Video: Gak Cuma Nikel, Sulteng Dorong Majukan Hilirisasi Ikan & Kelapa

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
9b6473ce-900a-44fc-8d6e-17e9e70e0e73-0

Sulteng Berinovasi dengan Key Strategy untuk Tingkatkan Hilirisasi Ikan dan Kelapa

Dailynesia.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menempatkan Key Strategy sebagai tulang punggung pengembangan ekonomi daerah. Strategi ini tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan, khususnya nikel, tetapi juga mendorong hilirisasi produk pertanian dan perikanan untuk meningkatkan nilai tambah. Dengan Key Strategy, Sulteng berupaya memperkuat industri lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional, sambil memastikan keberlanjutan ekosistem ekonomi.

Pengembangan Hilirisasi Sebagai Pilar Ekonomi Daerah

Key Strategy yang diterapkan oleh Pemprov Sulteng melibatkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam. Dalam bidang perikanan, misalnya, pihaknya menekankan pemanfaatan hasil tangkapan ikan, seperti udang dan ikan laut, menjadi produk olahan yang bernilai tinggi. Hal ini dilakukan agar tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga menjangkau konsumen di luar daerah. Key Strategy juga menjadi landasan dalam meningkatkan daya saing produk pertanian, seperti kelapa dan durian, melalui pengolahan yang lebih modern.

“Key Strategy ini menjadi fokus utama untuk mengubah paradigma ekonomi Sulteng. Kita tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam secara langsung, tetapi juga mengembangkan industri hilirisasi agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia.

Kolaborasi dengan provinsi Hainan, Tiongkok, menjadi salah satu langkah konkret dalam menerapkan Key Strategy. Pemprov Sulteng berharap melalui kerja sama ini, ekspor produk hilirisasi pertanian seperti kelapa dan durian bisa meningkat secara signifikan. Selain itu, pengolahan ikan dan hasil laut juga diharapkan mampu menjadi lini usaha baru yang memperkuat ekonomi daerah. Key Strategy tidak hanya tentang pengembangan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek teknologi dan SDM dalam transformasi industri.

MBG: Dana Berkelanjutan untuk Dukung Key Strategy

Salah satu elemen penting dalam Key Strategy adalah penggunaan Dana MBG (Mekanisme Berkelanjutan Pangan) yang berpotensi mencapai Rp 6 triliun per tahun. Dana ini diharapkan bisa menjadi penggerak utama dalam mendukung produksi dan pemasaran produk hilirisasi. Dengan Key Strategy, Pemprov Sulteng memastikan bahwa MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan lokal tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) yang terlibat dalam rantai pasokan.

Dalam konteks Key Strategy, MBG juga menjadi sarana untuk memperkuat ketergantungan pada produksi dalam negeri. Gubernur Sulteng menekankan bahwa dana tersebut harus dioptimalkan agar mampu mempercepat proses hilirisasi. Misalnya, untuk hasil pertanian seperti kelapa, dana MBG bisa digunakan dalam pengembangan industri pengolahan kelapa menjadi produk ekspor seperti kopra, minyak kelapa, dan produk turunan. Demikian pula, dalam sektor perikanan, dana ini bisa dialokasikan untuk meningkatkan kualitas olahan ikan dan kelapa secara massal.

Penerapan Key Strategy juga mencakup inisiatif-inisiatif khusus untuk mengatasi hambatan dalam hilirisasi. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah kurangnya akses pasar dan keterbatasan teknologi. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov Sulteng sedang membangun pusat pengolahan ikan dan kelapa yang dilengkapi dengan fasilitas modern. Key Strategy juga melibatkan pelatihan bagi masyarakat setempat agar mereka mampu mengelola produk secara lebih efisien dan kompetitif.

Potensi Pertumbuhan Ekonomi dari Key Strategy

Dengan Key Strategy, Sulteng berharap mampu memperkuat posisi sebagai sentra produksi dan hilirisasi ikan serta kelapa. Pemprov juga memfokuskan pemasaran produk-produk ini ke pasar ekspor, terutama Tiongkok, yang menjadi mitra utama. Dalam beberapa tahun terakhir, ekspor kelapa dan durian dari Sulteng sudah menunjukkan peningkatan, dan Key Strategy diharapkan mendorong pertumbuhan yang lebih pesat.

Pengembangan Key Strategy di sektor hilirisasi juga menguntungkan sektor kecil dan menengah. Dengan adanya pendanaan dan dukungan pemerintah, UKM di Sulteng bisa mengakses teknologi pengolahan modern, sehingga produk mereka lebih menarik bagi konsumen. Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Key Strategy ini tidak hanya menguntungkan perekonomian daerah, tetapi juga mendorong inovasi dan penguatan ekosistem usaha yang lebih inklusif.

Kolaborasi dengan Hainan tidak hanya terbatas pada ekspor produk pertanian. Pemprov Sulteng juga berencana menumbuhkan hubungan kerja sama dalam bidang teknologi dan pendidikan. Misalnya, melalui transfer ilmu pengetahuan dari Tiongkok, Sulteng bisa mengembangkan metode produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Key Strategy ini menjadi strategi jangka panjang untuk menjaga daya saing Sulteng di tingkat nasional dan internasional.

MORE FROM THIS CATEGORY