Soal Ramai Mal Bangun Pagar Tinggi Lalu Dibongkar, Ini Kata Bos Ritel

1 hour ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
pagar-besi-tinggi-yang-sempat-terpasang-di-depan-pusat-perbelajaan-kota-kasablanka-kokas-menteng-dalam-tebet-jakarta-selatan-p-1785735121923_169

Soal Ramai Mal Bangun Pagar Tinggi, Hippindo Jelaskan Bukan Karena Kekhawatiran Kerusuhan

Dailynesia.com – Soal Ramai Mal Bangun Pagar Tinggi kembali menjadi perbincangan hangat di masyarakat Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama TNI, Polri, dan aparat keamanan terkait telah melakukan koordinasi intensif untuk menjaga situasi ibu kota tetap kondusif. Langkah strategis ini diambil setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan instruksi agar pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter yang mengelilingi area luar Mal Kota Kasablanka segera dibongkar karena dinilai tidak lagi diperlukan.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia pada Senin (3/8/2026), pagar yang sempat berdiri hampir sepekan itu sudah tidak terlihat lagi dan digantikan oleh deretan traffic cone di sepanjang sisi luar mal. Proses pembongkaran dilakukan pada Sabtu (1/8/2026) malam dengan cepat dan tertib. Keputusan ini menunjukkan respons positif pemerintah terhadap kekhawatiran masyarakat terkait pemasangan pagar tersebut.

Penjelasan Ketua Umum Hippindo

Jakarta, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah angkat bicara mengenai polemik pemasangan pagar di pusat perbelanjaan yang sempat viral dan dikaitkan dengan antisipasi kerusuhan. Menurutnya, pemasangan pagar tersebut bukan dilakukan oleh seluruh mal, melainkan hanya satu grup pusat perbelanjaan untuk kepentingan pengaturan akses pengunjung.

“Ya, karena yang memasang kan sebenarnya cuma satu grup ya, jadi bukan semua mal. Jadi intinya cuma dari grup mal tersebut mengatur traffic untuk kenyamanan konsumen ya. Biar konsumen itu nggak masuk dari mana-mana, atau mungkin ya parkir-parkir gitu ya. Jadi mungkin mau diatur karena kan di jalan raya,”

Budihardjo mengatakan, pagar dipasang sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas pengunjung agar aktivitas di pusat perbelanjaan tetap nyaman. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat ditemui di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Penjelasan ini membantu masyarakat memahami bahwa langkah tersebut bersifat teknis dan bukan tanda kekhawatiran berlebihan.

Jaminan Keamanan dari Pemerintah

Menurut Budihardjo, masyarakat juga tidak perlu khawatir karena pemerintah telah memberikan jaminan terkait kondisi keamanan. Hal ini penting untuk menenangkan pelaku usaha dan konsumen yang selama ini merasa cemas.

“Jadi bagi kami tidak ada yang (perlu dikhawatirkan)… apalagi ada jaminan dari Pak Gubernur (Pramono Anung), seperti itu kan. Jadi saya rasa itu nggak apa-apa, nggak ada apa-apa,”

Saat ditanya apakah masih ada pusat perbelanjaan lain yang memasang pagar, Budihardjo menilai hal tersebut merupakan kebijakan internal masing-masing pengelola dan bukan karena adanya ancaman keamanan. Setiap mal memiliki pertimbangan tersendiri sesuai dengan kondisi lokasinya.

“Ya sebenarnya pagar itu kan hal-hal yang sifatnya untuk internal mereka ya, bukan karena ada masalah apa-apa. Rumah saya juga ada pagar ya. Artinya pagar biasa sih, cuma ini kok isunya ke mana-mana, nggak perlulah seperti itu,”

Upaya Menjaga Situasi Normal

Ia juga menepis anggapan bahwa pemasangan pagar berkaitan dengan potensi kerusuhan. Menurutnya, pelaku usaha percaya pemerintah mampu menjaga kondisi tetap kondusif sehingga aktivitas ekonomi berjalan normal. Kepercayaan ini menjadi fondasi penting bagi pemulihan sektor ritel pasca berbagai peristiwa.

“Ah, kami sih sebagai pengusaha percaya sama pemerintah ya. Artinya pengusaha akan membantu pemerintah dengan… supaya harga, penyebaran barang atau distribusi normal, situasi terkendali, stok cukup, itu sih ya saya rasa semua aman itu,”

Ia menegaskan, pelaku usaha ritel tetap berupaya menjaga situasi agar aktivitas masyarakat berjalan normal. Salah satunya dengan tetap menggelar berbagai kegiatan di pusat perbelanjaan, termasuk Indonesia Retail Summit yang digelar bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memulihkan kepercayaan publik.

“Jadi kalau kami melihat sih, ya kita bikin situasi harus baguslah. Kita juga tetap bikin acara ya, kita bahkan juga ada acara dengan Pemprov, dengan ada Indonesia Retail Summit. Kita harus buat konsumen ataupun masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa,”

FAQ: Soal Ramai Mal Bangun Pagar

1. Kapan pagar Mal Kota Kasablanka dibongkar? Pagar dibongkar pada Sabtu (1/8/2026) malam dan sudah tidak terlihat pada Senin (3/8/2026).

2. Berapa tinggi pagar yang dipasang? Pagar besi yang dipasang memiliki ketinggian sekitar 2,5 meter mengelilingi area luar mal.

3. Apakah semua mal memasang pagar? Tidak, hanya satu grup pusat perbelanjaan yang memasang pagar untuk kepentingan pengaturan akses pengunjung.

4. Mengapa pagar dibongkar? Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pagar dibongkar karena dinilai tidak perlu dan bukan karena kekhawatiran kerusuhan.

5. Apa tanggapan Hippindo soal pemasangan pagar? Hippindo menyatakan bahwa pagar bersifat internal dan masyarakat tidak perlu khawatir karena ada jaminan keamanan dari pemerintah.

MORE FROM THIS CATEGORY