Beruntung! Beli Tanah di Bogor – Orang Jakarta Ini Kaya 3 Turunan

2 months ago  ·  2 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
sejumlah-warga-melihat-kondisi-rumah-yang-longsor-di-kawasan-desa-kuripan-kecamatan-ciseeng-kabupaten-bogor-jawa-barat-selasa-6_169

Beruntung! Jonathan Michiels Menjadi Orang Terkaya Tiga Generasi Berkat Tanah di Bogor

Dailynesia.com – Tanah di Indonesia memiliki nilai tahan lama yang terus meningkat setiap tahun. Aset ini sering menjadi pilihan investasi karena sifatnya fleksibel dan bisa dimanfaatkan secara beragam. Seorang warga Jakarta bernama Jonathan Michiels, dulu dikenal sebagai Batavia, mengalami keberuntungan luar biasa saat membeli lahan di kawasan Cileungsi dan Klapanunggal, Jawa Barat, pada tahun 1776–1778.

Awal Mula Pembelian Tanah

Jonathan membeli dua tanah kosong dari pegawai VOC dengan harga yang berbeda. Di Cileungsi, ia menghabiskan 29.500 ringgit Belanda, sedangkan di Klapanunggal, biayanya sekitar 26.400 ringgit Belanda. Kedua lokasi ini memiliki kondisi serupa, yakni lahan datar yang dikelilingi hutan dan bergelombang seperti gunung.

Pada masa pembelian, Jonathan tidak mengeksplorasi setiap detail tanah. Ia hanya memandangnya sebagai investasi jangka panjang. Namun, kejutan datang ketika ia mengetahui tanah tersebut menyimpan harta karun bernilai tinggi: sarang burung walet. Komoditas ini menjadi barang langka dan mahal selama masa kolonial, disamping rempah-rempah.

“Keberhasilan Jonathan membuat kehidupannya berubah drastis,” tulis Jean Gelman Taylor dalam karya The Social World of Batavia (1983). Ia pun menjadi salah satu orang terkaya di Batavia, yang kini berada di Jakarta.

Warisan yang Membentuk Kekayaan Selama Generasi

Karena harta karun ini, Jonathan memperluas kepemilikan tanah. Ia membeli lahan di daerah seperti Nambo, Cipanas, Ciputri, Cibarusah, Naggewer, serta beberapa wilayah di pinggir Batavia yang sekarang menjadi bagian Kabupaten Bogor dan Bekasi.

Dalam De Laatste der Mardijkers (1917), F de Haan mencatat bahwa kekayaan Jonathan berlanjut hingga tiga turunan. Warisan ini memastikan keluarga Michiels tidak mengalami kesulitan finansial selama dua generasi. Anak-anak Jonathan, seperti Andries, Pieter, Augustijn, Elizabeth, dan Geetruida, dibagikan tanah pada 1800.

Augustijn menjadi keturunan paling beruntung, karena ia menjadi pewaris tunggal dari kekayaan ayah. Keistimewaan ini dijelaskan oleh de Haan, yang menyebut bahwa kekayaan Augustijn mencapai luas sekitar 144.000 hektar—setara dengan Provinsi Utrecht, Belanda—dengan luas 1.449 kilometer persegi.

Selain membeli lahan, uang hasil warisan juga dialokasikan untuk usaha tambang emas dan pengembangan properti. Semua langkah ini menjaga kekayaan keluarga tetap bertumbuh. Augustijn meninggal pada 27 Januari 1883, lalu mewariskan seluruh harta ke generasi ketiga keluarga Michiels.

MORE FROM THIS CATEGORY