BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

57 minutes ago  ·  4 min read
By William Moore - dailynesia.com
521476ab-7315-48ad-9deb-b6b0b9759d73-0

BNI Dukung Akad Massal 62 710 KPR untuk Percepat Program Tiga Juta Rumah

Dailynesia.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan peran strategisnya dalam sektor perumahan melalui dukungan terhadap akad massal yang melibatkan 62.710 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan perbankan untuk mempercepat realisasi Program Tiga Juta Rumah. Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi instrumen kunci yang memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah mengakses hunian layak dengan bunga yang terjangkau. Melalui langkah ini, BNI Dukung Akad Massal 62 710 KPR sebagai wujud komitmen bank dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan besar ini diselenggarakan di Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (30/7/2026). Acara yang menggabungkan prosesi akad massal dengan serah terima kunci ini dihadiri oleh 200 debitur secara langsung di lokasi. Sementara itu, sebanyak 62.510 debitur lainnya mengikuti acara secara daring melalui platform virtual. Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menandai pentingnya program perumahan dalam agenda pembangunan nasional.

Kehadiran Para Pemimpin Mendukung Program Perumahan

Presiden Prabowo Subianto didampingi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta Komisioner Badan Tapera Heru Pudyo Nugroho. Kehadiran mereka menunjukkan tingkat prioritas yang tinggi terhadap program perumahan nasional. Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan Himpunan Bank Milik Negara, perwakilan bank penyalur, pengembang properti, dan para penerima manfaat program. Komposisi peserta yang beragam mencerminkan sinergi multipihak dalam mendukung keberhasilan program ini.

BNI tercatat sebagai salah satu bank penyalur utama yang berperan dalam penyediaan pembiayaan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Direktur Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa dukungan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa melalui program ini, BNI Dukung Akad Massal 62 710 KPR sebagai bagian dari strategi jangka panjang bank.

“BNI terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat melayani negeri sepenuh hati, kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak melalui penyaluran KPR Rumah Subsidi,” ujar Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2026).

Menurut Iqbal, penyaluran pembiayaan rumah subsidi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor perumahan dengan efek berganda terhadap berbagai kegiatan ekonomi nasional. Sektor konstruksi, properti, dan industri pendukung lainnya diharapkan dapat merasakan manfaat dari peningkatan aktivitas pembiayaan perumahan. Hal ini sejalan dengan visi BNI untuk menjadi bank yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.

Ekosistem Perumahan Semakin Kuat Melalui KUR Perumahan

Selain akad KPR subsidi, kegiatan tersebut juga mencakup akad massal bagi 200 debitur Program Kredit Usaha Rakyat Perumahan. Nilai total akad KUR Perumahan mencapai Rp880 miliar untuk 7.100 debitur. Komposisi debitur terdiri dari 6.873 pada sisi permintaan atau demand dan 227 debitur pada sisi penyediaan atau supply. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem perumahan dari dua sisi, yaitu masyarakat yang membutuhkan hunian dan pelaku usaha yang mendukung penyediaan rumah.

Sejumlah penerima manfaat juga mengikuti prosesi serah terima kunci secara simbolis. Salah satunya adalah Nilam Chya Ayu, nasabah BNI yang bekerja di sebuah pabrik sepatu di Batang. Pada kesempatan yang sama, Presiden berdialog secara daring dengan Terry Alfrits Wagiu, nasabah BNI yang berprofesi sebagai wartawan di Tomohon. Terry menceritakan perjalanannya hingga berhasil memiliki rumah pertama setelah 14 tahun berumah tangga melalui fasilitas KPR Subsidi BNI.

“BNI optimistis sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan akan semakin mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Melalui keterlibatan dalam akad massal tersebut, BNI berupaya memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem hunian yang lebih inklusif. Langkah itu menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk menghadirkan solusi keuangan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.

Frequently Asked Questions

Apa itu akad massal KPR subsidi? Akad massal KPR subsidi adalah kegiatan yang menggabungkan proses akad dan serah terima kunci bagi banyak debitur secara bersamaan. Kegiatan ini mempercepat proses penyerahan rumah kepada masyarakat yang telah disetujui untuk mendapatkan KPR subsidi.

Berapa jumlah debitur dalam akad massal BNI? Dalam kegiatan ini, BNI Dukung Akad Massal 62 710 KPR yang terdiri dari 200 debitur hadir secara fisik dan 62.510 debitur mengikuti secara daring di Puri Delta City Side, Kabupaten Batang.

Apa perbedaan KPR subsidi dan KUR Perumahan? KPR subsidi ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki rumah pertama, sedangkan KUR Perumahan mendukung pelaku usaha di sektor perumahan, baik dari sisi permintaan maupun penyediaan.

Bagaimana cara mengakses KPR Subsidi BNI? Masyarakat dapat mengakses KPR Subsidi BNI melalui kantor cabang atau aplikasi digital BNI. Syarat utama meliputi penghasilan bulanan sesuai ketentuan dan belum memiliki rumah.

Berapa nilai total akad KUR Perumahan dalam kegiatan ini? Nilai total akad KUR Perumahan mencapai Rp880 miliar untuk 7.100 debitur, dengan komposisi 6.873 debitur sisi demand dan 227 debitur sisi supply.

MORE FROM THIS CATEGORY