Harga Emas Global Masih Tinggi, Emiten Ini Bakal Cuan Besar di 2026

1 month ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
dda4b7af-5172-45cd-8d0c-b9158f83cf5b-0

Harga Emas Global Masih Tinggi, Emiten Ini Bakal Cuan Besar di 2026

Pengaruh New Policy Terhadap Pasar Emas

Dailynesia.com – Seiring berlakunya New Policy di awal tahun 2026, harga emas global tetap stabil dan berada di level tinggi, memberikan dampak signifikan pada sektor pertambangan. Meskipun sempat turun di bawah US$4.000 per ons pada awal kuartal pertama, harga emas kembali rebound pada Jumat, 3 Juli 2026, dengan penutupan di US$4.164 per ons. Kenaikan ini mencapai 40,90 poin atau 0,99% dibandingkan harga penutupan sebelumnya di US$4.123. New Policy yang berlaku di sektor pertambangan diharapkan mendorong pertumbuhan industri dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset aman.

Dalam konteks New Policy, analis menilai bahwa kestabilan harga emas global menjadi faktor penentu utama bagi investor. Kebijakan baru ini, yang mencakup perubahan regulasi terkait produksi dan distribusi emas, diperkirakan akan memperkuat posisi perusahaan-perusahaan berbasis komoditas. Sebagai contoh, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dinilai menikmati peluang besar karena kebijakan tersebut mendukung ekspansi operasional dan efisiensi produksi. Stabilitas harga emas juga berpotensi meningkatkan profitabilitas perusahaan, terutama di tengah dinamika geopolitik yang masih memengaruhi pasar keuangan global.

Analisis Kinerja Emiten Emas di Tahun 2026

Analisis dari Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyoroti peran New Policy dalam meningkatkan prospek emiten emas. Ia menjelaskan bahwa tren harga emas sebagai aset aman, yang diperkuat oleh kebijakan stabilitas harga, memberikan dorongan signifikan bagi sektor pertambangan. “New Policy memberikan peluang baru bagi Antam untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan ritel,” kata Nafan kepada CNBC Indonesia, Kamis (2/7/2026).

Dalam tiga bulan pertama 2026, saham ANTM menunjukkan kinerja yang mengesankan. Segmen emas kontribusi sekitar 81% dari total pendapatan perusahaan, yang mencapai Rp23,89 triliun. Pertumbuhan volume penjualan ritel yang konsisten, dipadukan dengan stabilnya harga premium domestik, memberikan peluang untuk meningkatkan arus kas. Analis mengungkapkan bahwa keberlanjutan dari New Policy akan memastikan stabilitas harga emas, sehingga memperkuat strategi perusahaan dalam mengoptimalkan penjualan dan produksi.

Menurut Nafan, New Policy juga berdampak positif pada peningkatan laba bersih Antam hingga 58% YoY menjadi Rp3,66 triliun. Kinerja ini didukung oleh perbaikan profitabilitas, yang memperkuat kepercayaan pasar terhadap keberlanjutan pembagian dividen. Meskipun ada potensi kebijakan seperti penyesuaian tarif royalti atau windfall tax, Antam diprediksi tetap stabil dalam kinerjanya. DPR Antam, yang sebelumnya berkisar antara 70% hingga 100%, diproyeksikan akan tetap menarik bagi investor, terutama dalam lingkungan ekonomi yang dipengaruhi New Policy.

Pada perdagangan hari ini di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta, harga satuan 1 gram emas Antam Logam Mulia mencapai Rp2.651.000 per batang, naik Rp11.000 dari hari sebelumnya. Sementara harga buyback hari ini berada di Rp2.400.000 per gram, meningkat Rp55.000 dibandingkan hari Jumat lalu. Kenaikan harga emas ini sejalan dengan prospek positif dari New Policy, yang meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan Antam untuk memenuhi permintaan domestik dan ekspor.

Saham ANTM juga menunjukkan kenaikan signifikan pada sesi I perdagangan hari ini, melesat Rp170 (6,16%) ke Rp2.930. Kenaikan ini selaras dengan prospek emas yang kuat di tahun 2026. Nafan menegaskan bahwa Antam masih menawarkan potensi investasi yang baik, dengan target penjualan emas berkisar antara 43-45 ton. New Policy, yang memperkuat rantai pasok dan operasional pabrik Smelter Grade Alumina (SGA), menjadi faktor kunci dalam menopang pertumbuhan emiten ini.

Dengan New Policy yang berdampak luas pada sektor pertambangan, Antam diharapkan tetap menjadi salah satu perusahaan yang menikmati pertumbuhan pendapatan. Kestabilan harga emas global, dipadukan dengan strategi yang didukung kebijakan baru, memberikan basis yang kuat bagi perusahaan ini untuk meraih kenaikan signifikan di tahun 2026. Analis menilai bahwa konsistensi dari New Policy akan terus menjadi penopang utama bagi emiten emas, menjadikannya pilihan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian pasar.

MORE FROM THIS CATEGORY