Terungkap! Negara dengan Citra Terbaik dan Terburuk di Mata Warga AS
Dailynesia.com – Survei terbaru oleh institusi polling terkemuka Gallup yang dilakukan pada bulan Februari 2026 memberikan wawasan mendalam tentang persepsi warga Amerika Serikat terhadap berbagai negara di seluruh dunia. Hasil survei yang melibatkan 1.001 responden dewasa menunjukkan pergeseran signifikan dalam citra negara-negara, dengan Jepang menjadi negara paling disukai dan Korea Utara terungkap sebagai negara paling dibenci. Survei ini bukan hanya mengungkap preferensi warga AS, tetapi juga merefleksikan dinamika hubungan internasional yang terus berubah. Main Agenda menyelidiki detail hasil survei ini serta faktor-faktor yang memengaruhi penilaian publik terhadap negara-negara paling dihormati dan ditentang.
Kesukaan terhadap Jepang mencapai angka 85% dalam survei, menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan tahun 1995 ketika hanya sekitar 65% responden yang menyatakan penilaian positif. Perubahan ini disebut-sebut dipengaruhi oleh keberhasilan ekonomi Jepang, kerja sama dalam bidang teknologi, serta aliansi militer yang kuat antara AS dan Jepang. Selain itu, pengaruh budaya Jepang seperti anime, manga, dan produk konsumsi yang diminati warga AS juga berkontribusi pada peningkatan citra negara ini. Main Agenda menyelusuri hubungan geopolitik yang mengubah persepsi publik terhadap negara-negara mitra dan lawan.
Polarisasi di Bawah Bayangan Timur Tengah
Survei ini juga mengungkapkan tingkat polarisasi yang tinggi terhadap Israel, dengan 46% warga AS menyukainya dan 48% yang menentangnya. Perbedaan tipis ini menjadi indikator perubahan opini terhadap konflik Timur Tengah, yang semakin memengaruhi hubungan bilateral. Main Agenda mengulas bagaimana isu-isu seperti pembunuhan tahanan Palestina, serangan udara, dan keterlibatan AS dalam dukungan terhadap Israel menyebabkan perpecahan dalam pendapat publik. Angka ini juga menggambarkan dampak media dan propaganda terhadap kepercayaan warga AS terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah.
“Tahun 2026 menandai pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade simpati terhadap Palestina mengalahkan simpati terhadap Israel,” kata Gallup dalam laporan resmi mereka. Perkembangan ini mencerminkan ketidakpuasan warga AS terhadap kebijakan AS di kawasan tersebut, terutama setelah serangkaian kejadian konflik yang memicu reaksi internasional.
Dalam kelompok negara yang paling disukai, Kanada dan Inggris tetap menjadi favorit, dengan 80% dan 75%-76% responden yang memberikan penilaian positif. Meski hubungan ekonomi dan politik antara AS dengan kedua negara ini mungkin tidak sekuat dulu, mereka tetap dianggap sebagai mitra strategis yang andal. Italia menempati urutan kedua dengan 84% tingkat kesukaan, disusul Denmark dengan 80%. Main Agenda menjelaskan bahwa keberhasilan ini didorong oleh kestabilan politik, kualitas pendidikan, serta kehidupan sosial yang dianggap baik oleh warga AS.
Ekonomi dan Perangkat Budaya: Penyebab Perubahan Citra
Sementara itu, negara-negara dengan citra terburuk mengalami penurunan yang signifikan, dengan Korea Utara menjadi negara paling tidak disukai oleh 82% responden. Iran dan Rusia masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga dengan 79% dan 61% penilaian negatif. Main Agenda meninjau faktor-faktor seperti ketegangan militer, program nuklir, dan politik eksternal yang memengaruhi persepsi negatif terhadap ketiga negara ini. China, di sisi lain, mencatat 34% tingkat kesukaan dan 61% penilaian negatif, yang menggambarkan ketidakpuasan terhadap persaingan ekonomi dan isu-isu seperti perubahan iklim serta perlindungan hak asasi manusia.
Survei ini menekankan bahwa perubahan persepsi publik tidak hanya terjadi akibat isu politik, tetapi juga oleh faktor-faktor ekonomi dan budaya. Contohnya, Meksiko tetap stabil di peringkat kedelapan dengan 66% tingkat kesukaan, meski kerap menjadi sasaran kritik karena perdebatan seputar imigrasi dan keamanan. Main Agenda menyelidiki bagaimana hubungan dagang, investasi, dan aliansi dalam tingkat geopolitik memengaruhi citra negara-negara di berbagai sektor.
Hasil survei ini mengingatkan kita akan pentingnya memahami dinamika kebijakan luar negeri AS melalui lensa opini publik. Perubahan citra negara-negara seperti Jepang dan Korea Utara mencerminkan kemajuan dan keterpurukan ekonomi, serta konsistensi atau pergeseran nilai-nilai yang dianut masyarakat AS. Main Agenda menyimpulkan bahwa survei ini bukan hanya mengukur kepercayaan, tetapi juga menggambarkan keseimbangan antara kepentingan nasional, pengaruh budaya, dan dampak geopolitik global.

