Menyelesaikan Masalah: Dony Oskaria Pastikan BUMN Kini Saling Tolong, Tak Jalan Sendiri
Strategi Transformasi BUMN dengan Penguatan Kolaborasi
Dailynesia.com – Menyelesaikan Masalah menjadi prioritas utama dalam transformasi usaha milik negara (BUMN) di Indonesia. Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), menjelaskan bahwa sektor BUMN kini tidak lagi beroperasi secara terisolasi, melainkan saling mendukung dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks. Perusahaan pelat merah, yang sebelumnya memiliki struktur pengelolaan terpisah, kini terintegrasi dalam satu sistem yang lebih solid, sehingga meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam memastikan keberhasilan bisnis.
“Kementerian BUMN bukan pemilik perusahaan, melainkan hanya memiliki kuasa pengelolaan. Jadi, mereka tidak mengontrol langsung, tetapi memastikan arah pembangunan.”
Dony menyoroti bahwa konsolidasi BUMN sebagai fondasi kekayaan negara (sovereign wealth fund) memainkan peran krusial dalam menyelesaikan Masalah struktural yang selama ini menghambat pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya Danantara, ia mengklaim bahwa kini perusahaan-perusahaan pelat merah dapat lebih cepat merespons krisis, baik secara finansial maupun operasional. “Konsolidasi ini memperkuat sistem pengelolaan, sehingga BUMN bisa saling melengkapi dalam proses penyehatan,” ujarnya dalam acara Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Contoh Nyata Konsolidasi BUMN dalam Pemulihan Ekonomi
Menyelesaikan Masalah dalam bisnis BUMN tidak hanya terbatas pada perbaikan manajemen, tetapi juga mencakup adaptasi terhadap dinamika pasar yang terus berubah. Dony mengungkapkan bahwa beberapa BUMN telah mengalami kesulitan, seperti PT INTI, Jakarta Lloyd, dan Krakatau Steel, yang kini diatasi melalui koordinasi yang lebih intensif. Contoh tersebut menjadi bukti bahwa model pengelolaan lama, yang terdiri dari banyak unit dengan tujuan berbeda, kurang mampu menangani krisis secara efektif.
Berdasarkan data kuartal I-2026, BUMN telah menyetor pajak sekitar Rp215 triliun ke pemerintah, dengan proyeksi laba mencapai Rp335 triliun pada 2025 dan target naik menjadi Rp360 triliun pada 2026. Dony optimis bahwa konsolidasi ini akan membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. “Dengan satu holding company, kini kita bisa lebih mudah mengambil langkah penyelamatan untuk BUMN yang mengalami kendala,” tambahnya.
Danantara diharapkan menjadi pusat pengambilan keputusan yang lebih cepat, sehingga BUMN tidak lagi terjebak dalam proses yang lambat. Ia menjelaskan bahwa lembaga ini memastikan kekayaan negara dikelola secara optimal, dengan kemampuan memfokuskan sumber daya dan strategi di berbagai sektor. “Konsolidasi bukan hanya memperbaiki manajemen keuangan, tetapi juga menciptakan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan,” katanya.
Konsolidasi BUMN Sebagai Jawaban untuk Tantangan Ekonomi
Dony Oskaria menegaskan bahwa konsolidasi BUMN adalah jawaban strategis untuk menyelesaikan Masalah yang dihadapi dalam era ekonomi global yang tidak stabil. Dengan struktur yang lebih terpadu, perusahaan-perusahaan pelat merah dapat saling berbagi risiko, membagi beban, dan mengoptimalkan keuntungan. “Konsolidasi ini memastikan BUMN tidak lagi jalan sendiri, tetapi saling mendukung untuk mencapai tujuan nasional,” jelasnya.
Menurut Dony, konsolidasi juga membuka peluang untuk memperkuat ekosistem usaha milik negara dalam menghadapi perubahan pasar. Dengan menggabungkan sumber daya, kepemilikan, dan strategi, BUMN dapat lebih mudah beradaptasi dengan tren industri modern, seperti digitalisasi dan keberlanjutan lingkungan. “Kini, perusahaan-perusahaan seperti Bank Mandiri, BRI, Krakatau Steel, Garuda, Pertamina, dan PLN berada dalam satu struktur yang lebih koheren,” tambahnya.
Menyelesaikan Masalah dalam sektor BUMN juga memerlukan kolaborasi antarinstansi. Dony mengatakan bahwa integrasi ini tidak hanya mempercepat pengambilan keputusan, tetapi juga menciptakan sinergi yang lebih baik. Contohnya, perusahaan-perusahaan yang sebelumnya beroperasi mandiri kini dapat berbagi inovasi dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional. “Tujuan utama konsolidasi adalah memastikan BUMN menjadi pilar ekonomi yang kuat dan tangguh,” pungkasnya.
Perkembangan Ekonomi Nasional dan Peran BUMN
Dengan konsolidasi, Dony Oskaria berharap BUMN mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Proyeksi laba BUMN yang terus meningkat membuktikan bahwa strategi ini mulai menunjukkan hasil. Selain itu, ia menyoroti bahwa keberhasilan BUMN tidak hanya terukur dalam angka keuangan, tetapi juga dalam kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan yang terus berkembang.
Menyelesaikan Masalah dalam bisnis BUMN juga melibatkan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik. Dony menyebutkan bahwa Danantara memastikan sistem pengelolaan yang lebih terukur, sehingga pemerintah dapat memantau kinerja secara real-time. “Ini adalah langkah penting untuk memastikan BUMN tetap menjadi penggerak ekonomi yang andal,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari keterlibatan aktif stakeholder, termasuk pemegang saham dan masyarakat.

