Uang Rp 100 Triliun Habis Cuma 3 Bulan, Raksasa Teknologi Ambruk

1 week ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
23e990d5-b516-4d76-af2b-a2b05db75045-0

Investor Waswas: Big Tech Terjunkan Triliunan Rupiah untuk AI

Dailynesia.com – Perusahaan teknologi terbesar dunia kini berlomba-lomba menginvestasikan dana dalam jumlah masif guna mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI). Namun, pengeluaran raksasa tersebut telah memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai prospek pengembalian modal dan profitabilitas ke depan. Investor kini mempertanyakan apakah skema bisnis yang ada mampu menghasilkan laba yang memadai di tengah tingginya biaya operasional.

Alphabet, induk dari Google, baru saja mencatatkan rekor arus kas keluar yang mengejutkan pasar. Perusahaan ini dilaporkan telah menghabiskan US$5,9 miliar atau setara Rp106 triliun sepanjang kuartal kedua tahun 2026. Angka ini mencerminkan tekanan finansial yang semakin berat akibat lonjakan belanja untuk pengembangan AI, meskipun perusahaan ini tetap menjadi salah satu entitas paling menguntungkan di dunia.

Sementara itu, unit layanan cloud Alphabet mencatatkan pertumbuhan rekor sebesar 82%. Bisnis ini berfungsi sebagai penyedia daya komputasi untuk kebutuhan AI. Dampak signifikan terhadap posisi kas ini menjadi indikator nyata bagaimana transformasi digital mengubah lanskap perusahaan teknologi besar. Sebelumnya, kelompok ini dikenal memiliki margin keuntungan tinggi dan arus kas yang melimpah sehingga mampu mendanai berbagai inisiatif baru tanpa kesulitan.

Utang Big Tech Diprediksi Tembus Rp12.579 Triliun

Makin sengitnya perlombaan AI memaksa perusahaan-perusahaan besar ini beralih ke sumber pendanaan eksternal. Kini, mereka bergantung pada penjualan saham dan peminjaman utang untuk menutupi pengeluaran operasional. Diperkirakan total utang sektor Big Tech akan melampaui US$700 miliar atau Rp12.579 triliun pada tahun ini, didorong oleh arus kas internal yang tidak lagi mencukupi kebutuhan investasi.

Situasi ini akan menjadi sorotan utama saat Microsoft, Meta Platforms, dan Amazon merilis laporan keuangan mereka dalam beberapa hari mendatang. Reaksi pasar sudah terlihat sejak awal perdagangan Kamis (23/7). Saham Alphabet anjlok sekitar 6%, sementara saham Meta dan Amazon masing-masing turun 3,5%. Di sisi lain, saham Microsoft tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Penurunan nilai saham ini mencerminkan kekhawatiran investor bahwa perusahaan teknologi lain kemungkinan akan mengikuti jejak Alphabet dengan menaikkan proyeksi belanja modal. Meskipun demikian, imbal hasil dari investasi tersebut masih tertinggal dibandingkan besarnya uang yang dikeluarkan.

“Risiko cenderung mengarah pada peningkatan lebih lanjut, terutama selama Microsoft dan perusahaan lain masih terkendala masalah kapasitas,” ujar Charu Chanana, kepala strategi investasi di Saxo Markets, dikutip dari Reuters, Jumat (24/7/2026).

Charu menambahkan bahwa investor akan semakin menyoroti seberapa besar kas yang harus diinvestasikan kembali demi mempertahankan daya saing. Pertanyaan kuncinya adalah apakah pendapatan dari AI dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan belanja modal, penyusutan, dan biaya operasional lainnya.

Proyeksi Arus Kas dan Rasio Belanja Modal

Para analis memproyeksikan Alphabet dan Amazon akan menghabiskan banyak kas sepanjang tahun 2026. Sementara itu, arus kas Meta diperkirakan menyusut drastis sebesar 95,7% menjadi hanya US$1,85 miliar. Microsoft, yang tahun fiskalnya berakhir pada Juni mendatang, diperkirakan mencatatkan kas sebesar US$25,39 miliar. Angka ini jauh di bawah estimasi kas sebesar US$58,74 miliar pada tahun keuangan sebelumnya.

Rasio belanja modal terhadap pendapatan diprediksi meningkat hampir dua kali lipat pada tahun fiskal ini. Untuk Meta, rasio ini diperkirakan naik menjadi 54,9% dari 35,9%. Alphabet akan melonjak dari 23% menjadi 41%, Microsoft dari 31% menjadi 45%, dan Amazon dari 18% menjadi 25%. Peningkatan rasio ini menunjukkan betapa besar komitmen perusahaan-perusahaan teknologi dalam berinvestasi untuk masa depan AI.

MORE FROM THIS CATEGORY