Key Strategy: Kabar Baik! RI Berhasil Tambah Produksi Minyak 777 Barel di Sumsel

1 day ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
produksi-migas-di-pertamina-ep-prabumulih-field-tahun-2025-melampaui-target-bahkan-produksi-di-31-desember-menembus-11024-bare-1767154617792_169

Key Strategy: Kabar Baik! RI Tambah Produksi Minyak 777 Barel di Sumsel

Dailynesia.com – Proyek peningkatan produksi minyak di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi sorotan berkat keberhasilan implementasi Key Strategy dalam pengembangan sumur KRG-042. Sumur tersebut, yang dikerjakan oleh PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4), telah mencapai hasil positif setelah selesai dibor pada 22 Juni 2026. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa peningkatan produksi ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kapasitas energi melalui strategi yang terukur dan berkelanjutan.

Produksi Berhasil Mencapai Target

Setelah proses uji produksi menggunakan Electric Submersible Pump (ESP) pada 16 Juli 2026, sumur tersebut berhasil menghasilkan 777 barrel per hari (BOPD) dari lapisan TAF-E1 (interval 1481-1482 mMD). Produksi ini berasal dari lapisan Layer E1, yang memiliki tekanan reservoir stabil. Hasil ini menjadi indikator kuat bahwa Key Strategy yang dijalankan SKK Migas dalam pengembangan lapangan minyak dapat mencapai hasil maksimal sesuai target.

Pengeboran sumur KRG-042 dilakukan di Struktur Karangan, Field Limau, yang terletak di sebelah selatan Kota Prabumulih. Lokasi ini menjadi salah satu titik strategis dalam pengembangan infrastruktur minyak nasional karena memiliki potensi cadangan yang signifikan. Proses pengeboran yang berlangsung selama 25 hari juga memperlihatkan efisiensi kerja tim yang kompeten, karena selesai lebih cepat dari jadwal yang direncanakan sebelumnya, yaitu 28 hari.

Penggunaan Teknologi Terkini

Dalam Key Strategy ini, penggunaan teknologi pengeboran modern menjadi fokus utama. RIG PDSI#25.2/LTO750-M yang digunakan menunjukkan komitmen terhadap inovasi untuk mengoptimalkan produksi. Djoko Siswanto menekankan bahwa teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan kecepatan pengerjaan, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan di lapangan. Kegiatan ini dilakukan tanpa gangguan signifikan, menjadikannya sebagai contoh sukses dalam penerapan Key Strategy di sektor energi.

Kelompok kerja ini juga mencatatkan anggaran yang telah dikeluarkan sebesar US$3.175.003,13, atau 76,15% dari Anggaran Fee Estimate (AFE) yang disetujui. Pencapaian anggaran ini menunjukkan keteraturan dalam pengelolaan dana dan kepatuhan terhadap target Key Strategy. Djoko Siswanto mengimbau masyarakat untuk berdoa agar hasil produksi bisa segera direkam, dengan harapan keberhasilan ini berdampak pada kebutuhan energi nasional.

Strategi Berdampak pada Kebutuhan Energi

Peningkatan produksi 777 BOPD ini memiliki makna strategis bagi Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan pasokan energi global. Dengan Key Strategy yang dijalankan, kapasitas produksi minyak nasional diharapkan bisa tetap stabil, sehingga mampu memenuhi kebutuhan domestik dan meningkatkan ekspor. Menurut Djoko Siswanto, proyek ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menjaga keseimbangan antara produksi, konsumsi, dan keberlanjutan lingkungan.

“Key Strategy ini memberikan kontribusi besar dalam mencapai target produksi nasional. Dengan pelaksanaan yang baik, kita bisa memastikan kelangsungan energi untuk kehidupan rakyat dan perekonomian,” ujar Djoko Siswanto dalam keterangan tertulis kepada CNBC Indonesia, Minggu (19/7/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan terstruktur dalam pengelolaan minyak tidak hanya menguntungkan sektor hulu, tetapi juga berdampak pada industri hilir yang mengandalkan pasokan yang cukup.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah dan perusahaan pertambangan terus mengembangkan Key Strategy untuk meningkatkan efisiensi dalam produksi. Proyek seperti KRG-042 menjadi bukti bahwa penerapan strategi ini bisa menghasilkan nilai tambah, baik secara ekonomi maupun sosial. Peningkatan produksi minyak juga diharapkan mendorong investasi lebih besar di sektor energi, terutama di daerah dengan potensi cadangan besar seperti Sumsel.

MORE FROM THIS CATEGORY