Demand Listrik Naik, Tegaskan Peran LNG untuk Ketahanan Kelistrikan

57 minutes ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
d8e661ac-ea2d-435f-8e45-516ccad88d2f-0

Peran Strategis LNG dalam Mendukung Ketahanan Kelistrikan Nasional

Dailynesia.com – Jakarta — Di tengah ketidakpastian geopolitik global, ketahanan energi menjadi prioritas utama alongside sustainability dan keterjangkahan harga. Gas alam cair (LNG) yang bersumber dari dalam negeri serta energi fosil paling bersih akan memegang peranan krusial dalam mendukung transisi energi, khususnya untuk sistem kelistrikan nasional.

Proyeksi Pertumbuhan Kebutuhan Energi

Rakhmad Dewanto, yang menjabat sebagai Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) serta Pelaksana Harian Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), menjelaskan bahwa pertumbuhan kebutuhan gas didorong oleh beberapa faktor. Ekspansi sektor industri, elektrifikasi transportasi, dan berkembangnya kawasan ekonomi baru menjadi pendorong utama. Selain itu, peningkatan kebutuhan pusat data juga berkontribusi signifikan. Dalam lima tahun ke depan, data center diperkirakan membutuhkan tambahan listrik sekitar 15 gigawatt.

Menurut proyeksi, kebutuhan energi primer nasional akan meningkat sekitar 2% setiap tahunnya. Sementara itu, permintaan listrik tumbuh lebih tinggi, yakni antara 4,6 hingga 5,4% per tahun. Kondisi ini menuntut ketersediaan pasokan gas dan LNG yang semakin andal untuk menjaga fleksibilitas sistem tenaga listrik di tengah sekaligus mendukung peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Peran LNG sebagai Energi Penyeimbang

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, produksi listrik nasional diproyeksikan meningkat dari 304,4 TWh menjadi 584,3 TWh. Pada saat yang sama, porsi pembangkit berbasis batu bara menurun menjadi sekitar 47%, sementara kontribusi energi baru terbarukan meningkat hingga 33 persen.

Dalam kondisi tersebut, LNG tetap menjadi energi penyeimbang (balancing fuel) yang mampu menjaga keandalan sistem ketika pembangkit berbasis surya maupun angin mengalami fluktuasi. PT PLN (Persero) memproyeksikan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional akan tumbuh rata-rata sekitar 4,5% per tahun, dari 1.748 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) pada 2026 menjadi hampir 2.490 BBTUD pada 2034.

Seiring pertumbuhan tersebut, porsi Liquefied Natural Gas (LNG) dalam pasokan gas PLN diperkirakan meningkat dari 57% menjadi 67%, mempertegas peran LNG sebagai tulang punggung keandalan sistem kelistrikan sekaligus penopang transisi energi nasional.

Keamanan Pasokan dan Infrastruktur

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, PLN EPI memperkuat pengamanan pasokan melalui kontrak gas dan LNG jangka panjang bersama West Natuna Exploration Limited (WNEL), Mubadala Energy, INPEX, dan South Hub. Kerja sama tersebut mencakup pasokan gas hingga 300 BBTUD dan kontrak LNG lebih dari 49 juta ton, sehingga memberikan kepastian pasokan energi primer bagi sistem kelistrikan nasional dalam jangka panjang.

Selain mengamankan pasokan, PLN juga mempercepat pembangunan infrastruktur LNG nasional melalui pengembangan FSRU di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Cilegon, pembangunan klaster gasifikasi di Indonesia Timur, serta peningkatan kapasitas penyimpanan LNG nasional menjadi sekitar 1,2 juta meter kubik dengan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 MMSCFD.

“Kita tetap mendorong peningkatan energi baru dan terbarukan. Namun sistem kelistrikan juga harus tetap andal. Di sinilah gas memiliki peran strategis untuk menjaga keseimbangan antara keamanan energi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan,” kata Rakhmad.

“Permintaan listrik Indonesia akan terus meningkat. Karena itu kita membutuhkan pasokan energi yang aman, andal, dan fleksibel. Dalam konteks tersebut, gas tidak hanya berperan sebagai energi transisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan nasional,” ujar Rakhmad, dikutip Minggu (2/8/2026).

Infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas distribusi LNG sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok energi di tengah dinamika geopolitik global. Melalui penguatan kontrak pasokan jangka panjang, percepatan pembangunan infrastruktur LNG, dan diversifikasi rantai pasok energi primer, PLN terus membangun sistem energi yang semakin tangguh, fleksibel, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat integrasi energi baru terbarukan, serta mendukung implementasi prinsip ESG dan pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia.

Frequently Asked Questions

What is Demand Listrik Naik Tegaskan Peran LNG?

Demand Listrik Naik Tegaskan Peran LNG is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Demand Listrik Naik Tegaskan Peran LNG matter?

Demand Listrik Naik Tegaskan Peran LNG matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY