Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Mulai Beroperasi di Sulteng!

47 minutes ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
vale-reuterswashington-alvesfile-photo_169

Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Resmi Beroperasi di Sulawesi Tenggara

Dailynesia.com – Jakarta, PT Vale Indonesia Tbk secara resmi menjadwalkan operasional proyek Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Peluncuran ini dijadwalkan pada bulan Agustus 2026 dan diproyeksikan menjadi tulang punggung utama dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional. Budiawansyah, Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, memaparkan kesiapan penuh proyek strategis yang berlokasi di kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) tersebut.

"Nah jika tidak ada halang melintang bulan Agustus ini siap untuk di-startup. Ini adalah cikal bakal integrated ecosystem baterai salah satu ekosistem baterai yang ada di Indonesia," ujarnya dalam acara Grand Seminar HIPMI di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Kapasitas Produksi dan Kolaborasi Strategis

Proyek Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai di Pomalaa ini memiliki kapasitas produksi yang sangat besar, mencapai 120 kiloton per tahun. Angka ini hampir dua kali lipat dari kapasitas operasional Vale saat ini. Produk antara yang dihasilkan berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang merupakan bahan baku utama untuk industri baterai listrik masa depan. "Jadi di kawasan industri IPIP, Indonesia Pomalaa Industrial Park, industrial itu hadir karena adanya anchor plan yaitu kerjasama antara Vale, Huayou sebagai technological providers dan juga Ford Motor," jelas Budiawansyah.

Budiawansyah menjelaskan lebih lanjut bahwa kolaborasi strategis dengan Ford dan Huayou ini didesain sebagai industri jangkar yang akan menarik investasi lanjutan di sektor hilir. Kawasan ini disiapkan untuk menampung investor yang akan mengolah produk antara tersebut menjadi prekursor hingga katoda. "Jadi di sini memang sudah didesain sebagai anchor industrinya dan juga sebagai sampai kepada prekursor dan katoda nanti banyak beberapa investor-investor yang akan datang," tambahnya.

Melalui proyek HPAL ini, perusahaan berkomitmen memperkuat industri nikel Indonesia agar tidak hanya berhenti pada pengolahan hulu. Perusahaan fokus memastikan seluruh rantai pasok dari tambang hingga material baterai dapat berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Asal tahu saja, HPAL merupakan smelter yang menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik dengan teknologi canggih.

Nilai Investasi dan Jangkauan Proyek

Proyek HPAL yang digarap Vale Indonesia sejatinya terletak di tiga provinsi, yakni Pomalaa Sulawesi Tenggara, Morowali Sulawesi Tengah, dan Sorowako Sulawesi Selatan. Khusus proyek Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai teknologi HPAL di Pomalaa memiliki nilai investasi hingga US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 80,6 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.911 per US$. Smelter ini akan memproduksikan 120 ribu ton per tahun Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

Proyek ini juga melibatkan perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS) yakni Ford Motor Co. dan perusahaan asal China yakni Zhejiang Huayou Cobalt. Keterlibatan kedua perusahaan multinasional ini menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap potensi sumber daya alam Indonesia dalam industri kendaraan listrik global.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai HPAL? Smelter HPAL adalah fasilitas pengolahan nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leaching yang menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

Berapa nilai investasi proyek di Pomalaa? Proyek Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai di Pomalaa memiliki nilai investasi mencapai US$ 4,5 miliar atau setara Rp 80,6 triliun.

Siapa saja mitra strategis Vale dalam proyek ini? Mitra strategis Vale meliputi Ford Motor Co. dari Amerika Serikat dan Zhejiang Huayou Cobalt dari China sebagai technological providers.

Kapan proyek ini resmi beroperasi? Proyek dijadwalkan untuk startup pada bulan Agustus 2026, dengan catatan tidak ada hambatan teknis maupun administratif yang signifikan.

Dimana lokasi proyek HPAL Vale Indonesia? Proyek HPAL Vale tersebar di tiga lokasi, yaitu Pomalaa di Sulawesi Tenggara, Morowali di Sulawesi Tengah, dan Sorowako di Sulawesi Selatan.

MORE FROM THIS CATEGORY