BPKH: Ekosistem Haji-Umrah Mesin Penggerak Ekonomi Syariah RI

2 hours ago  ·  2 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
d6497ff5-d918-45ea-b0e6-3b0b6282e12e-0

BPKH: Ekosistem Haji dan Umrah sebagai Katalisator Ekonomi Syariah Nasional

Dailynesia.com – BPKH – Jakarta — Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah, menyampaikan bahwa pengembangan ekosistem syariah di Indonesia dapat dimaksimalkan melalui sektor haji dan umrah. Menurutnya, kedua sektor ini menyimpan potensi ekonomi yang sangat signifikan, mencakup berbagai aktivitas mulai dari jasa keuangan, akomodasi, transportasi, catering, hingga pengembangan industri halal secara menyeluruh.

Dalam acara ISEI Jakarta yang berlangsung pada Senin (3/8/2026), Fadlul menekankan perlunya pergeseran perspektif dalam memandang sektor ini. Ia menjelaskan bahwa ekosistem haji dan umrah seharusnya tidak hanya dilihat sebagai belanja rutin penyelenggara setiap tahunnya, melainkan sebagai captive market dengan karakteristik permintaan yang relatif stabil, pasti, dan berulang.

“Kita harus lihat bahwa bagaimana kita bisa mengubah cara pandang dari sekedar mencatat pencapaian menjadi pengembangan sebuah tesis kebijakan. Ekosistem haji dan umrah tidak hanya dipandang sebagai belanja penyelenggara setiap tahun. Tapi ini merupakan captive market yang permintaannya relatif, pasti, dan berulang,” ujarnya.

Fadlul menambahkan bahwa permintaan terhadap layanan haji dan umrah harus dikonversi menjadi bentuk investasi produktif. Ia menguraikan alur pendalaman pasar keuangan syariah dan penguatan rantai nilai halal di Indonesia dimulai dari identifikasi permintaan pasar, dilanjutkan dengan pembentukan investment vehicle, kemudian peningkatan value capture pada sektor terkait termasuk supply chain-nya.

Langkah selanjutnya diarahkan untuk menghasilkan dampak nasional berupa peningkatan nilai manfaat, penguatan UMKM halal, serta penahanan devisa agar tidak seluruhnya mengalir ke luar negeri. Meskipun demikian, Fadlul mengakui masih terdapat sejumlah persoalan strategis yang perlu diatasi terkait sinergi antara sektor keuangan syariah, industri halal, UMKM, dan ekosistem haji-umrah yang belum berjalan secara optimal.

Tantangan dan Peluang Ekonomi Syariah Indonesia

Di sisi lain, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, dengan permintaan terhadap produk layanan halal yang sangat kuat. Namun, kapasitas pembiayaan syariah masih perlu diperkuat. Hal ini tercermin dalam skor sektor keuangan syariah yang menunjukkan penurunan peringkat Indonesia dari posisi ketiga menjadi posisi keempat.

“Dalam konteks inilah pengelolaan keuangan haji menjadi pemain, memainkan peran strategis sebagai katalisator pengembangan ekonomi syariah dalam mendukung pelaksanaan kita,” jelasnya.

Menurut Fadlul, tantangan utama saat ini bukan lagi menciptakan permintaan, melainkan membangun kapasitas produksi, pembiayaan, inovasi, dan ekspor agar permintaan yang besar tersebut memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Kata kuncinya adalah bahwa pasar yang besar ternyata belum cukup. Saya ingin mencoba menggugah kita semua bahwa kekuatan Indonesia memang terletak di besarnya konsumsi dan potensi sektor halal. Tapi kelemahan kita adalah pendalaman pembiayaan syariah,” sebutnya.

Frequently Asked Questions

What is BPKH?

BPKH is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BPKH matter?

BPKH matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY