News

2 Negara Muslim Putus Hubungan, Usir Dubes-Blokir Wilayah Udara

seorang-pria-melambaikan-bendera-aljazair-saat-pesawat-tempur-terbang-selama-parade-militer-untuk-menandai-peringatan-60-tahun-1742974810408_169

Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA di Tengah Ketegangan Afrika Utara

Dailynesia.com – Ketegangan geopolitik di Afrika Utara memasuki fase baru setelah Aljazair memutus hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA). Pemerintah Aljazair juga memberi waktu 48 jam kepada Duta Besar UEA untuk meninggalkan negara tersebut, sebuah langkah yang menunjukkan memburuknya hubungan kedua negara secara tajam.

Keputusan itu diumumkan pada pekan ini. Otoritas Aljazair menilai Abu Dhabi semakin sering menjalankan tindakan yang dianggap provokatif dan bermusuhan. Dalam pernyataan resminya, Aljazair menegaskan bahwa ruang untuk mempertahankan hubungan bilateral telah habis.

“Semua upaya untuk menjaga hubungan bilateral telah habis.”

Dari pihak UEA, Penasihat Presiden Anwar Gargash memberikan respons bernada kritik tanpa menyebut Aljazair secara langsung. Ia menyampaikan bahwa diplomasi seharusnya berjalan dengan kepentingan yang tegas, bukan melalui pesan yang sulit dipahami.

Pemutusan hubungan ini bukan sekadar perselisihan diplomatik biasa. Persoalannya berkaitan dengan persaingan pengaruh di sejumlah wilayah yang dianggap penting bagi keamanan Aljazair, mulai dari Sahara Barat, Sahel, hingga Libya bagian selatan.

Wilayah udara menjadi langkah awal pembatasan

Salah satu dampak langsungnya adalah penutupan wilayah udara Aljazair bagi pesawat sipil dan militer milik UEA sejak 11 September. Pembatasan tersebut memperlihatkan bahwa ketegangan politik telah berkembang menjadi tindakan praktis yang memengaruhi konektivitas kedua negara.

Namun, masih terdapat pengecualian sementara untuk penerbangan komersial yang berangkat dari atau menuju Bandara Houari Boumediene. Pengecualian ini berlaku hingga akhir 2026, ketika perjanjian layanan udara yang ditandatangani pada 2013 dijadwalkan berakhir.

Penutupan ruang udara memiliki arti simbolis sekaligus strategis. Selain membatasi akses penerbangan, kebijakan itu menjadi sinyal bahwa Aljazair tidak ingin memisahkan hubungan ekonomi dan transportasi dari konflik kepentingan politik yang lebih luas.

Sahara Barat dan Kedekatan UEA dengan Maroko

Pusat ketegangan terletak pada sengketa Sahara Barat, wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi sumber konflik antara Aljazair dan Maroko. Aljazair menentang klaim serta penguasaan Maroko atas kawasan tersebut, sementara Rabat mempertahankan posisinya di Sahara Barat.

UEA dipandang mengambil posisi yang dekat dengan Maroko. Pada November 2020, negara itu menjadi negara Arab pertama yang membuka konsulat jenderal di Laayoune, kota di Sahara Barat yang berada di bawah kendali Maroko. Langkah tersebut memiliki bobot politik besar karena dipahami sebagai dukungan terhadap posisi Rabat di wilayah sengketa.

Pada tahun yang sama, UEA dan Maroko juga menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Perjanjian Abraham. Hubungan Maroko-Israel kemudian berkembang ke kerja sama militer dan intelijen. Di mata Aljazair, perkembangan tersebut membentuk jaringan aliansi yang dapat mengubah keseimbangan keamanan kawasan, dengan UEA sebagai salah satu pendukung pentingnya.

Kecurigaan Aljazair juga diperkuat oleh investasi UEA senilai 15 miliar euro, atau sekitar Rp265,5 triliun, untuk infrastruktur di Maroko. Proyek yang disorot mencakup pelabuhan Dakhla di Sahara Barat serta pelabuhan Nador. Infrastruktur pelabuhan bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat meningkatkan peran strategis suatu negara dalam perdagangan dan konektivitas regional.

