Mobil Bensin Bakal Tamat, Tandanya Sudah Muncul di Mana-Mana

1 week ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
20cda372-9e02-49ed-964e-2f54c72a08ed-0

Mobil Bensin Bakal Tamat Tandanya Sudah Muncul di Mana-Mana: Era Baru Transportasi

Dailynesia.com – Jakarta — Sinyal kuat bahwa masa keemasan kendaraan berbahan bakar fosil sedang berakhir semakin jelas terlihat di berbagai penjuru dunia. Kenaikan harga minyak mentah dunia yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah mendorong masyarakat untuk lebih cepat beralih ke solusi transportasi modern. Di berbagai daerah, minat terhadap mobil listrik (EV) terus meningkat seiring dengan mahalnya tarif bahan bakar minyak. Fenomena ini menjadi indikator bahwa mobil bensin bakal tamat tandanya sudah muncul di mana-mana.

Perubahan Cepat di Tiongkok

Laporan terbaru dari Reuters mengungkap lonjakan signifikan dalam penggunaan layanan transportasi daring dan taksi di Tiongkok sepanjang bulan Mei 2026. Kementerian Transportasi negara tersebut melaporkan bahwa sekitar 50% dari total 1,3 juta armada taksi telah beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik. Bahkan di metropolitan besar, angka konversi ini mendekati 100%. Warga di berbagai kota Tiongkok tercatat menyelesaikan sebanyak 3,05 miliar perjalanan menggunakan moda transportasi online.

Data resmi pemerintah menunjukkan bahwa perjalanan melalui layanan ride-sharing mengalami pertumbuhan sebesar 6% sejak dimulainya konflik Iran pada akhir Februari, jika dibandingkan dengan periode Maret hingga Mei tahun 2025. Didi, platform berbagi tumpangan terbesar di Tiongkok, mencatat penambahan 2 juta unit kendaraan hibrida maupun listrik dalam satu tahun terakhir. Total armada non-bahan bakar fosil mereka kini mencapai 8 juta unit, dengan kendaraan listrik berkontribusi 75% dari keseluruhan jarak tempuh.

Sebagai dampak langsung, konsumsi bensin di Tiongkok pada Mei menurun 10%, sementara solar turun 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi meskipun volume angkutan barang melalui jalan raya justru naik 2%, dan perjalanan darat selama libur Hari Buruh mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Perubahan ini menunjukkan pergeseran fundamental dalam pola konsumsi energi transportasi.

Proyeksi dan Dampak Global

Greenpeace memproyeksikan bahwa pada tahun 2035, sebanyak 90% total jarak tempuh taksi dan layanan berbagi tumpangan akan menggunakan kendaraan listrik. Daizong Liu, Direktur Asia Timur di Institute for Transportation & Development Policy di Tiongkok, menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM membuat masyarakat semakin jarang menggunakan mobil pribadi berbahan bakar bensin.

“Konflik tersebut mungkin telah mempercepat perubahan perilaku yang sudah berlangsung, membuat Tiongkok secara struktural kurang bergantung pada minyak daripada yang diasumsikan pasar secara historis,” kata analis J.P. Morgan, Natasha Kaneva, dalam sebuah catatan pada 2 Juli.

Tren ini turut membantu Tiongkok memangkas impor minyak hingga 41% pada Juni 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, tanpa harus banyak menggunakan cadangan strategis. Dengan demikian, Tiongkok telah membebaskan kargo minyak di pasar global yang sebelumnya dibatasi oleh perang, sekaligus membantu menekan harga minyak dunia. Dampaknya, banyak negara pengimpor minyak mulai mempertimbangkan percepatan adopsi kendaraan listrik.

Lonjakan Mobil Listrik di Eropa

Fenomena serupa juga terjadi di benua Eropa. Permintaan terhadap EV terus bertumbuh dan menjadi pendorong utama industri otomotif sepanjang Juni 2026. Berdasarkan data Asosiasi Produsen Otomotif Eropa (ACEA) yang dirilis Kamis (23/7/2026), penjualan mobil bensin dan diesel mengalami penurunan tajam secara bersamaan.

Pertumbuhan registrasi mobil, yang menjadi indikator kunci penjualan, juga membantu merek-merek Tiongkok memperluas jangkauan mereka di Uni Eropa, Inggris, dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA). Total registrasi mobil naik 13,1% menjadi 1.407.332 unit. Registrasi mobil listrik berbasis baterai, plug-in hybrid, dan hybrid masing-masing meningkat sebesar 51%, 22,7%, dan 17,1%, yang secara keseluruhan mencakup hampir 70% dari seluruh kendaraan baru sepanjang Juni 2026.

Sementara itu, registrasi mobil berbahan bakar bensin dan solar anjok, masing-masing 12,2% dan 16,9% secara berurutan. Produsen mobil Tiongkok seperti BYD, Chery, dan Leapmotor mencatat pertumbuhan signifikan, dengan penjualan naik 3 hingga 6 kali lipat dibandingkan tahun lalu. SAIC dan Geely masing-masing mencatat penjualan yang tumbuh positif 50% dan 11% secara berurutan.

Kesimpulannya, transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah keharusan. Dengan semakin tingginya harga bahan bakar dan dukungan kebijakan di berbagai negara, mobil bensin bakal tamat tandanya sudah terlihat jelas. Para konsumen dan produsen otomotif perlu bersiap menghadapi era baru transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

MORE FROM THIS CATEGORY