New Policy: Daud Joseph Mundur dari PT Pos Setelah 3 Bulan Menjabat
Dailynesia.com – Perubahan kebijakan baru yang diusung oleh Dirut PT Pos Daud Joseph menjadi sorotan utama setelah ia resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatan direktur utama setelah menjabat selama tiga bulan. Pengumuman tersebut diterima oleh PT Pos Indonesia (Persero) pada 2 Juli 2026, dan diumumkan melalui Corporate Secretary Iwan Gunawan. Pengunduran diri Daud Joseph dianggap sebagai bagian dari upaya mengimplementasikan new policy yang diharapkan memberikan dampak signifikan pada transformasi operasional dan strategi perusahaan.
“Permintaan pengunduran diri ini bersifat murni keinginan dan pertimbangan pribadi, namun juga sejalan dengan visi new policy yang ingin diterapkan untuk memperkuat kapasitas PT Pos sebagai pelaku logistik nasional,” ujar Iwan dalam pernyataan tertulis, Kamis (2/6/2026).
Dalam penjelasannya, PT Pos menyatakan bahwa keputusan Daud Joseph dihormati, sekaligus mengucapkan apresiasi atas kontribusi yang diberikan selama kepemimpinan. new policy yang diperkenalkan oleh mantan Dirut Transjakarta ini diharapkan menjadi dasar untuk mengoptimalkan layanan jasa pos, meningkatkan efisiensi operasional, dan menyesuaikan dengan tantangan industri yang dinamis. Proses penggantian jabatan dijanjikan berjalan lancar sesuai mekanisme yang sudah disepakati, dengan keputusan pemilihan dirut baru telah disetujui oleh pemegang saham pada 11 Maret 2026 melalui SK Nomor 168 Tahun 2026/SK.065/DI-DAM/DO/2026.
Implementasi Kebijakan Baru dan Dampaknya
Kebijakan baru yang dibawa Daud Joseph sejak menjabat sebagai Dirut PT Pos mencakup beberapa inisiatif kunci, seperti penyederhanaan prosedur pengiriman, peningkatan pelayanan digital, serta penyesuaian struktur organisasi untuk meningkatkan responsivitas. Menurut informasi internal, new policy ini diharapkan mampu mengurangi biaya operasional sebesar 15% dalam dua tahun pertama penerapannya. Namun, keputusan untuk mundur dianggap sebagai langkah strategis yang memungkinkan pengembangan visi dan strategi lebih jauh sesuai dengan new policy yang diperkenalkan.
“Kebijakan baru ini akan menjadi pedoman utama dalam menghadapi era digitalisasi, termasuk dalam pengembangan layanan pengiriman cepat dan pengelolaan jaringan distribusi,” tambah Iwan. “Dengan new policy, PT Pos bertujuan untuk meningkatkan daya saing di pasar regional dan internasional.”
Sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan, PT Pos juga memperkenalkan program pelatihan karyawan berbasis teknologi dan inovasi. Daud Joseph sebelumnya menjabat sebagai direktur operasional dan keselamatan di PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), di mana ia terlibat dalam reformasi sistem transportasi kota. Peralihan jabatan ini diharapkan memberikan wawasan luas tentang manajemen operasional dan efisiensi yang dapat diterapkan dalam new policy PT Pos.
Transisi Pemimpinan dan Tantangan Mendatang
Transisi kepemimpinan di PT Pos dianggap sebagai momen kritis untuk meneruskan new policy yang sedang dijalankan. Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan menegaskan komitmennya untuk memastikan perubahan kebijakan ini tidak terganggu oleh pergantian direktur utama. Iwan Gunawan menjelaskan bahwa seluruh rencana pembangunan dan strategi penerapan new policy akan diawasi oleh tim internal hingga selesai.
“Kami yakin new policy ini akan memberikan dampak positif jangka panjang, terutama dalam peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat dan pengembangan ekosistem logistik nasional,” kata Iwan.
Menurut analisis internal, new policy yang diusung Daud Joseph mengandung visi jangka panjang untuk mengintegrasikan teknologi dalam setiap unit operasional, termasuk penggunaan sistem manajemen logistik berbasis AI. Meski terjadi perubahan kepemimpinan, PT Pos menjamin bahwa proses implementasi new policy akan berjalan sebagaimana rencana, termasuk pengaturan penggantian jabatan yang akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.

