Pembangunan Jalur Kereta Ganda Bekasi-Cikarang Mulai 2027, Tuntas 2029

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
menteri-perhubungan-menhub-dudy-purwagandhi-saat-mengikuti-rapat-dengar-pendapat-dengan-komisi-v-dpr-ri-di-komplek-parlemen-ja-1779347261912_169

Special Plan: DDT Bekasi-Cikarang 2027-2029

Dailynesia.com – Dalam wawancara dengan sejumlah jurnalis pada Kamis (21/5/2026), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkap rencana khusus yang akan mengembangkan jalur kereta ganda (DDT) di antara Bekasi dan Cikarang. Proyek ini direncanakan dimulai pada tahun 2027 dan selesai pada 2029, sesuai dengan Rencana Strategis Perkeretapian Nasional. Proyek ini menjadi bagian dari Special Plan yang bertujuan meningkatkan kualitas transportasi di wilayah Jabotabek.

Target dan Evaluasi Kinerja

“Kami berharap proyek DDT Bekasi-Cikarang dapat dimulai tahun 2027, sesuai dengan Special Plan yang menjadi fokus kami dalam meningkatkan layanan kereta api. Diharapkan proyek ini selesai pada 2029,” ujar Dudy Purwagandhi.

Menurut Dudy, proyek ini diprioritaskan sebagai bagian dari evaluasi terhadap kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Kecelakaan tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang, yang memicu kebutuhan untuk memperbaiki kondisi jalur tersebut. Special Plan juga mencakup evaluasi terhadap kinerja KAI, khususnya dalam menangani kecelakaan dan meningkatkan keandalan sistem transportasi.

Sejarah dan Perkembangan Proyek

Dudy menjelaskan bahwa proyek DDT sebelumnya telah mencakup segmen Jatinegara-Cakung, yang selesai pada 12 April 2019, dan Cakung-Bekasi yang mulai beroperasi pada 17 Desember 2022. Namun, pembangunan di segmen Bekasi-Cikarang masih tertunda, sehingga menyebabkan masalah kemacetan lalu lintas kereta. KA jarak jauh dan KRL masih menggunakan jalur yang sama, meningkatkan risiko kecelakaan dan kelelahan perjalanan.

Sebelumnya, Dudy menyebutkan bahwa Special Plan juga berdampak pada kemajuan proyek DDT Cakung-Bekasi. “Kami melihat ada peningkatan kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas jalur kereta, terutama di sekitar Bekasi-Cikarang, karena ini menjadi bagian dari strategi pengembangan transportasi nasional,” terangnya saat berbicara di Stasiun Bekasi Timur.

Kolaborasi dengan Proyek Elektrifikasi

DDT Bekasi-Cikarang tidak hanya menjadi bagian dari Special Plan tetapi juga terkait dengan proyek elektrifikasi hingga Cikampek. Dudy mengungkapkan bahwa proyek ini mencakup dua aspek: pengembangan jalur ganda dan modernisasi sistem listrik untuk mendukung kecepatan dan keandalan layanan kereta. “Kedua aspek ini saling terkait, sehingga kami melakukan evaluasi bersamaan untuk memastikan efisiensi transportasi,” jelasnya.

Evaluasi kecelakaan pada April 2026 menjadi dasar utama bagi pemerintah dalam mengoptimalkan proyek DDT. Dengan membangun jalur ganda, kapasitas transportasi kereta di area tersebut akan meningkat, mengurangi risiko kecelakaan akibat pertemuan kereta dari arah berbeda. Special Plan ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan pelayanan dan mengurangi keterlambatan, terutama untuk rute yang paling sibuk.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Dudy Purwagandhi optimis bahwa Special Plan akan berdampak signifikan pada kemacetan lalu lintas kereta di wilayah Jabotabek. Dengan jalur ganda yang selesai pada 2029, kapasitas transportasi akan mencapai 12.000 kereta per hari, meningkat dari 8.000 kereta per hari saat ini. “Ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kapasitas transportasi yang lebih baik,” katanya.

Dalam Special Plan, proyek DDT Bekasi-Cikarang juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Jalur ganda ini akan mendukung aksesibilitas ke berbagai kawasan industri dan kota besar, seperti Jakarta dan Bekasi. Dengan integrasi ke proyek elektrifikasi, layanan kereta akan lebih efisien, sehingga mempercepat pergerakan masyarakat dan barang.

Progres pembangunan DDT Bekasi-Cikarang saat ini masih dalam tahap persiapan. Dudy menyebutkan bahwa pemerintah sedang mempercepat pengerjaan untuk memastikan proyek ini bisa rampung sesuai jadwal. “Kami bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan Special Plan ini berhasil menyelesaikan tantangan yang ada,” tukasnya.

MORE FROM THIS CATEGORY