Video: Sherly Tjoanda Ungkap Urgensi Bangun RS, Jalan & Jembatan Malut

2 months ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
sherly-tjoanda-ungkap-urgensi-bangun-rs-jalan-jembatan-bagi-warga-maluku-utara-1781157678749_169

Latest Program: Sherly Tjoanda Ungkap Urgensi Pembangunan RS, Jalan, dan Jembatan di Malut

Dailynesia.com – Dalam program Latest Program yang disiarkan CNBC Indonesia, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, membahas pentingnya pembangunan Rumah Sakit (RS), jalan, dan jembatan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemprov Malut menyebutkan bahwa sektor kesehatan, transportasi, dan infrastruktur merupakan elemen kritis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta keberlanjutan pembangunan daerah. Dalam wawancara terkini bersama Mercy Widjaja, Tjoanda menekankan bahwa Latest Program menjadi platform penting untuk menyampaikan isu-isu pembangunan yang menjadi perhatian utama pemerintah provinsi.

Pertumbuhan Ekonomi Malut

Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi signifikan di Kuartal I-2026, dengan angka 19,64% (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh sektor hilirisasi nikel yang menjadi tulang punggung industri daerah. Dalam Latest Program, Tjoanda menjelaskan bahwa sektor pertambangan dan pengolahan nikel tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menciptakan peluang kerja yang berdampak pada sektor properti, UMKM, dan pertanian. “Hilirisasi nikel menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi provinsi ini, terutama di bidang industri,” kata Tjoanda dalam Latest Program yang tayang pada Selasa, 11 Mei 2026.

Berdasarkan data terkini, industri hilirisasi di Malut berhasil menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja sepanjang tahun ini. Tjoanda menyebutkan bahwa penyerapan ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk perbaikan kualitas hidup dan akses ke layanan kebutuhan dasar. Selain itu, sektor pertanian dan perikanan juga mengalami peningkatan, yang secara tidak langsung memperkuat daya saing Malut di pasar ekspor. Dalam Latest Program, Tjoanda menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus diiringi dengan pengembangan sektor ekonomi untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan.

Investasi pada Rumah Sakit

Pembangunan Rumah Sakit Tipe-C menjadi prioritas utama Pemprov Malut. Saat ini, sejumlah RS Tipe-C sedang dibangun di 10 kabupaten/kota, yang bertujuan untuk memperluas akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Tjoanda menjelaskan bahwa RS Tipe-C akan menjadi pilar penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil yang sebelumnya kesulitan mendapatkan fasilitas medis lengkap. Dalam Latest Program, ia mengungkapkan bahwa proyek ini tidak hanya mengurangi beban rumah sakit umum, tetapi juga membuka peluang untuk menarik investasi di bidang kesehatan.

Tantangan utama dalam pembangunan RS Tipe-C adalah pemenuhan kuota dokter dan perawat yang memadai. Tjoanda menyatakan bahwa pemerintah sedang berupaya memperbaiki kondisi ini dengan meningkatkan beasiswa dan pelatihan profesi kesehatan. “Kami memprioritaskan peningkatan kualitas SDM kesehatan sebagai bagian dari Latest Program pembangunan daerah,” ujar Tjoanda. Dalam wawancara tersebut, ia juga mengingatkan bahwa investasi dalam kesehatan tidak hanya membawa manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi untuk kesejahteraan jangka panjang.

Infrastruktur Transportasi

Dalam Latest Program, Tjoanda menyebutkan bahwa perbaikan jalan dan jembatan menjadi bagian integral dari strategi pembangunan Malut. Pemprov menargetkan pembangunan 550 kilometer jalan provinsi sebelum 2030, meski total jalan kabupaten yang mencapai sekitar 1.900 kilometer masih membutuhkan perhatian lebih. Tjoanda menjelaskan bahwa jalan-jalan yang memadai akan mempercepat distribusi hasil pertanian, pertambangan, dan barang dagangan, yang pada gilirannya meningkatkan perekonomian daerah.

Di sisi lain, pembangunan jembatan juga menjadi fokus utama. Jembatan-jembatan baru diharapkan mampu menghubungkan daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi, sehingga meningkatkan aksesibilitas dan pertukaran ekonomi. Tjoanda menyoroti bahwa proyek ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi investasi dalam memperkuat keterhubungan antarwilayah. “Dalam Latest Program, kami ingin menggambarkan bagaimana infrastruktur menjadi jembatan antara potensi ekonomi dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Peluang dan Tantangan

Menurut Tjoanda, Malut memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri dan ekonomi nasional jika infrastruktur dan layanan kesehatan terus ditingkatkan. Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan seperti keterbatasan anggaran dan kebutuhan SDM harus diatasi secara sistematis. “Pembangunan RS, jalan, dan jembatan memerlukan koordinasi antarlembaga dan dukungan dari berbagai pihak,” jelas Tjoanda. Dalam Latest Program, ia mengajak masyarakat dan investor untuk bersama-sama mendorong percepatan proyek-proyek strategis tersebut.

Peluang ekonomi yang diharapkan dari hilirisasi nikel dan infrastruktur transportasi juga memberikan dampak positif pada sektor pertanian. Dengan akses jalan yang lebih baik, petani dapat lebih mudah mengirimkan hasil produksi ke pasar, sehingga meningkatkan pendapatan mereka. Tjoanda menyebutkan bahwa perbaikan jalan dan jembatan tidak hanya membuka aksesibilitas, tetapi juga mempercepat proses pemasaran dan distribusi barang. “Dalam Latest Program, kami ingin menunjukkan bagaimana infrastruktur menjadi bagian dari solusi pembangunan yang lebih holistik,” pungkasnya.

MORE FROM THIS CATEGORY