Ketegangan di Ujjain Memuncak di Sekitar Masjid Shahi
Dailynesia.com – Rencana pelebaran jalan di Kota Ujjain, India, memicu ketegangan antara warga Muslim dan aparat di sekitar Masjid Shahi. Sebagian bangunan masjid di kawasan Chhatri Chowk itu masuk dalam area yang direncanakan untuk proyek penataan akses menuju Simhastha Kumbh Mela 2028, salah satu perhelatan ziarah Hindu terbesar yang berlangsung di tepi Sungai Kshipra.
Pada Minggu malam, ratusan warga Muslim berkumpul dan berjaga di luar masjid setelah muncul kekhawatiran alat berat akan digunakan untuk membongkar bagian bangunan. Situasi kemudian berkembang menjadi aksi massa yang melibatkan ribuan orang di kawasan Chhatri Chowk.
Ujjain berjarak sekitar 200 kilometer dari Bhopal, ibu kota Madhya Pradesh. Negara bagian itu dikuasai Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi sejak 2003, dengan pengecualian masa 15 bulan ketika Partai Kongres memegang pemerintahan.
Proyek Jalan untuk Festival 2028
Pemerintah lokal menyiapkan pembersihan dan pelebaran jalan sebagai bagian dari persiapan Simhastha Kumbh Mela pada 2028. Kebutuhan ruang tambahan dipandang penting untuk mengelola mobilitas peziarah yang datang dalam jumlah besar ke Ujjain.
Persoalan Masjid Shahi telah berlangsung sekitar dua bulan. Zeeshan Khan, warga Muslim berusia 30 tahun yang bekerja di bidang pemasaran digital, menyebut Perusahaan Kota Ujjain telah mengirim pemberitahuan kepada pengelola masjid terkait pengambilalihan sebagian area bangunan untuk proyek jalan.
“Ini dimulai sekitar dua bulan lalu, ketika Perusahaan Kota Ujjain mengeluarkan pemberitahuan kepada Masjid Shahi, yang menyatakan bahwa masjid tersebut harus diambil alih karena jalan perlu diperlebar,” kata Khan.
Pengelola masjid diberi tenggat hingga 10 September untuk membongkar sendiri bagian yang dianggap menghambat proyek. Jika langkah itu tidak dilakukan, pemerintah menyatakan akan mengambil tindakan lebih lanjut.
“Mereka memberi batas waktu 10 September untuk ‘membongkar bangunan itu sendiri’, dan jika tidak, pemerintah akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.
Bagi warga yang menolak pembongkaran, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan konstruksi jalan. Masjid adalah ruang ibadah dan bagian dari kehidupan sosial komunitas Muslim setempat. Kekhawatiran mereka semakin besar karena pembongkaran bangunan keagamaan Muslim di sejumlah wilayah lain telah menjadi isu sensitif dalam beberapa tahun terakhir.
Upaya Hukum Tidak Menghentikan Rencana
Komunitas Muslim telah mencoba menghentikan rencana tersebut melalui jalur pengadilan. Gugatan ke Pengadilan Tinggi setempat ditolak dengan pertimbangan kepentingan publik dalam penyelenggaraan ziarah Hindu pada 2028 dan kebutuhan pengaturan lalu lintas bagi para pengunjung.
“Argumen mereka adalah bahwa banyak orang akan datang dari luar dan masyarakat tidak boleh menghadapi masalah. Jadi kepentingan publik harus didahulukan,” kata Khan.
Setelah penolakan gugatan itu, pengurus masjid melanjutkan perundingan dengan pemerintah distrik. Pembicaraan tersebut menghasilkan kesepakatan yang memperkecil bagian bangunan terdampak. Area pembongkaran disetujui sejauh tiga kaki dari badan jalan, lebih kecil dibandingkan tuntutan awal pejabat yang melebihi tujuh kaki.
Kesepakatan itu belum sepenuhnya meredakan ketegangan. Ketika buldoser dibawa mendekati masjid pada Minggu malam, banyak warga menilai pembongkaran dapat dilakukan segera. Mereka pun memadati kawasan sekitar Masjid Shahi hingga sepanjang malam.
Bentrok dan Sejumlah Korban Luka
Pihak berwenang menyatakan unggahan media sosial dari sejumlah pria Muslim yang memakai konten kecerdasan buatan telah memunculkan rumor bahwa Masjid Shahi akan segera dihancurkan. Rumor tersebut disebut ikut mendorong berkumpulnya massa dalam jumlah besar.
Khan menggambarkan situasi di lapangan secara berbeda. Ia menyebut pemerintah menutup akses kawasan dan memberi pilihan kepada komunitas Muslim untuk membongkar bagian masjid sendiri atau menghadapi pembongkaran oleh pemerintah.
“Namun pemerintah memblokir kawasan tersebut dan mengatakan kepada komunitas: ‘Entah kalian membongkar masjid itu sendiri, atau kami yang akan membongkarnya’,” kata Khan.
Pada Senin pagi, ketegangan meningkat. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Demonstran kemudian melempar batu ke arah aparat. Polisi merespons dengan pemukulan menggunakan tongkat, dan sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka. Sejumlah pria juga diamankan.
Khan mengaku tidak dapat beristirahat dengan baik selama tiga malam akibat kecemasan atas nasib masjid tersebut. Kehadirannya bersama warga lain pada Minggu malam dimaksudkan untuk mencegah pembongkaran dengan alat berat.
Isu yang Sensitif bagi Komunitas Muslim
Kasus di Ujjain muncul dalam konteks lebih luas yang membuat komunitas Muslim di India khawatir. BJP, partai berhaluan nasionalis Hindu, telah menghadapi tudingan menjalankan kebijakan yang menyasar berbagai bangunan keagamaan Muslim, termasuk masjid, tempat ziarah, makam, dan madrasah.
Tuduhan itu kerap berkaitan dengan klaim bahwa bangunan tertentu didirikan secara ilegal atau berada di lokasi yang pernah menjadi kuil Hindu. Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan situs Muslim di negara-negara bagian yang dipimpin BJP telah mengalami pembongkaran sebagian ataupun seluruhnya.
Sejumlah tindakan pembongkaran juga pernah berlangsung pada malam hari. Dalam beberapa perkara, proses itu dilakukan ketika sengketa masih berjalan di pengadilan. Latar belakang tersebut membuat rencana proyek jalan di sekitar Masjid Shahi dipandang dengan kecemasan yang jauh melampaui perubahan fisik bangunan.
Di Ujjain, kebutuhan infrastruktur untuk festival 2028 kini berhadapan dengan tuntutan perlindungan ruang ibadah dan rasa aman masyarakat setempat. Kesepakatan tiga kaki telah menjadi titik kompromi, tetapi bentrokan yang terjadi menunjukkan persoalan ini masih menyisakan ketidakpercayaan besar antara warga dan otoritas.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Masjid Mau Dibongkar Warga Muslim Melawan?
Masjid Mau Dibongkar Warga Muslim Melawan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Masjid Mau Dibongkar Warga Muslim Melawan matter?
Masjid Mau Dibongkar Warga Muslim Melawan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

