News

Houthi Rebut Satu Pulau, Arab Saudi Minta Tolong AS

anggota-pasukan-pemerintah-yaman-yang-didukung-arab-saudi-berjalan-di-tengah-apa-yang-mereka-sebut-sebagai-bentrokan-dengan-ke-1789000411790_169

Houthi Menguasai Pulau Mayyun di Jalur Bab Al Mandab, Saudi Hubungi AS

Dailynesia.com – Ketegangan di Yaman meningkat setelah kelompok Houthi mengambil alih Pulau Perim, yang juga dikenal sebagai Mayyun, pada Jumat (11/9/2026). Pulau tersebut berada di Selat Bab Al Mandab, lintasan laut strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

Perkembangan ini menarik perhatian karena Bab Al Mandab memiliki peran penting bagi pelayaran internasional. Setiap perubahan penguasaan wilayah di sekitar selat itu berpotensi memengaruhi keamanan kapal yang melintas, termasuk arus perdagangan yang bergerak antara kawasan Laut Merah dan perairan di sekitar Teluk Aden.

Pasukan Pemerintah Mundur Sehari Sebelumnya

Seorang pejabat Yaman yang identitasnya tidak dipublikasikan menyatakan pasukan Houthi tiba di Mayyun setelah pasukan pemerintah meninggalkan pulau tersebut pada hari sebelumnya. Kedatangan kelompok bersenjata itu dilakukan dengan perahu-perahu yang membawa para petempur.

“Perahu-perahu yang mengangkut petempur bersenjata Houthi tiba di Pulau Mayyun setelah pasukan pemerintah menarik diri dari sana kemarin,” kata pejabat tersebut kepada AFP.

Pejabat itu menyebut proses pengambilalihan telah diselesaikan, mencakup area Bab Al Mandab dan Pulau Mayyun yang berada di tengah selat. Situasi di lapangan juga diperkuat oleh keterangan saksi mata yang melihat sejumlah anggota kelompok bersenjata menempati kawasan pesisir Bab Al Mandab.

“Kelompok Houthi telah merampungkan pengambilalihan wilayah Bab Al Mandab dan Pulau Mayyun, yang terletak di tengah selat tersebut,” lanjutnya.

Para petempur terlihat bergerak menggunakan kendaraan militer di sekitar pantai. Penempatan pasukan di titik-titik pesisir memperlihatkan arti strategis wilayah tersebut, terutama karena pulau dan selat di sekitarnya berada dekat jalur keluar-masuk Laut Merah.

Riyadh Meminta Dukungan Militer Washington

Di tengah penguasaan Pulau Mayyun, pemerintah Arab Saudi meminta bantuan militer kepada Amerika Serikat untuk menghadapi Houthi. Permintaan itu disampaikan kepada Presiden AS Donald Trump pada Kamis (10/9/2026).

Pada hari yang sama, Trump disebut melakukan sedikitnya dua percakapan telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman. Pembicaraan tersebut berlangsung ketika kekhawatiran atas situasi keamanan di Yaman dan jalur pelayaran regional kembali menguat.

Usulan agar Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Houthi tidak mendapat persetujuan Trump. Sebagai gantinya, Washington menawarkan bentuk dukungan lain, termasuk berbagi informasi intelijen dan membantu penentuan sasaran serangan.

Gedung Putih tidak memberikan tanggapan mengenai percakapan antara Trump dan Mohammed bin Salman. Kantor media pemerintah Arab Saudi juga belum mengeluarkan pernyataan terkait pembicaraan kedua pemimpin maupun permintaan bantuan tersebut.

Fokus AS pada Kebebasan Navigasi

Seorang pejabat senior pemerintah AS, yang berbicara tanpa mencantumkan nama, menyatakan Washington tetap menjalin komunikasi dengan Arab Saudi dan pemerintah Yaman. Dalam penjelasannya, Amerika Serikat menekankan perlindungan kepentingan keamanan nasional sekaligus mendorong negara-negara mitra di kawasan untuk memegang peran utama dalam menghadapi persoalan keamanan regional.

“Amerika Serikat fokus untuk melindungi kepentingan utama keamanan nasional kami, seperti menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah, sembari memberdayakan mitra-mitra regional kami agar mengambil peran utama dalam menangani dan menyelesaikan tantangan keamanan kawasan,” kata pejabat tersebut.

Pernyataan itu menempatkan kebebasan navigasi di Laut Merah sebagai salah satu perhatian utama Washington. Bagi pelayaran komersial, keamanan di kawasan Bab Al Mandab sangat penting karena selat ini menjadi penghubung antara Laut Merah dan Teluk Aden. Gangguan keamanan di sekitar titik tersebut dapat meningkatkan risiko bagi kapal maupun awak yang beroperasi di perairan sekitarnya.

Bab Al Mandab juga memiliki nilai strategis karena letaknya berada di antara Jazirah Arab dan Tanduk Afrika. Pulau Mayyun berada di tengah selat, sehingga penguasaan atas wilayah itu memberi arti penting dalam konteks pengawasan perairan dan aktivitas militer di sekitarnya.

Panglima CENTCOM Datang ke Arab Saudi

Seiring meningkatnya perhatian terhadap perkembangan di Yaman, Komandan Komando Pusat AS atau CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada Kamis. Kunjungan tersebut bertujuan menggelar pembicaraan dengan pihak terkait.

Belum ada rincian resmi mengenai hasil pembicaraan Cooper di Arab Saudi. Namun, kunjungan itu berlangsung bersamaan dengan komunikasi tingkat tinggi antara Washington dan Riyadh mengenai respons terhadap Houthi.

Pengambilalihan Mayyun menambah tekanan pada situasi keamanan regional yang sudah kompleks. Selain persoalan penguasaan wilayah di Yaman, perkembangan di Bab Al Mandab juga berkaitan langsung dengan kepentingan pelayaran di Laut Merah dan Teluk Aden. Karena itu, respons dari negara-negara yang memiliki kepentingan keamanan di kawasan akan terus menjadi perhatian.

Bagi pembaca yang mengikuti dinamika regional, titik utama dari peristiwa ini adalah posisi Pulau Mayyun. Pulau kecil itu berada di kawasan yang dapat memengaruhi akses menuju dan dari Laut Merah. Ketika kontrol wilayah berubah, perhatian tidak hanya tertuju pada konflik di daratan Yaman, tetapi juga pada kemungkinan dampaknya terhadap keamanan maritim yang lebih luas.

Frequently Asked Questions

What is Houthi Rebut Satu Pulau Arab Saudi?

Houthi Rebut Satu Pulau Arab Saudi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Houthi Rebut Satu Pulau Arab Saudi matter?

Houthi Rebut Satu Pulau Arab Saudi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *