Begini Strategi Purbaya Kejar Pertumbuhan 6% – Meski Harga Minyak Naik

1 month ago  ·  2 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
9b547d6f-a336-4ec4-a059-d4745585a177-0

Strategi Purbaya Yudhi Sadewa Untuk Pertumbuhan Ekonomi 6% Meski Harga Minyak Melonjak

Dailynesia.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kenaikan harga minyak global tetap dipastikan stabil, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam Economic Update 2026 yang disiarkan CNBC Indonesia, ia menegaskan bahwa perekonomian nasional masih mampu mencapai pertumbuhan yang baik. “Ekonomi kita bisa tumbuh dengan cukup bagus, meski harga minyak global sedang tinggi,” ujarnya.

APBN Sebagai Penyerap Fluktuasi Harga Minyak

Purbaya menjelaskan bahwa daya tahan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkat kemampuan APBN menyerap kejutan harga minyak. Ia menambahkan, dampaknya adalah daya beli masyarakat tetap terjaga. “

Karena kita menyerap kejutan negatif dari pasar minyak dunia, harga mungkin tidak naik terlalu tinggi, sehingga daya beli masyarakat juga tetap terpelihara, memungkinkan mereka berbelanja terus sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Kenaikan Harga Minyak Mentah Global dan Dampaknya

Harga minyak mentah global, baik Brent maupun WTI, mengalami kenaikan signifikan sejak akhir Februari hingga mencapai level di atas US$110 per barel. Situasi ini disebabkan oleh konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berujung pada penutupan Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak mentah. Akibatnya, harga minyak acuan Indonesia (ICP) juga melonjak.

Menurut data Kementerian ESDM, ICP Januari 2026 sebesar US$64,41 per barel. Pada Februari, harga naik ke US$68,79, kemudian melanjutkan kenaikan tajam hingga US$102,26 di Maret. Puncaknya terjadi di April dengan level US$117,31 per barel, lalu turun ke US$106,56 per barel pada Mei. Rata-rata harga ICP selama lima bulan pertama 2026 mencapai US$91,86 per barel.

Pertumbuhan Ekonomi dan Stabilitas BBM

Kenaikan harga minyak mentah berdampak pada harga bahan bakar non-subsidi seperti BBM RON 92, RON 95, dan RON 98. Namun, hingga saat ini pemerintah belum menaikkan harga BBM subsidi seperti Pertalite (RON 90), yang dominan digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, transportasi, dan logistik.

Dalam Media Briefing April lalu, Purbaya menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2026 sekitar 5,7%. “Pertumbuhannya? 5,7. Jadi pada kuartal ke II, 5,7,” katanya. Ia menekankan bahwa strategi kebijakan fiskal berperan penting dalam menjaga momentum pertumbuhan meski dihadapkan pada tekanan inflasi dari harga minyak.

MORE FROM THIS CATEGORY