Persaingan pengaruh di Sahel

Di sisi selatan, Aljazair menghadapi perubahan besar di kawasan Sahel. Pengaruhnya di Mali menurun setelah serangkaian kudeta. Perubahan politik itu menciptakan ruang bagi sejumlah kekuatan lain untuk memperluas kehadiran, termasuk Rusia, Turki, Maroko, dan UEA.

Abu Dhabi mempererat hubungan dengan otoritas baru di kawasan tersebut, memberikan pinjaman kepada Chad, serta memperluas jaringan di Sudan. Bagi Aljazair, aktivitas itu tidak dipandang sebagai langkah terpisah-pisah. Seluruh perkembangan tersebut dianggap memperkuat negara dan aktor yang memiliki kedekatan dengan Maroko.

Situasi Sahel penting bagi Aljazair karena kawasan ini berada di sekitar perbatasan selatan yang luas dan sensitif. Ketidakstabilan politik, perubahan kepemimpinan, serta aktivitas kelompok bersenjata dapat dengan cepat memengaruhi lingkungan keamanan lintas batas.

Libya dan kekhawatiran di perbatasan timur

Di arah timur, perhatian Aljazair tertuju pada Libya. UEA dikenal sebagai pendukung eksternal utama Khalifa Haftar, yang pasukannya menguasai Libya timur dan sebagian besar wilayah selatan Fezzan. Wilayah Fezzan berbatasan langsung dengan teritori Aljazair.

Kedekatan pasukan Haftar dengan perbatasan menjadi isu yang sangat sensitif bagi Aljazair. Presiden Abdelmadjid Tebboune pernah menyatakan bahwa negaranya akan mengambil langkah tegas apabila pasukan tersebut bergerak mendekati perbatasan Aljazair.

Dari perspektif Aljazair, pengaruh UEA di Maroko di sebelah barat, negara-negara Sahel di selatan, dan Libya di timur membentuk tekanan strategis dari tiga arah. Gambaran inilah yang sering disebut sebagai “sabuk merah”, yakni kondisi ketika ruang gerak diplomatik dan keamanan Aljazair terasa semakin sempit.

Isu Kabylia menjadi batas yang paling sensitif

Tuduhan paling berat yang dilontarkan Aljazair menyangkut dugaan keterlibatan UEA dalam persoalan domestik. Media yang berafiliasi dengan pemerintah Aljazair menuduh Abu Dhabi memiliki kaitan dengan Gerakan Penentuan Nasib Sendiri Kabylia.

Gerakan tersebut memperjuangkan kemerdekaan wilayah Berber, beroperasi dari luar negeri, dan memiliki hubungan dengan Maroko serta Israel. Pemerintah Aljazair telah menetapkannya sebagai kelompok teroris. Karena itu, isu Kabylia dipandang bukan hanya sebagai perbedaan politik, melainkan persoalan kedaulatan nasional.

Bagi kepemimpinan Aljazair, dugaan dukungan asing terhadap gerakan tersebut merupakan garis merah yang tidak dapat diterima. Penutupan wilayah udara dan pengusiran duta besar memperlihatkan bahwa Aljazair ingin menerjemahkan keberatan politiknya ke dalam tindakan diplomatik yang nyata.

“Aljazair sedang menarik batas politik. Era ketika perdagangan dapat dikembangkan secara independen dari perjuangan untuk mendapatkan pengaruh sudah berakhir,” pungkas Farhad Ibragimov.

Perkembangan ini menegaskan bahwa rivalitas di Afrika Utara tidak hanya ditentukan oleh hubungan dua negara. Sengketa wilayah, investasi, kerja sama keamanan, perubahan kekuasaan di Sahel, serta konflik Libya kini saling berkaitan. Pemutusan hubungan Aljazair dan UEA menjadi penanda bahwa persaingan pengaruh regional telah memasuki tahap yang lebih terbuka.

Frequently Asked Questions

What is 2 Negara Muslim Putus Hubungan Usir?

2 Negara Muslim Putus Hubungan Usir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 2 Negara Muslim Putus Hubungan Usir matter?

2 Negara Muslim Putus Hubungan Usir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *