perusahaan yang belum mematuhi aturan harga TBS, sekaligus memberikan bantuan teknis jika diperlukan. “Kami yakin, dengan kerja sama yang baik, harga TBS akan stabil dan memperbaiki kondisi ekonomi petani,” ujarnya. Pada akhirnya, Amran menegaskan bahwa important visit ini adalah bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan nasional dengan kebutuhan lokal di sektor pertanian.

