Key Strategy: PT SMI’s Secret to Keeping NPL Below 1.0% Revealed
Strategic Insights from the Jogja Financial Festival
Dailynesia.com – Di Yogyakarta, Reynaldi Hermansyah, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), mengungkapkan metode utama perusahaan dalam menjaga tingkat NPL (Non Performing Loan) di bawah 1,0%. Angka ini mencapai 0,4% per Mei 2026, menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan. Penjelasan Reynaldi disampaikan saat ia menjadi pembicara utama di Jogja Financial Festival yang berlangsung di Jogja Expo Center, Sabtu lalu.
“Pertahankan NPL di bawah 1,0% membutuhkan Key Strategy yang terukur dan konsisten,” kata Reynaldi dalam sesi diskusi. Ia menekankan bahwa pendekatan ini bukan sekadar target, tetapi proses yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas aset.
Core of the Key Strategy: Selective Project Portfolio
Reynaldi menjelaskan bahwa Key Strategy utama PT SMI melibatkan pemilihan proyek infrastruktur yang secara strategis disesuaikan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan risiko minimal. “Kami fokus pada proyek yang memiliki potensi return tinggi dan kemampuan pembayaran yang terjamin,” ujarnya. Hal ini menjadi fondasi dalam mengurangi NPL, karena proyek yang tepat menghindari konflik dengan debitur.
“Dengan Key Strategy ini, kami mampu memastikan bahwa NPL tetap terjaga secara optimal,” tambah Reynaldi. Ia menyoroti pentingnya kerja sama dengan mitra strategis, seperti pemerintah daerah dan badan usaha lainnya, dalam pengelolaan proyek.
Operational Excellence and Risk Mitigation
Strategi Key Strategy PT SMI juga mencakup pengelolaan risiko yang cermat, termasuk pengawasan terhadap penggunaan dana dan kemampuan pihak peminjam. “Setiap proyek harus dikelola dengan sistem pengendalian yang ketat,” jelas Reynaldi. Proses ini melibatkan evaluasi berkala, transparansi informasi, dan inisiatif untuk menyelesaikan konflik sejak awal.
Dalam menjaga NPL di bawah 1,0%, Reynaldi menyebutkan bahwa Key Strategy juga berupa pendekatan teknis. “Kami menerapkan metode pembiayaan fleksibel, seperti kombinasi pinjaman jangka panjang dan pendekatan penyelesaian kredit yang terdistres,” lanjutnya. Ini membantu mengurangi beban bunga serta meningkatkan likuiditas.
Challenges in Implementation
Reynaldi mengakui bahwa Key Strategy tidak tanpa tantangan. “Salah satu hambatan utama adalah dalam fase persiapan proyek,” katanya. Proyek yang bersifat jangka panjang sering kali memerlukan waktu paling lama hingga 19 tahun, sehingga perlu persiapan yang matang. “Jika tidak dikelola dengan baik, NPL bisa naik drastis,” tegasnya.
“Kuncinya adalah kesiplinan dalam pemanfaatan sumber daya dan pengawasan terhadap proses pembayaran,” ujar Reynaldi. Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan ekonomi, seperti kenaikan bunga atau pergeseran kebijakan pemerintah.
Measuring Success: NPL Performance and Market Impact
Kinerja Key Strategy PT SMI dalam menekan NPL telah berdampak positif pada pasar keuangan. “Angka NPL yang rendah meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat posisi kami sebagai pemain utama dalam sektor infrastruktur,” katanya. Reynaldi menjelaskan bahwa perusahaan terus memperbaiki indikator kinerja ini dengan memperhatikan indikator seperti arus kas, kemampuan peminjam, dan kestabilan ekonomi daerah.
Dalam konteks perekonomian nasional, NPL di bawah 1,0% menjadi tolok ukur keberhasilan. Reynaldi mengatakan bahwa Key Strategy ini mencerminkan komitmen PT SMI untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko. “Dengan mempertahankan NPL di bawah ambang batas, kami mampu memastikan keberlanjutan proyek jangka panjang,” tambahnya.

