Pertamina Optimalkan Potensi & Limbah Sawit untuk Substitusi Impor BBM

4 hours ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
2113db04-11ad-4010-a0b3-da5bc9474ee6-0

Pertamina Optimalkan Potensi Limbah Sawit: mbah Sawit untuk Substitusi Impor BBM Dailynesia.com – Jakarta — PT Pertamina (Persero) terus memperkuat

Pertamina Optimalkan Potensi Limbah Sawit untuk Substitusi Impor BBM

Dailynesia.com – Jakarta — PT Pertamina (Persero) terus memperkuat strategi nasional dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Melalui program Pertamina Optimalkan Potensi Limbah Sawit, perusahaan energi ini mengidentifikasi peluang besar dari sumber daya kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi defisit neraca perdagangan.

Oki Muraza, Wakil Direktur Utama Pertamina, menyampaikan bahwa bioenergi berbasis sawit merupakan solusi strategis jangka panjang. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam hal ketersediaan bahan baku yang melimpah. “Kita tidak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada impor minyak mentah dan produk BBM dari luar negeri,” tegas Oki dalam keterangan resminya pada Selasa, 21 Juli 2026.

Strategi Tiga Arah Pengembangan Bioenergi

Dalam paparannya, Oki menjelaskan bahwa Pertamina mengadopsi pendekatan tiga arah untuk pengembangan bioenergi. Pertama, optimalisasi biomassa domestik yang tersedia secara lokal. Kedua, percepatan dekarbonisasi sektor transportasi melalui penggunaan bahan bakar nabati. Ketiga, penguatan ekonomi sirkular yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat petani sawit.

Transisi energi ini memerlukan sinergi antar sektor. Pertamina menyadari bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada ketersediaan infrastruktur, regulasi yang mendukung, serta partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan. Skema yang dirancang mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari hulu hingga hilir.

Implementasi Program Biodiesel B50 dan Bioetanol

Program biodiesel B50 telah menjadi salah satu pencapaian signifikan Pertamina. Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan penggunaan biodiesel terbesar di dunia. Jaringan distribusi B50 saat ini menjangkau 86 terminal BBM dari total 121 terminal yang dimiliki Pertamina di seluruh nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa penetrasi pasar untuk biodiesel terus meningkat secara konsisten.

Sementara itu, untuk mengurangi impor bensin, Pertamina sedang membangun fasilitas pengembangan bioetanol di Glenmore. Dengan kapasitas produksi mencapai 30 ribu kiloliter per tahun, fasilitas ini dirancang untuk mendukung target pencampuran E10 sesuai roadmap pemerintah. Proyek ini diharapkan dapat menghasilkan substitusi impor yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Eksplorasi Potensi Tandan Kosong Sawit

Di luar CPO, Pertamina mulai mengeksplorasi potensi Tandan Kosong Sawit (TKS) yang belum tergarap secara optimal. Dengan volume potensi mencapai sekitar 25 juta ton per tahun, TKS dinilai memiliki nilai tambah strategis untuk diolah menjadi bioetanol. Proses konversi TKS menjadi glukosa kemudian menjadi bioetanol memerlukan teknologi yang tepat dan investasi yang memadai.

“Tantangan kita sekarang ada di hilirisasi. Bagaimana TKS ini bisa kita pecah menjadi glukosa lalu menjadi bioetanol. Kalau inisiatif ini berhasil, maka tidak ada lagi limbah yang sia-sia,” jelas Oki Muraza.

Penguatan Infrastruktur Kilang Hijau

Pengembangan bioenergi juga diiringi dengan peningkatan kapasitas infrastruktur kilang hijau. Pertamina saat ini mendukung pembangunan Dedicated Green Refinery di Cilacap. Sebelumnya, perusahaan telah menerapkan teknologi coprocessing secara komersial di Kilang Cilacap. Tahap uji coba juga sedang dilakukan di Kilang Balongan dan Dumai untuk memastikan efektivitas teknologi yang diterapkan.

Oki menekankan bahwa pencapaian kemandirian energi memerlukan ekosistem yang solid. Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama. Semua pihak harus bergerak bersama untuk mewujudkan tujuan yang sama, yaitu kemandirian energi dan pengurangan beban devisa negara. Melalui program Pertamina Optimalkan Potensi Limbah Sawit, Indonesia diharapkan dapat menjadi pemain utama dalam pasar bioenergi global.

Frequently Asked Questions

Apa itu Pertamina Optimalkan Potensi Limbah Sawit?

Pertamina Optimalkan Potensi Limbah Sawit adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Pertamina Optimalkan Potensi Limbah Sawit penting?

Pertamina Optimalkan Potensi Limbah Sawit penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Pertamina Optimalkan Potensi Limbah Sawit ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

MORE FROM THIS CATEGORY