Historic Moment: 120 Hotel BUMN Digabung, Injourney Jadi Operator Hotel Terbesar Kedua

1 month ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
ebd6825f-3930-4b1b-96f4-ec8132758a68-0

120 Hotel BUMN Bergabung dengan InJourney, Momen Sejarah dalam Konsolidasi Industri Pariwisata

Dailynesia.com – Momen sejarah terjadi saat 120 properti hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi bergabung dengan InJourney, sebuah perusahaan operator hotel yang kini menjadi pemain besar di sektor perhotelan. Integrasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi pengelolaan aset serta memperkuat daya saing industri pariwisata nasional. Dengan langkah strategis ini, InJourney dianggap sebagai operator hotel terbesar kedua di Indonesia, menunjukkan transformasi signifikan dalam reorganisasi sektor hospitality.

Langkah Strategis untuk Konsolidasi Aset BUMN

Penggabungan 120 hotel BUMN menjadi bagian dari rencana transformasi besar yang diinisiasi oleh Danantara, perusahaan yang berperan sebagai pendukung strategi ini. Dony Oskaria, kepala BP BUMN dan COO Danantara, menyatakan bahwa penandatanganan Perjanjian Penjualan dan Pembelian Kondisional (CSPA) oleh 45 hotel pada Jumat (26/6/2026) adalah awal dari penyatuan seluruh aset hotel BUMN ke satu unit operasi. “Momen sejarah ini menandai perubahan penting dalam manajemen aset hospitality, yang akan menciptakan portofolio yang lebih terpadu dan kompetitif,” kata Dony.

Proses penyatuan ini bertujuan mengoptimalkan nilai properti hotel BUMN melalui pengelolaan yang lebih profesional. Dony menambahkan, skema CSPA memungkinkan konsolidasi aset dilakukan secara bertahap dan terukur, mengurangi risiko pengelolaan yang kurang efektif. “Dengan memperkuat struktur manajemen, kita dapat meningkatkan kualitas layanan dan memastikan pertumbuhan berkelanjutan dalam sektor pariwisata,” tuturnya.

“Momen sejarah ini bukan hanya tentang penggabungan 120 hotel, tapi juga tentang pembentukan ekosistem perhotelan yang lebih solid dan siap bersaing di tingkat internasional,” ujar Dony, Jumat (26/6/2026).

Pengaruh Transformasi pada Industri Pariwisata Nasional

Konsolidasi ini dipercaya akan mengubah paradigma industri perhotelan Indonesia. Dengan menggabungkan aset dari berbagai BUMN, InJourney siap menjadi salah satu pemain utama yang mampu menyaingi operator hotel besar dari luar negeri. Proses penyatuan telah dimulai dengan 45 hotel yang menandatangani CSPA, dan Dony mengantisipasi adanya penandatanganan tambahan sebelum akhir pekan ini.

Menurut analisis ekspert, integrasi besar-besaran seperti ini mampu meningkatkan kualitas pengelolaan properti hotel, menurunkan biaya operasional, dan memperluas jaringan layanan. Dony menyebut bahwa langkah ini juga membantu mewujudkan visi pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian. “Dengan memperkuat daya saing, kita bisa menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara,” jelasnya.

Perkembangan Berkelanjutan dalam Pengelolaan Aset

Konsolidasi 120 hotel BUMN ini tidak hanya berdampak pada perusahaan-perusahaan terlibat, tetapi juga pada industri pariwisata secara keseluruhan. Dony menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawasi proses penyatuan, memastikan setiap langkah diambil dengan hati-hati dan berbasis data. “Dari masa ke masa, kita akan terus memperluas jaringan, meningkatkan kualitas, dan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan serta pemegang saham,” kata Dony.

Selain itu, Dony menekankan pentingnya kolaborasi antar-BUMN dalam menghadapi tantangan global. “Dengan menggabungkan sumber daya dan kapasitas, kita bisa lebih cepat merespons permintaan pasar dan meningkatkan kredibilitas merek,” tambahnya. Transformasi ini dianggap sebagai momen sejarah yang menandai pergeseran dari model bisnis tradisional ke model yang lebih modern dan inovatif.

Mengingat pentingnya momen sejarah ini, beberapa ahli menyebut bahwa keberhasilan integrasi akan menjadi benchmark bagi perusahaan-perusahaan lain di sektor hospitality. Dengan konsistensi dalam pengelolaan dan strategi pemasaran, InJourney diharapkan mampu menguasai pangsa pasar yang lebih luas serta menarik investasi asing untuk pembangunan hotel baru. “Ini bukan hanya langkah strategis, tapi juga investasi jangka panjang yang menguntungkan semua pihak,” pungkas Dony.

MORE FROM THIS CATEGORY