Solving Problems: Bos OJK Ajak Anak Muda Bangun Kemandirian Keuangan
Dailynesia.com – Menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang anak muda, terutama dalam mengelola keuangan. Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menekankan bahwa pengaturan dana secara tepat sejak awal karir bisa menghindari kekacauan finansial di masa depan. Dalam acara Jogja Financial Festival (Finfest) 2026, ia menjelaskan bahwa generasi muda yang mampu menyelesaikan masalah keuangan sekarang akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di dunia digital. “Keterampilan dalam memecahkan masalah keuangan jadi dasar untuk menciptakan kemandirian finansial, yang selanjutnya mendukung hidup yang lebih teratur,” ujarnya.
Kesadaran Literasi Finansial untuk Generasi Muda
Keterlibatan anak muda dalam keuangan membutuhkan pendidikan yang berkelanjutan. Friderica menyatakan bahwa OJK berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran literasi finansial melalui berbagai inisiatif. Ia mencontohkan bahwa sebelum memasuki pasar keuangan, generasi muda perlu memahami konsep dasar seperti tabungan, investasi, dan risiko keuangan. “Dengan literasi finansial yang baik, mereka bisa menghindari kesalahan yang sering terjadi, seperti berinvestasi tanpa perencanaan atau membeli aset secara impulsif,” tambahnya.
“Masa depan ekonomi Indonesia bergantung pada kemampuan anak muda menyelesaikan masalah keuangan sekarang. Mereka harus terbiasa mengelola uang secara bijak sebelum berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya dalam sesi wawancara.
Kemampuan Memilah Informasi di Era Digital
Dalam dunia digital yang semakin pesat, kemampuan menyelesaikan masalah keuangan generasi muda tidak hanya tentang teknik pengelolaan dana, tetapi juga memilah informasi yang valid. Friderica menyebutkan bahwa generasi Z, yang terbiasa dengan platform digital, cenderung rentan terhadap kesalahan investasi karena terpengaruh berita yang tidak jelas sumbernya. “Mereka harus belajar memisahkan informasi yang benar dari yang salah, agar tidak terjebak dalam tren keuangan yang bisa membawa risiko,” katanya.
“Teknologi memudahkan akses ke informasi, tetapi juga menuntut kesadaran untuk menyelesaikan masalah secara cermat. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, risiko kekacauan finansial bisa mengganggu stabilitas hidup mereka di masa depan,” terang Friderica.
OJK menggencarkan program edukasi keuangan yang menjangkau kalangan muda melalui media sosial dan platform digital. Upaya ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang prinsip dasar keuangan, termasuk cara menyelesaikan masalah pengeluaran berlebihan. “Kami ingin memastikan bahwa anak muda tidak hanya tahu tentang produk keuangan, tetapi juga bisa menyelesaikan masalah finansial secara mandiri,” jelasnya.
Langkah Nyata untuk Membangun Kemandirian Finansial
Menyelesaikan masalah keuangan memerlukan konsistensi dan disiplin. Friderica menyarankan beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan oleh anak muda, seperti menetapkan anggaran bulanan, memprioritaskan tabungan, dan memahami risiko investasi. “Setiap keputusan keuangan yang diambil hari ini akan mempengaruhi masa depan mereka. Jadi, penting untuk mempelajari cara menyelesaikan masalah keuangan secara sistematis,” ungkapnya.
“Anak muda harus menganggap keuangan sebagai alat untuk menyelesaikan masalah, bukan sekadar pengeluaran. Dengan membangun kebiasaan baik, mereka bisa menciptakan fondasi yang kuat untuk hidup yang lebih teratur,” kata Friderica.
Dalam rangka mengajak generasi muda menghadapi tantangan ekonomi dengan bijak, OJK juga menggandeng berbagai institusi pendidikan dan media untuk menyebarkan pengetahuan. Kegiatan ini sejalan dengan visi menyeluruh untuk menyelesaikan masalah keuangan nasional. “Kami percaya bahwa pendidikan finansial yang berkelanjutan akan membentuk generasi muda yang lebih tangguh,” tegasnya.
Menyelesaikan masalah keuangan bukan hanya tentang pengeluaran, tetapi juga tentang kesadaran akan potensi keuangan. Dengan membiasakan diri berinvestasi sejak dini, anak muda bisa memperkuat ketahanan finansial dan mengurangi risiko ketergantungan pada pemasukan pasif. Friderica menegaskan bahwa ini adalah langkah penting untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang mungkin muncul di masa depan.

