10 Perangkat Rumah Tangga Paling Boros Listrik walau Dimatikan
Dailynesia.com – Jakarta, CNBC Indonesia – Kenaikan tagihan listrik sering kali memicu kekhawatiran masyarakat, terlepas dari upaya mereka untuk membatasi penggunaan perangkat elektronik. Namun, banyak perangkat rumah tangga tetap mengonsumsi energi meski tombol power dalam keadaan mati. Fenomena ini dikenal sebagai “energi vampir” atau daya standby. Meski konsumsi per jam tampak kecil, penumpukan energi dari sejumlah perangkat yang aktif 24 jam bisa memberi dampak signifikan pada biaya listrik bulanan. Dengan mengetahui perangkat mana saja yang paling boros listrik, kita dapat mengambil langkah-langkah efektif untuk menghemat penggunaan energi.
Perangkat yang Tidak Sepenuhnya Mati
Satu perangkat yang sering dianggap boros listrik walau dimatikan adalah Set-Top Box (STB) dan TV kabel. STB biasanya tetap aktif untuk mengunduh data atau mempertahankan koneksi sinyal, bahkan saat tidak sedang digunakan. Meski konsumsi energinya terlihat kecil, STB memiliki kebiasaan menguras daya yang bisa menambah tagihan listrik secara kumulatif. Menurut survei, perangkat ini bisa menghabiskan energi hingga 10 watt per jam, yang terasa ringan tapi bisa mengakumulasi dalam waktu lama.
Smart TV juga termasuk dalam daftar 10 Perangkat Rumah Tangga Paling Boros. Fitur instant-on yang memungkinkan TV menyala dengan cepat memerlukan aliran listrik terus-menerus untuk menjaga sensor remote dan koneksi Wi-Fi. Meski secara teknis perangkat ini dalam mode standby, konsumsinya bisa mencapai 3-5 watt per jam. Hal ini membuat Smart TV menjadi salah satu perangkat yang tidak sepenuhnya mati, meski tampak tidak digunakan.
Perangkat lain yang menonjol dalam daftar 10 Perangkat Rumah Tangga Paling Boros adalah konsol game seperti PlayStation dan Xbox. Mode rest di konsol ini dirancang untuk mengunduh pembaruan otomatis, tetapi proses ini tetap menyerap daya cukup signifikan. Data menunjukkan bahwa konsol game bisa menghabiskan hingga 15-20 watt per jam dalam mode standby, yang lebih besar dibandingkan perangkat elektronik biasa. Dengan begitu, konsol game menjadi perangkat yang membutuhkan perhatian khusus dalam penghematan energi.
Meski tidak terlihat jelas, konsumsi daya perangkat standby bisa menambah 10-15% dari total penggunaan listrik di rumah. Menurut perusahaan energi, penggunaan daya secara tidak sadar oleh perangkat seperti ini sering terlewat oleh konsumen.
Komputer dan laptop adalah perangkat yang juga termasuk dalam 10 Perangkat Rumah Tangga Paling Boros. Mode sleep atau layar tertutup sering kali dianggap sebagai penghemat energi, tetapi masih ada aliran listrik yang terus mengalir untuk menjaga memori sistem tetap aktif. Konsumsi energi dari komputer bisa mencapai 5-10 watt per jam dalam mode standby, yang bisa terakumulasi menjadi biaya signifikan jika dibiarkan tercolok sepanjang hari.
Mesin cuci modern juga termasuk dalam daftar perangkat paling boros listrik. Fitur kontrol digital dan sensor otomatis membuat mesin ini tetap mengonsumsi daya untuk menunggu perintah pengguna. Beberapa model bahkan memerlukan daya untuk menjaga suhu air atau menyalakan lampu indikator. Pemakaian daya standby pada mesin cuci bisa mencapai 2-3 watt per jam, tetapi jumlahnya bisa menumpuk jika perangkat ini digunakan sehari-hari.
Cara Mengurangi Konsumsi Energi
Mengurangi konsumsi energi perangkat yang tidak digunakan bisa dilakukan dengan mencabut kabel saat tidak sedang digunakan. Selain itu, menggunakan power strip dengan saklar pusat memungkinkan pengguna mematikan aliran listrik ke banyak perangkat sekaligus, terutama saat pergi tidur atau bepergian. Metode ini sangat efektif karena menghindari pemborosan dari 10 Perangkat Rumah Tangga Paling Boros yang berjalan secara otomatis.
Dalam rangka meningkatkan penghematan, masyarakat disarankan untuk memanfaatkan perangkat seperti timer atau remote control yang bisa mematikan perangkat secara otomatis setelah jangka waktu tertentu. Misalnya, AC bisa diatur untuk mematikan dirinya sendiri setelah 30 menit tidak digunakan. Ini membantu mengurangi daya standby yang terjadi secara terus-menerus, yang bisa mengurangi penggunaan energi sebanyak 30-40% dalam sebulan.

