Rupiah Melaju Jelang Akhir Pekan, Dolar Turun ke Rp17.885

2 hours ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
petugas-menjunjukkan-uang-pecahan-dolar-amerika-serikat-as-dan-rupiah-di-dolar-asia-money-changer-jakarta-rabu-872026-1783496342241_169

Rupiah Melaju Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Melemah ke Rp17.885

Dailynesia.com – Rupiah Melaju Jelang Akhir Pekan dengan tren penguatan yang konsisten sepanjang perdagangan Jumat (7/8/2026). Mata uang Garuda berhasil mencatatkan apresiasi terhadap dolar Amerika Serikat selama tiga hari berturut-turut. Berdasarkan data yang dihimpun dari Refinitiv, rupiah pada penutupan sesi perdagangan menyentuh level Rp17.885 per satu dolar AS, dengan kenaikan sebesar 0,14%.

Pergerakan positif ini dimulai sejak pembukaan sesi perdagangan di pagi hari. Saat itu, rupiah dibuka dengan penguatan tipis sebesar 0,03% ke posisi Rp17.905/US$. Seiring berjalannya waktu perdagangan, mata uang domestik terus menunjukkan kekuatan hingga mencapai tambahan 20 poin pada penutupan. Kenaikan hari ini merupakan kelanjutan dari kinerja positif yang telah diraih pada dua sesi perdagangan sebelumnya.

Posisi Cadangan Devisa Mendukung Penguatan

Salah satu faktor fundamental yang mendukung pergerakan rupiah adalah pengumuman resmi mengenai cadangan devisa Indonesia untuk periode Juli 2026. Bank Indonesia (BI) menginformasikan bahwa posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 mencapai US$145,3 miliar. Angka ini mengalami penurunan marginal sebesar US$300 juta dibandingkan posisi akhir Juni 2026 yang tercatat di US$145,6 miliar.

Perkembangan cadangan devisa dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, termasuk penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond oleh pemerintah. Di sisi lain, pemerintah juga melakukan pembayaran utang luar negeri secara rutin, sementara BI menjalankan kebijakan stabilisasi rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Jumat (7/8/2026).

Posisi cadangan devisa setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jumlah ini masih jauh melampaui standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor. Meskipun mengalami penurunan tipis, cadangan devisa yang memadai dapat menjaga kepercayaan terhadap ketahanan eksternal Indonesia. Posisi tersebut juga memberikan ruang bagi BI untuk melanjutkan stabilisasi nilai tukar apabila volatilitas pasar keuangan global kembali meningkat.

Dolar AS Bergerak Tipis di Tengah Ekspektasi Pasar

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 99,965. Rupiah tetap mampu menguat meski DXY bergerak tipis di zona hijau, menunjukkan sentimen positif terhadap mata uang domestik.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar masih menantikan laporan ketenagakerjaan AS untuk periode Juli. Data tersebut akan menjadi petunjuk berikutnya bagi pasar dalam memperkirakan arah suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), sekaligus menentukan pergerakan dolar AS ke depan.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa rupiah memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan jika tren positif ini berlanjut hingga akhir pekan. Para trader lokal maupun asing memperhatikan berbagai indikator makroekonomi yang mendukung stabilitas nilai tukar. Dengan cadangan devisa yang memadai dan kebijakan BI yang konsisten, rupiah diharapkan dapat mempertahankan posisinya di level Rp17.885 atau bahkan melaju lebih tinggi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Rupiah Melaju Jelang Akhir Pekan

Apa yang menyebabkan rupiah menguat tiga hari berturut-turut? Penguatan rupiah disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, termasuk cadangan devisa yang memadai, sentimen positif pasar, serta penguatan relatif terhadap dolar AS yang bergerak tipis.

Berapa level cadangan devisa Indonesia per Juli 2026? Cadangan devisa Indonesia mencapai US$145,3 miliar pada akhir Juli 2026, setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Apakah ada faktor eksternal yang perlu diwaspadai? Ya, pelaku pasar perlu memperhatikan laporan ketenagakerjaan AS untuk periode Juli yang akan mempengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed dan pergerakan dolar AS secara global.

Bagaimana outlook rupiah untuk akhir pekan? Dengan tren penguatan yang konsisten dan cadangan devisa yang memadai, rupiah memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan atau setidaknya mempertahankan posisinya di level Rp17.885 per dolar AS.

More from this category