40% Proyek Ketenagalistrikan di RUPTL 2025-2034 Mulai Dieksekusi

1 month ago  ·  3 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
65f79ad0-7f75-41f2-832c-e41ee7b7a883-0

40% Proyek Ketenagalistrikan RUPTL 2025-2034 Mulai Berjalan

Dailynesia.com – Jakarta, Perusahaan listrik terbesar di Indonesia, PT PLN (Persero), mengungkapkan bahwa 40% dari total 4.116 proyek ketenagalistrikan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 telah memasuki fase eksekusi. Ini menandai langkah penting dalam upaya memenuhi kebutuhan pasokan listrik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

Progres Pelaksanaan RUPTL 2025-2034

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026), Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa progres proyek ketenagalistrikan menunjukkan kemajuan signifikan di atas target awal. Dengan total 1.646 proyek yang berjalan, angka ini mencerminkan komitmen PLN untuk mewujudkan rencana usaha energi yang dirancang agar dapat memenuhi proyeksi kebutuhan listrik hingga 2034.

Dari proyek yang telah berjalan, sebanyak 143 proyek telah mencapai tahap operasi komersial (COD). Proyek ini meliputi 50 pembangkit listrik dengan kapasitas 4.541 Mega Watt (MW), 35 jalur transmisi sepanjang 3.694 kilometer, serta 58 gardu induk dengan kapasitas 3.800 MVA. Angka ini menunjukkan bahwa sektor energi terus bergerak menuju keberlanjutan dan efisiensi.

“Satu tahun setelah RUPTL ini diterbitkan, 1.646 proyek atau 40% total telah berjalan, dengan 143 di antaranya mencapai tanggal komersialisasi. Topics Covered menunjukkan bahwa progres ini tidak hanya memenuhi target, tetapi juga mencerminkan prioritas pembangunan infrastruktur energi yang terukur dan strategis,” jelas Darmawan.

Strategi Peningkatan Efisiensi dan Target Jangka Panjang

PLN juga sedang mendorong peningkatan efisiensi melalui retrofit pada sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Langkah ini bertujuan untuk memastikan pembangkit dapat menggunakan batu bara kalori rendah, mengingat persediaan batu bara kalori menengah-tinggi yang semakin menipis. Selain itu, program Topics Covered juga mencakup pengembangan proyek strategis seperti PLTS Bali Timur, PLTP Ijen, dan PLTA Perangin, yang diharapkan dapat mewujudkan swasembada energi dan menurunkan biaya produksi listrik secara signifikan.

Berdasarkan data PLN, hingga Juni 2026, realisasi kapasitas pembangkit listrik mencapai 5,2 GW, melebihi target awal sebesar 4,2 GW. Untuk infrastruktur transmisi, capaian panjang jaringan mencapai 4.138 kilometer sirkuit (kms), di atas target 4.000 kms. Kapasitas gardu induk juga tercatat sebesar 8.018 MVA, menunjukkan koordinasi yang lebih baik antar sektor.

Proyek yang tersisa 60% atau 2.472 proyek masih dalam tahap Kajian Kelayakan Proyek (KKP). Komposisinya mencakup 429 pembangkit listrik, 851 jalur transmisi, serta 1.192 gardu induk. Topics Covered menyebutkan bahwa proses KKP akan menjadi fokus penguatan pengelolaan energi, termasuk penyesuaian dengan dinamika pasar dan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan target penyelesaian RUPTL 2025 melalui kontrak kinerja. Target ini dirancang berdasarkan proyeksi permintaan energi dan kebutuhan sistem listrik nasional, sehingga pembangunan menjadi lebih terukur dan sesuai dengan harapan publik. Topics Covered juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara PLN, pemerintah, dan mitra strategis untuk mempercepat penyelesaian proyek.

Untuk jangka panjang hingga 2034, total kapasitas pembangkit listrik ditargetkan mencapai 69,52 GW. Jaringan transmisi diharapkan mencapai panjang 47.759 kilometer sirkuit, sementara kapasitas gardu induk ditujukan 107.950 MVA. Topics Covered menyatakan bahwa realisasi target ini akan menjadi pondasi untuk stabilitas pasokan energi di masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan kenaikan permintaan dan transisi menuju energi terbarukan.

PLN terus berupaya memastikan proyek ketenagalistrikan RUPTL 2025-2034 berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Progres yang telah dicapai, seperti 40% proyek yang mulai dieksekusi, menjadi indikator kuat bahwa sektor energi siap mendukung kebutuhan listrik yang meningkat pesat di seluruh Indonesia. Topics Covered juga menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek energi, agar dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap kemampuan PLN dalam menyediakan layanan listrik yang andal.

MORE FROM THIS CATEGORY