Purbaya Belajar dari Nabi Yusuf – Sebut Sesama Menteri Keuangan

2 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
menteri-keuangan-purbaya-yudhi-sadewa-cnbc-indonesiarobertus-andrianto-1779840935858_169-3

Purbaya Belajar dari Nabi Yusuf, Sebut Sesama Menteri Keuangan

Dailynesia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memanfaatkan momen Salat Idulfitri di Masjid Salahuddin, Jakarta, pada Rabu (27 Mei 2026), untuk menyampaikan refleksi tentang peran seorang menteri keuangan dalam mengelola kebijakan ekonomi. Acara tersebut dianggap sebagai kesempatan penting untuk mengingat pesan-pesan yang dapat diambil dari kisah Nabi Yusuf, seorang tokoh yang pernah menjabat sebagai menteri keuangan di masa kegemarannya. “Dengan mempelajari cara Nabi Yusuf mengelola perekonomian, kita bisa belajar banyak hal yang relevan hingga saat ini,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak.

Inspirasi dari Kisah Nabi Yusuf

Khotbah yang disampaikan Purbaya selama Salat Idulfitri ini menjadi ajang untuk menyoroti kepemimpinan dan tanggung jawab dalam memimpin sektor keuangan. Ia menjelaskan bahwa Nabi Yusuf memiliki kecerdasan dalam mengelola sumber daya alam dan kebijakan perekonomian, bahkan di tengah tantangan seperti krisis air dan kekacauan politik. “Kisah Nabi Yusuf mengingatkan kita bahwa seorang menteri keuangan harus mampu mengambil keputusan bijak, baik dalam kondisi stabil maupun kritis,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pesan tersebut sangat relevan dalam konteks kebijakan fiskal yang sedang dijalankan pemerintah.

“Menerapkan prinsip keadilan, disiplin, dan inovasi seperti yang diajarkan Nabi Yusuf dapat mendorong perekonomian nasional menjadi lebih sehat dan berkelanjutan,” imbuh Purbaya.

Potensi Ekonomi Iduladha

Di samping refleksi tentang kepemimpinan, Purbaya juga membahas dampak positif dari lebaran Iduladha bagi perekonomian Indonesia. Ia menegaskan bahwa kurban menjadi salah satu pendorong utama perekonomian, khususnya dalam sektor peternakan dan perdagangan. “Selama masa lebaran, ada peningkatan permintaan akan hewan kurban, yang berdampak pada perputaran uang yang lebih besar di masyarakat,” katanya. Menurut Purbaya, kurban tidak hanya sebagai bentuk keagamaan, tetapi juga sebagai kegiatan ekonomi yang memiliki potensi tinggi.

“Kemajuan ekonomi akibat dari kurban sangat positif. Pendapatan para pedagang sapi, domba, serta hewan kurban lainnya meningkat. Selain itu, peternak juga mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan demikian, potensi ini sangat baik dan signifikan,” tambahnya.

Purbaya menekankan bahwa pemerintah perlu memanfaatkan momen lebaran ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa distribusi hasil kurban harus dilakukan secara merata, agar manfaatnya mencapai semua lapisan masyarakat. “Pembagian hasil kurban dalam waktu singkat dapat mendorong peningkatan pendapatan bagi keluarga miskin, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan fiskal,” jelasnya.

Langkah Nyata Purbaya

Sebagai bagian dari perayaan Idulfitri, Purbaya menyumbangkan satu sapi kurban berjenis Crossing Simental berusia tiga tahun dengan berat 868 kilogram kepada Masjid Salahuddin. Ini adalah langkah nyata untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta menunjukkan komitmen dalam mendorong perekonomian. Sapi tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Purbaya terhadap kebutuhan umat Muslim di sekitar Kantor Pusat DJP.

“Sumbangan kurban ini tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai salah satu upaya untuk memperkuat ikatan antara pemerintah dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Purbaya juga mengajak sesama menteri keuangan untuk memperhatikan prinsip-prinsip keuangan yang diwariskan oleh Nabi Yusuf. “Menteri keuangan memiliki tanggung jawab besar, dan kita harus belajar dari contoh Nabi Yusuf agar bisa menjadi pemimpin yang lebih baik,” pungkasnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang menteri keuangan bergantung pada kemampuan dalam mengambil keputusan dan menjaga keadilan dalam penerapannya.

MORE FROM THIS CATEGORY