BEI Terima Audiensi Emiten-emiten yang Masuk Daftar HSC, Ini Daftarnya

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
33a062ff-21b2-4a63-ab20-d6673a7b3da7_169

BEI Audiensi Emiten HSC, Daftar Perusahaan Lengkap

Dailynesia.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengadakan beberapa sesi audiensi dengan emiten-emiten yang terdaftar dalam daftar High Shareholder Concentration (HSC) sejak 2 April 2026. Menurut PJS Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, seluruh pertemuan tersebut berjalan lancar dan emiten diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan mengenai perubahan struktur kepemilikan saham. “Kami layani semua sesi diskusi dengan maksimal, termasuk beberapa jadwal yang telah disusun,” terangnya dalam wawancara kepada media pada Senin (18/5/2026).

Peningkatan Free Float Jadi Fokus Utama

Topics Covered – Dalam audiensi tersebut, BEI memberi perhatian khusus terhadap upaya emiten untuk meningkatkan persentase saham yang tersedia secara publik (free float) hingga maksimal 15%. Jeffrey menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan dalam daftar HSC telah menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kondisi kepemilikan saham, terutama dalam mengurangi dominasi pemegang saham besar. “Kami telah melihat langkah-langkah positif dari beberapa emiten, dan progresnya cukup signifikan,” jelasnya.

“Emiten yang masuk HSC diminta untuk melaporkan perubahan struktur kepemilikan saham secara berkala, agar transparansi dan kepercayaan investor terjaga,” tambah Jeffrey.

Topics Covered – Selain itu, BEI juga memberikan saran terkait kebijakan peningkatan free float yang diharapkan dapat mengurangi risiko monopoli kepemilikan saham. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan pasar dan meningkatkan daya tarik investasi. Emiten yang memenuhi syarat akan diberikan insentif atau penyesuaian terhadap aturan regulasi yang berlaku.

Daftar Emiten HSC Per 2 April 2026

Berdasarkan data yang dirilis oleh BEI dan KSEI per 2 April 2026, terdapat sejumlah perusahaan yang masuk dalam kategori HSC. Beberapa nama yang tercatat antara lain BREN dengan tingkat konsentrasi saham sebesar 97,31%, DSSA mencapai 95,76%, dan beberapa perusahaan lain seperti PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dengan 95,35%, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) 99,85%, serta PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) 95,94%. Angka tersebut menunjukkan dominasi pemegang saham utama dalam pengelolaan perusahaan-perusahaan tersebut.

Topics Covered – Dalam daftar ini, beberapa emiten terkait konglomerat besar seperti BREN yang dikelola oleh Prajogo Pangestu dan DSSA yang merupakan bagian dari Sinar Mas Grup. Namun, tidak semua perusahaan dalam HSC memiliki struktur kepemilikan yang serupa. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) berada di angka 99,77%, sementara PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) 98,35%, dan PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) 97,75%. BEI mengingatkan bahwa semua emiten dalam daftar ini harus terus berupaya meningkatkan free float untuk mencapai standar yang lebih baik.

Topics Covered – Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam HSC juga diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai strategi perubahan kepemilikan saham mereka. Pada audiensi tersebut, BEI menyampaikan panduan terkait pengelolaan saham dan transparansi laporan keuangan. “Kami ingin memastikan emiten mengerti langkah-langkah yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan HSC,” kata Jeffrey. Dengan adanya peningkatan free float, diharapkan pasar modal menjadi lebih sehat dan investasi lebih terbuka bagi berbagai pihak.

Topics Covered – Selain itu, BEI juga menjelaskan bahwa daftar HSC bukanlah keputusan akhir, tetapi merupakan langkah awal untuk memastikan emiten memenuhi persyaratan kepemilikan saham. Pemantauan terus dilakukan, dan emiten diberikan waktu untuk melakukan perubahan. “Penting bagi kami untuk melibatkan emiten dalam proses ini agar transparansi dan kepercayaan terjaga,” tambahnya. BEI menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih adil dan menarik bagi investor.

MORE FROM THIS CATEGORY