Mendagri: Kinerja Anggaran Tetap Optimal Meski Ada Efisiensi
Dailynesia.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengklaim kinerja anggaran tetap mencapai level optimal meski menghadapi kebijakan efisiensi belanja pemerintah. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa realisasi anggaran Kemendagri pada Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp3,76 triliun, atau 99,46% dari pagu efektif sebesar Rp3,79 triliun. Capaian ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik di antara lembaga pemerintah lainnya, menurut Tito. “Main Agenda” sebagai prioritas nasional tetap berjalan lancar, meski anggaran mengalami penyesuaian.
Pengurangan Anggaran dan Penyesuaian
Pagu anggaran Kemendagri untuk 2025 awalnya ditetapkan sebesar Rp4,79 triliun. Namun, setelah pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi, angka ini turun menjadi Rp2,61 triliun. Dalam upaya menjaga efektivitas, Kemendagri menerima penyesuaian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sehingga pagu efektif kembali naik ke Rp3,79 triliun. Tito menjelaskan bahwa dana tambahan ini dialokasikan untuk program strategis yang mendukung “Main Agenda” dalam peningkatan pemerintahan daerah dan layanan publik.
“Angka realisasi anggaran kita mencapai 99,46%, yang merupakan capaian sangat baik. Ini menunjukkan bahwa kemendagri tetap berkinerja optimal meski dalam kondisi efisiensi,” kata Tito, dalam wawancara yang dikutip Kamis (16/7/2026).
Manfaat Anggaran Tambahan
Dana tambahan yang dialokasikan bagi Kemendagri berdampak signifikan pada beberapa bidang. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), yang menjadi salah satu elemen utama “Main Agenda” untuk mendorong transparansi dan efisiensi administrasi pemerintahan. Selain itu, anggaran ini juga digunakan untuk kegiatan wajib, proyek prioritas, serta layanan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI). Peningkatan dana ini memungkinkan Kemendagri untuk memperkuat kapasitas daerah dalam mencapai target nasional.
Kinerja di Sisi Penerimaan Negara
Kemendagri juga berhasil meraih pencapaian yang menggembirakan di sektor penerimaan negara. Hingga akhir 2025, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp1,22 triliun, atau 225,30% dari target Rp545,62 miliar. Capaian ini didorong oleh berbagai layanan yang dikelola Ditjen Dukcapil, termasuk akses data kependudukan dan layanan administrasi sipil. Kinerja ini menunjukkan bahwa “Main Agenda” tidak hanya terwujud di sektor pengeluaran, tetapi juga di sektor penerimaan negara.
“Kami bersyukur karena realisasi PNBP mencapai angka yang sangat baik. Ini membuktikan bahwa Kemendagri bisa menjaga kualitas kerja meski harus efisien dalam penggunaan dana,” terang Tito.
Pengelolaan Anggaran yang Efisien
Upaya efisiensi anggaran di Kemendagri dilakukan dengan strategi yang terukur. Meski total pagu anggaran berkurang, Kemendagri mampu mempertahankan realisasi di atas 99% melalui pengalokasian dana yang lebih terarah. Tito menjelaskan bahwa efisiensi tidak berarti pengurangan kualitas, melainkan cara memaksimalkan penggunaan sumber daya dengan lebih baik. “Main Agenda” menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan inovasi dalam pengelolaan anggaran pemerintahan daerah.
Evaluasi dan Predikat Kinerja
Kemendagri meraih predikat sangat baik dalam berbagai evaluasi kinerja. Skor angka kinerja mencapai 94,69 dengan kategori “sangat baik,” sementara skor akuntabilitas instansi pemerintahan sebesar 78,99. Dalam indeks reformasi birokrasi, Kemendagri menduduki posisi A dengan nilai 91,01. Selain itu, kementerian ini juga meraih predikat sangat baik dalam Indeks Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2025. Semua capaian ini memperkuat reputasi Kemendagri sebagai lembaga yang kompeten dalam menerapkan “Main Agenda” efisiensi.
“Kami merasa puas dengan hasil evaluasi ini. Kinerja anggaran yang tetap optimal di tengah efisiensi membuktikan bahwa Kemendagri bisa mengelola dana dengan cermat dan transparan,” tambah Tito.

