Topics Covered: Prabowo Punya Proyek 100 Giga Watt PLTS, Bakal Diserap ke Mana?

2 hours ago  ·  3 min read
By James Lopez
b466e846-c169-4021-8289-d49a14fe7eb8-0

Topik Utama: Proyek PLTS 100 GW Prabowo, Arahnya ke Mana?

Topics Covered – Topik Utama: Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Giga Watt (GW) yang dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto sedang menjadi perhatian utama dalam upaya percepatan penggunaan energi terbarukan. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian energi nasional, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendukung transisi energi ke era yang lebih hijau. Pemerintah telah memutuskan untuk memperkuat strategi demand creation, yaitu meningkatkan permintaan listrik dalam negeri melalui berbagai inisiatif yang diharapkan dapat menyerap energi terbarukan secara signifikan.

Percepatan Pengembangan PLTS 100 GW

Topik Utama: Proyek PLTS 100 GW merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk mencapai target penggunaan energi terbarukan sebesar 17-21% pada 2026. Menurut Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Eniya Listiani Dewi, upaya ini bertujuan untuk memastikan energi surya dapat dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai sektor. “Demand creation adalah prioritas terakhir, tetapi sangat penting untuk memperkuat hilirisasi energi terbarukan, sehingga mendorong penggunaan PLTS melalui kendaraan listrik, konversi mobil bermotor listrik, dan pengembangan kompor listrik,” jelas Eniya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

“Kita perlu memastikan energi surya tidak hanya dihasilkan, tetapi juga diaplikasikan secara luas dalam kehidupan sehari-hari dan industri,” tambahnya.

Strategi Kolaborasi dan Perluasan Pemanfaatan

Topik Utama: Proyek PLTS 100 GW tidak hanya fokus pada produksi energi, tetapi juga pada strategi kolaborasi dengan berbagai lembaga dan sektor. Pemerintah menekankan pentingnya integrasi PLTS dengan teknologi baterai, yang dikenal sebagai dedieselisasi, sebagai solusi untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang saat ini masih menjadi andalan. “Kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mempercepat pengembangan PLTS terapung dan PLTA, dua komponen kunci dalam merealisasikan target energi terbarukan,” kata Eniya.

Topik Utama: Selain itu, pemerintah juga sedang menyusun regulasi yang lebih menguntungkan, seperti Peraturan Presiden (Perpres) yang akan mempercepat proses bisnis dan menarik investasi dari sektor swasta. Regulasi ini diperkirakan akan memberikan insentif kepada perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dalam proyek PLTS, sehingga memastikan ketersediaan dana yang cukup untuk pembangunan infrastruktur energi terbarukan. “Dengan mengatur harga energi baru secara lebih fleksibel, pemerintah berharap bisa menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif bagi pengembangan PLTS,” tambah Eniya.

Penggunaan PLTS Off-Grid dan Terapung

Topik Utama: Proyek PLTS 100 GW juga mencakup pengembangan teknologi PLTS off-grid dan terapung sebagai solusi untuk daerah-daerah yang belum terjangkau oleh jaringan listrik konvensional. PLTS off-grid, misalnya, dapat menjadi sumber energi alternatif bagi desa-desa di daerah terpencil, sementara PLTS terapung diharapkan bisa meningkatkan kapasitas listrik di wilayah pesisir. “PLTS apung menjadi salah satu komponen penting dalam upaya mewujudkan keberlanjutan energi, karena memungkinkan penggunaan lahan maritim yang tidak terpakai untuk menghasilkan listrik,” jelas Eniya.

Topik Utama: Untuk mencapai target ini, pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan dukungan dari berbagai pihak. “Selain menciptakan permintaan listrik, kita perlu memastikan proses pemanfaatan energi surya bisa berjalan cepat, efisien, dan berkelanjutan,” tambah Eniya. Pihaknya menegaskan bahwa proyek PLTS 100 GW bukan hanya sekadar menghasilkan energi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang lebih kuat di sektor energi dan lingkungan.

Regulasi dan Kebijakan dalam Mewujudkan Target

Topik Utama: Penyelesaian regulasi menjadi bagian integral dari proyek PLTS 100 GW. Perpres yang sedang disiapkan akan memberikan kerangka hukum yang lebih jelas untuk memastikan keberlanjutan proyek ini. Selain itu, peninjauan kembali harga energi baru diharapkan mampu menurunkan biaya operasional bagi pengguna PLTS, sehingga lebih menarik bagi masyarakat dan industri. “Strategi ini juga dirancang untuk menghadapi dinamika geopolitik global, di mana energi terbarukan menjadi salah satu komponen utama dalam keselamatan energi nasional,” ujar Eniya.

Topik Utama: Proyek PLTS 100 GW diperkirakan akan memberikan dampak yang signifikan dalam transformasi energi Indonesia. Dengan kapasitas produksi yang besar, PLTS bisa menjadi penggerak utama dalam mengurangi emisi karbon dan menciptakan lapangan kerja di sektor energi hijau. “Kita perlu memastikan bahwa proyek ini tidak hanya menciptakan permintaan listrik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang lebih luas,” pungkas Eniya.

MORE FROM THIS CATEGORY