Intelijen Iran Blak-blakan Ungkap Tujuan ‘Busuk’ AS dan Israel

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
iran-us-israel-war-1778032372543_169-1

Latest Program: Intelijen Iran Terbuka Ungkap Niat Tersembunyi AS dan Israel

Dailynesia.com – Merupakan strategi rahasia yang diungkap oleh Kementerian Intelijen Iran, Rabu (27/5/2026), dalam upaya mengungkap rencana Amerika Serikat dan Israel untuk meruntuhkan Republik Islam Iran serta memecah belah kekuasaan negara tersebut. Informasi ini menyoroti perubahan metode yang digunakan oleh dua negara tersebut, yang kini beralih dari serangan militer langsung ke pendekatan lebih halus namun efektif. Selain itu, program ini menunjukkan adanya strategi jangka panjang yang mencakup tekanan ekonomi, operasi cyber, dan intervensi dalam dunia informasi untuk mengurangi kestabilan Iran secara bertahap.

Pendekatan Berbeda dalam Mencapai Tujuan yang Sama

Berdasarkan laporan AFP, terdapat indikasi bahwa AS dan Israel telah memperbarui strategi mereka setelah perang terbuka selama 12 hari tahun lalu gagal membuahkan hasil signifikan. Dalam Latest Program, kedua negara menggunakan alat nonmiliter seperti pengaruh media, pengaturan informasi publik, dan penggunaan teknologi seperti Starlink untuk memperkuat jaringan komunikasi ilegal di Iran. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa tujuan menggulingkan dan memecah belah Iran tetap diungkapkan sejak awal konflik, meskipun metode yang digunakan kini lebih beragam.

“Musuh kini mengejar tujuan menggulingkan dan memecah belah negara, yang secara terbuka mereka nyatakan di awal perang, namun gagal dicapai melalui serangan militer,”

Ini menunjukkan bahwa AS dan Israel tidak hanya fokus pada serangan langsung, tetapi juga mengupayakan dampak psikologis dan politik melalui program rahasia. Dalam konteks ini, Latest Program menjadi alat utama untuk memanipulasi persepsi publik, mengisolasi Iran secara ekonomi, serta meningkatkan kemampuan intelijen musuh dalam memecah kestabilan negara. Tekanan terhadap Iran terus berlanjut, terutama dalam bidang teknologi, dengan penyelundupan senjata dan perangkat komunikasi menjadi bagian dari strategi ini.

Detail Program Terbaru dan Penyebab Ketegangan

Analisis terhadap Latest Program mengungkapkan bahwa AS dan Israel berusaha menghancurkan kekuatan Iran dengan berbagai cara. Selain mengirimkan senjata amunisi ke wilayah terpencil, mereka juga menargetkan jaringan informasi internal Iran, termasuk sistem komunikasi kritis yang berperan dalam pengambilan keputusan politik. Starlink, yang menjadi perangkat utama dalam program ini, digunakan untuk memperkuat akses internet di area yang sulit dijangkau, sehingga memungkinkan transmisi data rahasia dan kegiatan intelijen lebih cepat.

Konflik antara Iran dan Israel telah berlangsung selama beberapa dekade, melibatkan aksi sabotase dan pembunuhan ilmuwan yang menjadi bagian dari upaya memecah belah kekuatan intelektual Iran. Namun, perang terbuka pertama kali terjadi pada periode 12 hari yang lalu, di mana AS dan Israel mengambil inisiatif secara langsung. Sebelumnya, pertarungan sporadis antara kedua negara terjadi pada tahun 2024, tetapi tidak mengarah pada perang penuh. Dalam konteks Latest Program, negara-negara tersebut mencoba memperkuat tekanan melalui tindakan tidak langsung, sehingga mengurangi risiko langsung tetapi meningkatkan dampak jangka panjang.

Iran tetap mengekspresikan penolakannya terhadap hubungan diplomatik dengan Israel, meskipun mereka mengakui bahwa tindakan pencegahan dan penjebakan menjadi bagian dari perang modern ini. Dengan Latest Program, AS dan Israel berusaha memanfaatkan kelemahan Iran dalam bidang teknologi dan komunikasi, serta mengubah masyarakat Iran secara perlahan melalui informasi yang disebarkan secara terus-menerus. Kebijakan ini dianggap sebagai bagian dari perang informasi global yang sedang berkembang, di mana kekuatan ekonomi dan media menjadi senjata utama.

Analisis terhadap pernyataan intelijen Iran menunjukkan bahwa Latest Program bukan hanya berupa kegiatan jangka pendek, tetapi juga merupakan rencana strategis yang mencakup beberapa tahap. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan tekanan ekonomi dengan menghambat ekspor dan impor Iran, serta memperkuat embargo yang telah berlangsung lama. Selain itu, program ini mencakup penggunaan teknologi cyber untuk mengganggu sistem pemerintahan dan keamanan negara, serta mengatur persepsi publik terhadap kebijakan Iran.

MORE FROM THIS CATEGORY