AS dan Iran Bersiap Damai, Trump Bakal Teken Isi Draf Hari Ini Juga!

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
c90cf6b8-305f-4825-adfc-214808e76dce-0

Latest Program: AS dan Iran Menuju Perdamaian, Trump Jadi Pemimpin Utama

Dailynesia.com – Pada hari Minggu (14/6/2026), persetujuan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati titik akhir. Sebagai bagian dari proses negosiasi, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa draf perjanjian akan ditandatangani hari ini, dengan harapan membuka Selat Hormuz yang selama beberapa hari terakhir tertutup akibat konflik antara AS-Israel dan Iran.

“Kita berada di ambang kesepakatan perdamaian, dan Trump akan menjadi pihak yang menandatangani isi draf pada hari ini,” terang sumber diplomatik kepada Al Jazeera.

Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menambahkan bahwa negosiasi antara AS dan Iran bisa selesai dalam 24 jam ke depan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan Pakistan dalam membantu mempercepat proses ini.

“Kita lebih dekat mencapai perdamaian dibandingkan sebelumnya, dan peran Pakistan tidak bisa dipandang remeh dalam upaya ini,” kata Sharif dalam postingan di media sosial X pada Sabtu (13/6/2026).

Menurut sumber terpercaya, Pakistan berperan sebagai mediator penting dalam upaya mengakhiri ketegangan, terutama karena posisinya sebagai negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan keduanya. Dalam kesepakatan ini, Pakistan diharapkan bisa menjadi jembatan antara AS dan Iran, terlepas dari perbedaan pandangan politik mereka.

Kesepakatan yang Masih Tidak Final

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmael Baghaei, menolak klaim bahwa draf akan ditandatangani hari Minggu.

“Para negosiator tidak berencana segera berangkat ke Jenewa, Swiss, untuk persiapan penandatanganan,” jelas Baghaei. “Kita masih berada dalam fase perundingan, dan beberapa hal perlu diselesaikan terlebih dahulu.”

Meski demikian, berbagai sumber menegaskan bahwa AS dan Iran sudah mencapai kemajuan signifikan dalam negosiasi. Draf yang diperkirakan selesai pada hari Minggu (14/6/2026) mencakup kompromi mengenai keamanan nuklir Iran, akses ke wilayah strategis, dan pengurangan tekanan militer di wilayah Timur Tengah. Draf ini juga berpotensi mengubah dinamika hubungan antara AS dan Iran, yang sebelumnya sangat tegang akibat sanksi ekonomi dan ancaman militer.

Trump, sebagai pemimpin AS saat ini, menekankan bahwa tindakan tegasnya dalam menegakkan perdamaian akan menjadi kunci keberhasilan.

“Latest Program ini menandai titik balik dalam hubungan AS-Iran, dan kami siap menandatangani draf ini untuk mempercepat proses,” kata Trump dalam pidatonya di hari Jumat (12/6/2026).

Menurut analis internasional, keputusan Trump untuk meneken draf hari ini akan memberikan efek domino terhadap kebijakan luar negeri AS, terutama terkait hubungan dengan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selain itu, kesepakatan ini juga diharapkan bisa menenangkan situasi di Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital bagi aliran minyak global.

Konflik di Lebanon Selatan Terus Berlanjut

Sementara negosiasi damai antara AS dan Iran mendekati titik sempurna, konflik antara Israel dan pihak-pihak Lebanon tetap memanas. Al Jazeera melaporkan bahwa Israel terus melakukan serangan udara di wilayah selatan Lebanon, menyebabkan setidaknya lima korban tewas dan beberapa luka-luka. Salah satu korban adalah Walikota Ar-rihan, Ali Badie, yang gugur dalam serangan terhadap distrik Jezzine. Tiga korban lainnya dilaporkan tewas di Deir al-Zahrani dan Kafr Reman, yang berada di wilayah Nabatieh.

“Latest Program ini adalah bagian dari upaya besar AS untuk menenangkan konflik di Timur Tengah, tetapi situasi di Lebanon masih sangat kritis,” kata seorang pejabat internasional.

Konflik di Lebanon selatan memperlihatkan dampak langsung dari ketegangan antara Israel dan Iran. Kedua belah pihak diketahui terus saling menyerang, dengan Israel mencoba memperkuat kehadirannya di wilayah tersebut. Sementara Iran, melalui pasukan gerilya Hezbollah, menantikan kesepakatan damai agar bisa menurunkan tekanan militer. Dalam konteks ini, status AS dan Iran sebagai pihak yang terlibat dalam perjanjian perdamaian menjadi faktor penting dalam kestabilan wilayah Timur Tengah.

“Latest Program dari Trump akan menjadi penentu apakah konflik ini bisa diminimalkan atau berlanjut,” tambah sumber dari Kementerian Luar Negeri AS.

Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran bisa menjadi pemicu perubahan kebijakan luar negeri Amerika.

“Latest Program ini tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral, tetapi juga pada kebijakan global terkait pengendalian senjata nuklir dan keamanan wilayah Timur Tengah,” ujar pakar hubungan internasional.

Dengan meneken draf hari ini, Trump berharap bisa mengakhiri siklus konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan, terutama setelah kesepakatan bersama Israel dianggap sebagai salah satu langkah krusial dalam upaya damai.

MORE FROM THIS CATEGORY