Ketua Umum MUI: MBG Program yang Sangat Mulia

2 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
6bb17e0e-7fc4-4830-9fbc-d14dbe6c5450-0

Ketua Umum MUI: MBG Merupakan Program yang Mulia dalam Rangka Special Plan

Dailynesia.com – Dalam rangka mendorong kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari Special Plan telah mendapat apresiasi dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Iskandar. Pada hari Sabtu (13/6/2026), dalam keterangan video yang disitat oleh CNBC Indonesia, ia menegaskan bahwa Special Plan ini memiliki makna yang sangat dalam dari perspektif agama. “Program ini adalah bentuk implementasi dari Special Plan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal kesehatan dan nutrisi,” ujarnya. Anwar juga menyoroti bahwa kebijakan ini sejalan dengan prinsip-prinsip Islam yang mengedepankan keadilan dan perlindungan bagi umat manusia.

Dasar Agama dalam MBG sebagai Bagian dari Special Plan

Menurut Anwar Iskandar, Special Plan MBG dianggap sebagai bagian dari kebijakan yang bernilai agama. Ia mengingatkan bahwa dalam Al-Quran, Allah menyebutkan bahwa manusia diberikan makanan dan keamanan sebagai anugerah. “Dalam Surah Al-Baqarah ayat 268, Allah berfirman: ‘Allah memberi makan dan menjaga keamanan bagi manusia.’ Jadi, Special Plan ini memperkuat gagasan bahwa pemerintah wajib memastikan kebutuhan dasar rakyat,” tambahnya. Anwar menegaskan bahwa MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga merupakan wujud dari Special Plan yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi masyarakat secara holistik.

“Dari sisi agama, Special Plan MBG adalah sesuatu yang mulia karena menggambarkan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kesejahteraan umat. Bahkan dalam konteks ekonomi, Special Plan ini menciptakan peluang bagi sektor usaha kecil dan menengah (UKM) serta mendorong permintaan konsumen secara signifikan,”

Problema Implementasi dalam Special Plan MBG

Sementara itu, Anwar juga mengakui bahwa pelaksanaan Special Plan MBG masih menghadapi beberapa tantangan di lapangan. Ia menyoroti bahwa kebijakan ini perlu diawasi secara ketat agar tidak terjadi penyimpangan. “Dalam pelaksanaan Special Plan, penting untuk memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya. Menurutnya, meski ada kelemahan, Special Plan MBG tetap menjadi langkah konkrit yang bisa diperbaiki, bukan langsung dibubarkan.

“Kalau ada kesalahan dalam Special Plan, itu bukan berarti program ini gagal. Yang penting adalah masyarakat diberikan kesempatan untuk mengkritik dan memberikan masukan. Special Plan ini harus menjadi sarana untuk mendorong perbaikan berkelanjutan, bukan menjadi bahan untuk dihentikan secara mendadak,”

Anggaran dan Peran dalam Special Plan

Salah satu aspek kunci dalam Special Plan MBG adalah anggaran yang dialokasikan. Anwar Iskandar menekankan bahwa anggaran sebesar Rp10.000 per penerima manfaat sudah cukup untuk menciptakan dampak positif jika dikelola dengan transparan. “Kalau diterapkan benar, anggaran ini bisa memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi masyarakat yang kurang mampu. Namun, jika ada korupsi, misalnya uang disimpang dari Rp10.000 menjadi Rp7.000 atau Rp5.000, maka efektivitas Special Plan akan terganggu,” katanya.

“Jadi, dalam Special Plan, kita perlu menyeimbangkan antara kebaikan dan kesalahan. Jangan langsung semua disalahkan, karena ada faktor-faktor yang memengaruhi penyimpangan, seperti pengelolaan anggaran yang kurang tepat. Special Plan ini harus menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan akhir dari kebijakan,”

Dampak Ekonomi dan Sosial dari Special Plan MBG

Di samping manfaat sosial, Anwar Iskandar menyoroti bahwa Special Plan MBG juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Ia menjelaskan bahwa keberadaan dapur-dapur penyedia makanan telah mempercepat penyerapan tenaga kerja, terutama di sektor usaha kecil. “Program ini menciptakan permintaan bagi UMKM, petani, dan nelayan. Mulai dari produsen tempe, tahu, hingga sayur, semuanya terbantu oleh Special Plan ini,” ujarnya. Selain itu, Anwar menegaskan bahwa Special Plan MBG juga berperan dalam mengurangi ketergantungan masyarakat pada bantuan langsung, sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya nutrisi seimbang.

Langkah Perbaikan dalam Special Plan

Menurut Anwar, Special Plan MBG seharusnya menjadi jembatan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada. Ia menyarankan adanya dialog terbuka antara pemerintah, ulama, dan masyarakat agar kebijakan ini bisa terus disempurnakan. “Pemerintah terbuka menerima masukan, jadi fokus utamanya adalah memperbaiki kelemahan, bukan menghentikan program,” tambahnya. Anwar juga menekankan bahwa Special Plan ini harus tetap diteruskan dengan strategi yang lebih matang, termasuk peningkatan pengawasan dan transparansi penggunaan dana.

Sebagai bagian dari Special Plan, MBG dinilai sebagai inisiatif yang sangat mulia karena menggabungkan prinsip agama, keadilan sosial, dan kesejahteraan ekonomi. Dengan berbagai upaya perbaikan, program ini diharapkan bisa terus memberikan manfaat yang maksimal bagi rakyat Indonesia. Dukungan dari ulama seperti Anwar Iskandar menunjukkan bahwa Special Plan ini memiliki potensi besar untuk menjadi kebijakan yang berkelanjutan dan bermakna.

MORE FROM THIS CATEGORY