Polisi Gerebek Markas Penculik Kucing, Diduga untuk Dimakan
Dailynesia.com – Di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, petugas kepolisian melakukan operasi besar-besaran yang mengungkap jaringan perdagangan daging kucing. Hasilnya, lebih dari 400 ekor kucing disita dalam aksi ini, yang menjadi salah satu kasus penyelamatan hewan peliharaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Operasi berlangsung selama beberapa hari di akhir pekan lalu, menemukan kondisi yang mengharuskan penindasan cepat. Dari total kucing yang disita, lebih dari 40 ekor berhasil dikembalikan ke pemilik aslinya. Namun, puluhan kucing lain dalam kondisi terlantar dikabarkan telah meninggal akibat keadaan penampungan yang tidak layak.
Besarnya Perdagangan Daging Kucing
“Operasi ini menjadi pengingat bahwa perdagangan daging kucing di Vietnam cukup besar,” komentar Karanvir Kukreja, pemimpin kampanye antikonsumsi daging kucing dari Humane World for Animals.
Penyelidikan intensif yang dimulai pekan lalu mengarah pada pelacakan jaringan kriminal tersebut. Total sembilan orang ditahan setelah polisi menemukan 45 kandang besi, 4 wadah busa dengan kucing mati, serta 21 ekor kucing hidup di lokasi berbeda.
Jaringan ini ditemukan mengumpulkan kucing secara ilegal di seluruh wilayah Vietnam Selatan selama tiga tahun terakhir. Aktivitas mereka meliputi area Ho Chi Minh, Tay Ninh, dan An Giang. Para pelaku mengakui tindakan mereka, termasuk penangkapan dan pengiriman kucing untuk dijual.
Kucing dalam Kondisi Haru
“Situasi di posko perawatan sangat emosional, terutama saat keluarga lokal menemukan hewan peliharaan mereka,” ujar Chris Gindelhumer dari Vietnam Cat Welfare.
Beberapa kucing yang diselamatkan berada dalam kondisi hamil, dengan beberapa anak kucing lahir di bawah pengawasan polisi. Meski ada keluarga yang gembira, ada juga yang kecewa karena hewan peliharaan mereka tidak sempurna diselamatkan.
Status Legal dan Langkah Pemerintah
Konsumsi daging anjing dan kucing di Vietnam secara legal, selama pedagang memiliki izin resmi. Namun, beberapa kota seperti Hoi An mulai bekerja sama dengan organisasi internasional untuk membatasi praktik ini, terutama setelah Korea Selatan melarang perdagangan daging anjing pada 2024 lalu.
Kasus ini menyoroti perlunya regulasi lebih ketat dalam memastikan perlindungan hewan peliharaan, sekaligus mengungkap kenyataan bahwa ribuan kucing setiap bulan dicuri, diperdagangkan, dan disembelih di seluruh negeri.

