Zulhas Ungkap Program Besar Tidak Kalah dari Kopdes Merah Putih

1 day ago  ·  4 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
684f17da-4a6a-44a5-b573-b6b55a432ac7-0

Zulhas Ungkap Program Besar Tidak Kalah dari Kopdes Merah Putih Dailynesia.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau yang lebih

Zulhas Ungkap Program Besar Tidak Kalah dari Kopdes Merah Putih

Dailynesia.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Zulhas, baru-baru ini mengungkap rencana strategis pemerintah yang akan mengubah lanskap pembangunan desa di Indonesia. Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah tengah menyiapkan inisiatif bernama Kampung Budi Daya Tematik yang menargetkan 40.000 desa pada tahun 2029. Program ini dirancang untuk memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan volume ekspor perikanan Indonesia ke pasar global.

Visi Kemandirian Pangan Nasional

Dalam pernyataannya, Zulhas menegaskan bahwa program Kampung Budi Daya Tematik memiliki bobot yang setara dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, pembangunan kampung budi daya tematik ini menjadi salah satu strategi utama agar desa-desa di seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menggerakkan ekonomi lokal secara bersamaan melalui pengembangan budi daya ikan di wilayah daratan.

“Itu pekerjaan sangat besar juga, tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan menyangkut pekerjaan yang sangat mendasar bagaimana desa-desa itu mandiri protein, mandiri pangan, karbohidrat, dan bisa tumbuh ekonominya,” ujar Zulhas dengan penuh keyakinan.

Pernyataan penting ini disampaikan saat Zulhas ditemui di Kantor KKP pada Selasa, 21 Juli 2026. Pertemuan tersebut berlangsung setelah Zulhas menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, untuk membahas koordinasi program nasional.

Kolaborasi Multi-Sektor Pemerintah

Zulhas menjelaskan bahwa pelaksanaan program Kampung Budi Daya Tematik melibatkan banyak kementerian dan lembaga pemerintah. Kementerian Dalam Negeri akan bertugas mengoordinasikan pemerintah daerah, sementara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan dukungan kelistrikan untuk fasilitas budi daya. Di sisi lain, Kementerian Desa membantu penyediaan lahan, dan sejumlah kementerian lainnya berkontribusi sesuai dengan tugas masing-masing.

Zulhas juga menekankan perbedaan mendasar antara program baru ini dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Jika KNMP dibangun di kawasan pesisir, program Kampung Budi Daya Tematik justru menyasar desa-desa di wilayah daratan untuk mengembangkan budi daya ikan secara terintegrasi.

“Bukan [di pantai], ini desa, tiap desa. Di darat, ini di darat lain lagi [dari KNMP]. Darat ya darat, agar kita itu mandiri swasembada ikan, protein, dan kita menjadi kekuatan eksportir terbesar,” jelasnya.

Peluang Ekspor dan Komoditas Strategis

Zulhas menilai bahwa pengembangan budi daya ikan secara terintegrasi akan membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi Indonesia. Ia mencontohkan kebutuhan ikan patin di Arab Saudi untuk melayani jemaah haji Indonesia yang mencapai sekitar 200.000 orang setiap tahunnya. Saat ini, pasokan ikan untuk kebutuhan tersebut masih terbatas karena minimnya budi daya lokal.

“Kita enggak bisa, enggak cukup. Kita mungkin bisa nyembelih [ikan] 10 ton sudah, karena kita enggak ada budi daya. Nah kalau kita punya seperti itu kan tergantung permintaan orang kan, mau ikan apa, kita tinggal siapin bibitnya,” tutur Zulhas.

Komoditas ikan yang akan dibudidayakan nantinya akan beragam, namun rincian jenis ikan yang masuk dalam program tersebut masih dalam tahap penyusunan oleh tim teknis KKP.

Kesiapan Anggaran dan Timeline Implementasi

Secara terpisah, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu, memastikan bahwa anggaran program Kampung Budi Daya Tematik telah tersedia sehingga pelaksanaannya dapat segera dimulai. KKP menargetkan pembangunan program tersebut mulai berjalan pada Agustus 2026 dengan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, kepala desa, Kementerian Desa, serta Kementerian Dalam Negeri.

“Sekarang sudah mulai di lapangan, sudah masuk, sudah koordinasi. (Programnya) mulai itu kan artinya dimulai dari koordinasi sampai terlaksana,” kata Haeru.

Dengan dukungan anggaran dan koordinasi yang solid, program ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung kemandirian pangan dan protein nasional di masa depan.

Frequently Asked Questions

Apa itu Zulhas Ungkap Program Besar Tidak Kalah?

Zulhas Ungkap Program Besar Tidak Kalah adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Zulhas Ungkap Program Besar Tidak Kalah penting?

Zulhas Ungkap Program Besar Tidak Kalah penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Zulhas Ungkap Program Besar Tidak Kalah ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

MORE FROM THIS CATEGORY