Zulhas & Mendag Pagi-Pagi Sidak ke Pasar Palmerah, Ini Hasil Temuannya

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
33df6453-5bea-4b21-a9bd-032067f162dd-0

Zulhas & Mendag Lakukan Sidak Pagi di Pasar Palmerah, Ini Key Strategy Pemerintah

Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, 13 Mei 2026

Dailynesia.com – Pada Rabu (13/5/2026), Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan inspeksi rutin ke Pasar Palmerah di Jakarta Pusat. Kedua menteri tersebut menyisihkan waktu pagi hari untuk memantau kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok, sebagai bagian dari Key Strategy pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. Inspeksi tersebut bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pasokan pangan dan mengantisipasi fluktuasi harga yang bisa mengganggu kebutuhan masyarakat.

Hasil Pemeriksaan di Pasar Palmerah

Dari hasil pemeriksaan mendadak, Zulhas menyatakan bahwa pasokan pangan nasional tetap stabil. Namun, ia menyoroti beberapa isu yang perlu diperhatikan, terutama terkait harga telur yang dinilai terlalu rendah. “Dalam Key Strategy pemerintah, kita perlu memastikan harga jual tidak merugikan produsen,” tutur Zulhas. Menurut laporan, harga telur hari ini mencapai Rp27.000 per kg, lebih rendah dari harga acuan penjualan (HAP) yang seharusnya Rp30.000 per kg. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi terhadap para peternak.

Zulhas juga mengungkapkan bahwa stok beras di pasar tersebut memadai, dengan harga yang masih terkendali. Sementara itu, pasokan telur terbilang cukup memenuhi kebutuhan konsumen, namun kenaikan harga jagung menyebabkan biaya produksi meningkat. “Dengan Key Strategy ini, kita akan mengambil langkah cepat untuk mengurangi tekanan biaya pakan kepada peternak,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa harga daging ayam berada di level yang sesuai dengan HAP, sedangkan harga cabai mengalami penurunan signifikan dibandingkan sebelumnya.

Pengelolaan Harga Telur sebagai Prioritas

Pada sidak pagi tersebut, Zulhas menekankan pentingnya mengatur harga telur agar tidak memberatkan para produsen. “Key Strategy pemerintah adalah menjaga keseimbangan antara akses harga murah bagi masyarakat dan keuntungan peternak,” tambahnya. Ia menyoroti bahwa meskipun harga jual telur turun, biaya pakan ternak meningkat karena kenaikan harga jagung, sehingga mengurangi margin keuntungan. Untuk mengatasi masalah ini, Zulhas meminta Perum Bulog menyalurkan jagung subsidi ke sentra produksi telur, sehingga mampu mengurangi beban biaya para peternak.

“Dari pengamatan hari ini, harga telur berada di bawah HAP. Kita perlu segera mengambil langkah untuk memastikan keseimbangan pasar,” ujar Zulhas.

Dalam Key Strategy yang dijalankan, pemerintah juga menekankan peran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam meningkatkan permintaan telur. Zulhas menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) akan diberikan instruksi untuk memperbanyak penggunaan telur dalam beberapa hari ke depan. “Ini adalah salah satu strategi untuk menjaga harga telur stabil di level Rp30.000 per kg,” katanya. Ia menegaskan bahwa MBG dapat menjadi penggerak permintaan yang efektif, terutama dalam situasi di mana pasokan berlebih namun harga belum seimbang.

Strategi Penyesuaian Harga Pangan

Zulhas menjelaskan bahwa Key Strategy dalam menjaga stabilitas harga pangan melibatkan beberapa langkah strategis. Selain menyalurkan subsidi jagung, pemerintah juga akan memantau dinamika harga lebih intensif, termasuk mengkoordinasikan antara sektor pangan dan perdagangan. “Kita perlu menjaga komunikasi yang baik antara produsen, pedagang, dan konsumen,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa inspeksi rutin seperti di Pasar Palmerah menjadi sarana penting untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif.

“Dengan Key Strategy ini, kita harapkan kebijakan yang berkelanjutan dan transparan,” kata Zulhas.

Menurut Zulhas, stok bahan pokok seperti beras dan daging ayam masih dalam kondisi aman. Namun, ia meminta pihak terkait memperhatikan penurunan harga cabai yang terus berlanjut. “Key Strategy juga mencakup pengawasan terhadap harga cabai, karena penurunan terlalu tajam bisa memengaruhi pendapatan petani cabai,” jelasnya. Ia menilai bahwa penurunan harga cabai perlu diimbangi dengan kebijakan penyesuaian dari pemerintah, agar tidak mengganggu keuntungan produsen.

Keseimbangan antara Konsumen dan Peternak

Zulhas menekankan bahwa Key Strategy pemerintah tidak hanya fokus pada penurunan harga, tetapi juga pada keberlanjutan usaha peternak. “Kita harus waspada, karena ketika peternak rugi, mereka bisa berdampak pada pasokan jangka panjang,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa harga telur yang terlalu rendah bisa membuat produsen mengurangi produksi, sehingga memicu kenaikan harga di masa depan. Untuk menghindari hal tersebut, pemerintah akan terus memantau situasi pasar dan mengambil kebijakan yang diperlukan.

“Key Strategy ini adalah upaya untuk menjaga ekosistem pangan tetap seimbang. Jangan sampai keuntungan konsumen mengorbankan keberlanjutan produksi,” pungkas Zulhas.

Dalam Key Strategy yang dijalankan, Zulhas juga menyoroti pentingnya transparansi data harga di pasar. Ia mengatakan bahwa hasil sidak ke Pasar Palmerah akan menjadi bahan pertimbangan untuk kebijakan pemerintah ke depan. “Dengan data yang akurat, kita bisa membuat keputusan yang tepat dan tepat waktu,” lanjutnya. Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik dari sektor pertanian maupun perdagangan, untuk menjaga harga pangan tetap stabil.

MORE FROM THIS CATEGORY