Research

Ini 10 Provinsi yang Jadi Raja Jengkol di Indonesia!

ilustrasi-jengkol-freepik_169

Sentra Jengkol Nasional Terkonsentrasi di Sumatera dan Jawa

Dailynesia.com – Jengkol tetap menjadi bahan pangan yang lekat dengan selera kuliner Indonesia, meski aromanya dikenal kuat dan khas. Di berbagai daerah, bahan ini hadir dalam banyak olahan, dari semur bercita rasa manis-gurih hingga sambal goreng yang pedas. Tingginya minat masyarakat terhadap jengkol ikut tercermin pada keberadaan sejumlah wilayah penghasil utama yang menopang pasokan nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk 2025 menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan produksi jengkol paling besar di Indonesia. Hasil produksinya mencapai 22.901,75 ton, menjadikan Lampung satu-satunya daerah dalam kelompok sepuluh besar yang mampu melampaui 22.000 ton dalam setahun.

Posisi kedua ditempati Sumatera Barat dengan produksi 21.168,60 ton. Lampung unggul 1.733,15 ton atas Sumatera Barat. Aceh berada di urutan berikutnya melalui produksi sebesar 19.114,44 ton, sementara Jawa Barat menyusul pada peringkat keempat dengan 18.545,40 ton.

Lampung Memimpin, Jawa Barat Masuk Empat Besar

Jawa Tengah menjadi salah satu penghasil penting setelah menghasilkan 13.836,95 ton jengkol sepanjang 2025. Banten juga mencatat volume yang besar, yakni 13.295,71 ton. Kehadiran tiga provinsi di Pulau Jawa—Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten—menunjukkan bahwa produksi komoditas ini tidak hanya bertumpu pada satu pulau.

Sepuluh provinsi penghasil jengkol terbesar mencakup Lampung, Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Barat. Komposisinya memperlihatkan dominasi Sumatera: enam daerah dalam daftar tersebut berasal dari pulau itu, yaitu Lampung, Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Utara, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Selain enam provinsi dari Sumatera dan tiga wilayah di Jawa, Kalimantan Barat menjadi satu-satunya wakil dari Kalimantan yang masuk jajaran tersebut. Sebaran ini menggambarkan peran besar Sumatera dan Jawa dalam menjaga ketersediaan jengkol di pasar domestik.

Produksi Nasional Meningkat Lima Tahun Berturut-turut

Gambaran positif tidak hanya terlihat pada daerah-daerah utama. Secara nasional, volume produksi jengkol terus bergerak naik dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, jumlah produksi Indonesia tercatat 152.509,21 ton. Setahun kemudian angkanya meningkat menjadi 155.908,90 ton.

Kenaikan berlanjut pada 2023 ketika total produksi mencapai 157.157,30 ton. Setelah itu, pertumbuhannya semakin terasa pada 2024 dengan capaian 169.779,54 ton. Pada 2025, produksi nasional kembali mencatat rekor dalam rentang lima tahun tersebut, yakni 179.509,58 ton.

Jika dibandingkan dengan 2021, produksi 2025 lebih tinggi 27.000,38 ton. Dalam persentase, pertumbuhan selama periode itu berada di kisaran 17,7%. Perubahan tersebut memberi gambaran bahwa ketersediaan jengkol secara nasional bertambah dari tahun ke tahun.

Kenaikan Paling Besar Terjadi pada 2024

Lonjakan tahunan terbesar dalam periode tersebut terjadi pada 2024. Dibandingkan dengan 2023, produksi bertambah 12.622,24 ton. Pertumbuhan tetap berlanjut pada 2025, ketika jumlah jengkol yang dihasilkan naik lagi 9.730,04 ton dari tahun sebelumnya.

Rangkaian angka ini memperlihatkan tren pasokan yang menguat. Bagi konsumen, peningkatan produksi nasional penting karena jengkol merupakan bahan pangan yang dipakai untuk beragam masakan rumahan dan sajian tradisional. Di sisi lain, konsentrasi produksi di beberapa wilayah utama juga menegaskan pentingnya sentra-sentra tersebut dalam mendukung distribusi ke berbagai daerah.

Jengkol memiliki posisi tersendiri dalam peta pangan Indonesia. Tidak semua orang menyukai aromanya, tetapi bahan ini tetap dicari karena teksturnya, karakter rasanya, dan fleksibilitasnya saat diolah. Semur jengkol, jengkol balado, rendang jengkol, serta sambal goreng merupakan sebagian contoh menu yang menjadikan bahan ini sebagai unsur utama.

Dengan Lampung berada di puncak produksi dan sejumlah provinsi Sumatera maupun Jawa menjadi penghasil besar, pasokan jengkol nasional pada 2025 ditopang oleh basis produksi yang tersebar. Pertumbuhan total produksi hingga 179.509,58 ton juga menandai capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir, sekaligus memperkuat peran komoditas ini dalam keragaman pangan nusantara.

Frequently Asked Questions

What is Ini 10 Provinsi yang Jadi Raja?

Ini 10 Provinsi yang Jadi Raja is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ini 10 Provinsi yang Jadi Raja matter?

Ini 10 Provinsi yang Jadi Raja matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *