Phapros (PEHA) Bidik Laba Double Digit 2026, Bos Besar Ungkap Jurusnya

2 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
6ea289ef-6cb4-43a9-b8cb-35f13586377a-0

Phapros (PEHA) Bidik Laba Double Digit 2026 Melalui Program Terbaru

Dailynesia.com – Dalam upaya mengembangkan kinerja keuangan, PT Phapros Tbk (PEHA) merumuskan strategi terbaru yang menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga dua digit pada tahun 2026. Emiten farmasi ini telah menetapkan target peningkatan penjualan sebesar lebih dari 20% untuk tahun ini, yang diharapkan mendorong peningkatan profit yang signifikan. Dalam tiga bulan pertama tahun 2026, perusahaan mencatat pertumbuhan laba bersih mencapai 112,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, diiringi oleh kenaikan penjualan sebesar 10,17% menjadi Rp221,09 miliar. Angka ini membuktikan bahwa program terbaru Phapros berhasil menciptakan momentum yang kuat, terutama di tengah persaingan industri farmasi yang semakin ketat.

Optimalisasi Biaya dan Penguatan Bisnis

Kinerja keuangan Phapros pada kuartal I/2026 terlihat stabil, seiring pengendalian beban pokok penjualan (COGS) yang hanya meningkat 5,04%, lebih rendah dari laju pertumbuhan penjualan. Sementara beban usaha naik 7,35% secara tahunan, perusahaan tetap mempertahankan efisiensi operasional untuk memastikan laba bersih mencapai Rp761,49 juta, yang merupakan lonjakan besar dari kerugian Rp5,92 miliar di kuartal I/2025. Program terbaru Phapros menekankan pendekatan holistik dalam pengelolaan keuangan, termasuk penguatan modal kerja dan optimalisasi biaya operasional.

Dalam laporan kinerjanya, Intan Abdams Katoppo, Direktur Utama PT Phapros Tbk, menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya meningkatkan daya saing melalui penerapan sistem manajemen keuangan yang lebih canggih. Ini termasuk analisis risiko yang lebih teliti, manajemen dana yang lebih efektif, serta peningkatan produktivitas. Dengan fokus pada efisiensi, program terbaru diharapkan dapat menjaga kinerja finansial tetap sehat, bahkan di tengah tantangan inflasi dan kenaikan bahan baku.

Kemitraan dan Inovasi Produk

Salah satu strategi utama dalam program terbaru Phapros adalah memperkuat portofolio produk melalui kemitraan strategis dan inovasi. Perusahaan berencana menambahkan item baru yang terjangkau dan berkualitas tinggi, sementara menjaga konsistensi dalam produk premium. Keempat sektor utama yang akan dikembangkan adalah obat bebas (OTC), obat generik berlogo (OGB), obat etis, dan produk kesehatan berbasis nutrisi. Intan menuturkan, ekspansi ke pasar ekspor juga menjadi prioritas, dengan rencana mengirimkan produk ke negara-negara tetangga dan pasar Asia Tenggara.

“Program terbaru Phapros bertujuan mengubah pola pertumbuhan perusahaan dari tren sebelumnya menjadi lebih berkelanjutan. Kami memastikan bahwa seluruh strategi ini diintegrasikan dengan visi jangka panjang, yaitu menjadi pemain utama di sektor farmasi Indonesia,” tutur Intan Abdams Katoppo, dalam Paparan Publik di Jakarta, Jumat (12 Juni 2026).

Transformasi Operasional dan Sumber Daya Manusia

Dalam upaya mencapai laba double digit 2026, Phapros juga berfokus pada transformasi sistem dan proses bisnis. Perusahaan sedang mengadakan reorganisasi internal untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mempercepat pengembangan produk baru. Selain itu, program terbaru mencakup penyegaran struktur organisasi yang diharapkan meningkatkan produktivitas SDM dan kepuasan karyawan. Intan menjelaskan, perubahan ini bertujuan memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.

Perusahaan juga berencana menerapkan teknologi digital dalam operasional sehari-hari untuk mempercepat distribusi dan meningkatkan transparansi. Dengan peningkatan kapasitas SDM dan adopsi inovasi, Phapros optimis bisa menembus pasar yang lebih luas, termasuk segmen masyarakat menengah dan menengah atas. Strategi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi penyalur produk farmasi terpercaya di Indonesia, sambil tetap mempertahankan kualitas dan keberlanjutan bisnis.

Analisis dan Proyeksi Keuangan

Analisis keuangan menunjukkan bahwa laba bersih Phapros meningkat drastis dari kerugian tahun 2025 menjadi keuntungan tahun 2026. Pertumbuhan ini dipicu oleh peningkatan volume penjualan dan kontrol biaya yang lebih ketat. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, laba bersih perusahaan mencapai Rp761,49 juta, naik 112,86% dari Rp5,92 miliar di kuartal I/2025. Dengan pertumbuhan laba ini, Phapros menargetkan capaian laba bersih hingga Rp3 miliar di akhir tahun, yang merupakan target dalam rangka menyukseskan program terbaru.

Pertumbuhan yang pesat ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan strategi keuangan, tetapi juga konsistensi dalam pemasaran dan distribusi. Intan menegaskan bahwa program terbaru menjadi pendorong utama untuk mencapai laba double digit 2026, dengan penekanan pada ekspansi pasar, pengembangan produk, dan penerapan sistem manajemen yang lebih modern. Selain itu, perusahaan juga berencana memperluas kerja sama dengan pelaku usaha lokal dan internasional untuk memperkuat posisi di pasar global.

Phapros telah menetapkan lima strategi utama dalam program terbaru, yang meliputi penguatan modal kerja, peningkatan kepuasan pelanggan, ekspansi portofolio produk, transformasi operasional, dan penyegaran SDM. Dengan kombinasi ini, perusahaan yakin mampu menjaga kinerja finansial yang mengesankan sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih luas. Dalam kesimpulannya, Intan mengatakan bahwa program terbaru ini menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi tantangan dan peluang pasar tahun 2026.

MORE FROM THIS CATEGORY