Video: Genjatan Senjata AS & Iran hingga Dolar AS Tembus Rp 17.800

2 months ago  ·  2 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
as-iran-perpanjang-genjatan-senjata-rupiah-anjlok-dan-dolar-as-tembus-rp-17800-1780038688135_169

Video: Genjatan Senjata AS & Iran hingga Dolar AS Tembus Rp 17.800

Dailynesia.com – Pasar saham Jakarta mencatatkan peningkatan signifikan pada hari Jum’at (29/05/2026), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,88% hingga mencapai level 6.184 pada pukul 10:02 WIB. Di sisi lain, nilai tukar Rupiah mengalami penurunan 0,53%, dengan Dolar AS mencapai Rp 17.870. Fenomena ini menunjukkan dampak langsung dari ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang telah memicu kekhawatiran pasar terhadap kestabilan ekonomi global.

Pengaruh Geopolitik AS dan Iran

Kenaikan IHSG terutama dipengaruhi oleh sentimen positif terhadap stabilitas pasar keuangan internasional, sementara pelemahan Rupiah mencerminkan ketergantungan Indonesia pada mata uang asing. Ketegangan antara AS dan Iran, yang terjadi di tengah perang dagang dan isu perang nuklir, berdampak langsung pada pergerakan nilai tukar mata uang. Peningkatan nilai Dolar AS menjadi Rp 17.800 mencerminkan kecemasan investor terhadap ketidakpastian geopolitik yang mengganggu aliran investasi dan permintaan terhadap aset berisiko.

Kondisi Pasar Keuangan Global

Pasar keuangan global terus bergerak dinamis dalam kondisi ketegangan geopolitik yang memicu aliran dana ke aset aman seperti obligasi dan saham berbasis USD. Perang dagang antara AS dan Iran tidak hanya memengaruhi harga minyak, tetapi juga mengubah dinamika pertukaran mata uang. Dolar AS, sebagai mata uang utama dunia, menguat karena investor mencari pelindung dari risiko perang dan ketidakstabilan politik. Dengan nilai tukar mencapai Rp 17.870, kenaikan Dolar AS menciptakan tekanan terhadap Rupiah yang menjadi mata uang utama untuk transaksi domestik.

Kondisi pasar ini juga memengaruhi indeks saham regional. Beberapa pasar Asia seperti Korea Selatan dan Tiongkok menunjukkan respons yang berbeda terhadap isu geopolitik, sementara pasar saham Indonesia tetap stabil namun dipengaruhi oleh faktor eksternal. Investor lokal terus memantau pergerakan Dolar AS sebagai indikator kesehatan ekonomi global, dengan kecenderungan menguat karena kekhawatiran terhadap perang dagang dan pembatasan sanksi terhadap Iran.

Analisis Ekonomi dan Sentimen Pasar

Ketegangan antara AS dan Iran memberikan dampak yang tidak terlepas dari faktor ekonomi makro. Perang dagang yang berlangsung hampir setahun terakhir telah menggeser fokus pasar ke saham dan obligasi yang dianggap lebih aman. Dolar AS, yang menjadi patokan utama, terus menguat karena kebijakan moneter ketat di AS dan pengaruh dari perang dagang dengan negara-negara seperti Tiongkok dan Eropa. Dengan nilai tukar mencapai Rp 17.800, dolar AS menjadi simbol kekuatan ekonomi AS dalam situasi ketegangan geopolitik.

Di sisi lain, Rupiah mengalami tekanan karena ketergantungan pada aliran dana asing dan sentimen negatif terhadap ketidakpastian politik. Meskipun ekonomi Indonesia terus tumbuh, volatilitas pasar keuangan terus menjadi fokus utama bagi investor. Sentimen pasar terhadap kebijakan AS dan Iran menciptakan perubahan cepat dalam nilai tukar mata uang, dengan kenaikan Dolar AS menjadi perhatian utama dalam konteks kestabilan ekonomi.

Selengkapnya, simak ulasan Mercy Widjaja dalam program Profit, CNBC Indonesia, yang dibroadcast pada hari Jum’at, 29 Mei 2026. Analisisnya menunjukkan bahwa ketegangan antara AS dan Iran berdampak langsung pada nilai tukar Dolar AS, dengan ekspor dan impor menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan Rupiah.

MORE FROM THIS CATEGORY