Market

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

dok-bank-mandiri-1792683869302_169

Bank Mandiri Perkuat Layanan Digital dan Interaksi Langsung untuk Nasabah

Dailynesia.com – Perubahan kebutuhan nasabah yang kian cepat membuat Bank Mandiri terus mengembangkan pengalaman layanan yang lebih terhubung, baik melalui kanal digital maupun jaringan fisik. Fokusnya bukan sekadar memperluas penggunaan teknologi, melainkan memastikan nasabah memperoleh akses yang mudah, aman, nyaman, serta relevan pada setiap tahap kebutuhan finansialnya.

Upaya tersebut dijalankan di tengah basis nasabah yang semakin besar dan beragam. Bank Mandiri melihat layanan perbankan perlu mampu mengikuti aktivitas nasabah sehari-hari, mulai dari menyimpan dana, melakukan pembayaran, mendapatkan pembiayaan, hingga mengelola investasi.

“Bagi kami, customer experience merupakan landasan dalam setiap pengembangan layanan. Nasabah tidak hanya membutuhkan layanan yang cepat, mudah, dan aman, tetapi juga solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan mereka. Karena itu, kami terus berupaya memastikan setiap interaksi memberikan kenyamanan dan nilai tambah,” ungkap Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama dikutip Kamis (22/10/2026).

Livin’ sebagai Pusat Kebutuhan Finansial

Pengembangan layanan digital Bank Mandiri ditempatkan dalam kerangka pengalaman nasabah yang menyeluruh. Aplikasi Livin’ by Mandiri dirancang untuk menampung berbagai kebutuhan dalam satu ekosistem, meliputi aktivitas menabung melalui Save Money, transaksi melalui Move Money, pembiayaan pada Borrow Money, dan investasi dalam Grow Money.

Selain fungsi perbankan utama, platform tersebut juga memuat layanan gaya hidup serta integrasi dengan ekosistem Bank Mandiri. Pendekatan ini memberi ruang bagi nasabah untuk mengakses beberapa jenis layanan tanpa harus berpindah-pindah kanal, sekaligus mendukung pengalaman transaksi yang lebih praktis.

Memasuki usia ke-28 tahun, Bank Mandiri menambah layanan emas digital setelah memperoleh izin bullion dari Otoritas Jasa Keuangan. Izin ini menjadikan Bank Mandiri sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi lisensi bullion.

“Melalui Livin’, nasabah dapat membuka Tabungan Emas, melakukan transaksi jual beli, serta mengakses fasilitas cicil emas. Selain itu, nasabah juga memiliki pilihan untuk mengambil emas fisik melalui kantor cabang maupun ATM Emas yang tersebar di berbagai kota di Indonesia,” ujar Timothy.

Kehadiran fitur tersebut memperluas pilihan nasabah dalam mengakses produk emas. Nasabah dapat menggunakan aplikasi untuk membuka tabungan emas, membeli atau menjual emas, serta memanfaatkan fasilitas cicilan. Opsi pengambilan emas fisik melalui cabang dan ATM Emas juga menghubungkan layanan digital dengan kebutuhan layanan tatap muka.

Pengguna dan Transaksi Digital Terus Bertambah

Sampai Agustus 2026, Livin’ by Mandiri tercatat memiliki 42,2 juta pengguna terdaftar. Jumlah itu meningkat 23,4% secara tahunan. Pada periode yang sama, frekuensi transaksi mencapai 3,7 miliar transaksi, atau bertumbuh 21,6% dibandingkan setahun sebelumnya.

Data tersebut mencerminkan peran Livin’ yang semakin besar setelah lima tahun hadir sebagai platform perbankan digital Bank Mandiri. Pertumbuhan pengguna dan aktivitas transaksi menunjukkan kebutuhan nasabah terhadap layanan digital yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan masih terus berkembang.

Peningkatan transaksi digital juga berkaitan dengan kinerja penghimpunan dana perseroan. Dana Pihak Ketiga atau DPK Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.687 triliun hingga periode tersebut. Nilainya tumbuh 17,6% secara tahunan, lebih tinggi daripada pertumbuhan industri yang tercatat 13,7% secara tahunan.

Bagi nasabah, pertumbuhan layanan digital dapat diartikan sebagai semakin luasnya pilihan untuk mengelola aktivitas perbankan. Namun, kemudahan digital tetap perlu didukung oleh keamanan, keandalan sistem, dan ketersediaan bantuan ketika nasabah membutuhkan penanganan yang lebih personal.

Menyatukan Teknologi dan Jaringan Fisik

Bank Mandiri menilai pengalaman yang baik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan aplikasi. Interaksi langsung tetap dibutuhkan, terutama saat nasabah memerlukan penjelasan, solusi yang lebih spesifik, atau akses terhadap layanan yang tidak sepenuhnya dapat diselesaikan secara mandiri melalui kanal digital.

“Meski demikian, Bank Mandiri meyakini bahwa pengalaman nasabah yang optimal tidak hanya dibangun melalui kecanggihan teknologi. Kehadiran interaksi secara langsung tetap memiliki peran penting dalam memberikan solusi yang menyeluruh,” ujar dia.

Karena itu, perseroan melanjutkan penguatan koneksi antara layanan digital dengan kantor cabang, ATM/CRM, dan contact center. Pola layanan online-to-offline tersebut dimaksudkan agar perjalanan nasabah tetap berkesinambungan, terlepas dari kanal yang digunakan untuk memulai atau menyelesaikan kebutuhan mereka.

Salah satu contohnya adalah Livin’ Call. Layanan ini memungkinkan pengguna menghubungi contact center tanpa memerlukan pulsa atau biaya telepon. Proses layanan juga dapat berlangsung lebih cepat karena nasabah tidak perlu kembali menjalani identifikasi dan verifikasi dasar, seperti penyebutan nama, nomor kartu, maupun nama ibu kandung.

Integrasi semacam ini penting karena layanan digital dan fisik tidak selalu berdiri sendiri. Aplikasi dapat memberi kemudahan untuk transaksi rutin, sementara cabang, mesin ATM/CRM, dan contact center tetap menjadi bagian dari dukungan ketika nasabah membutuhkan bantuan lebih lanjut atau memilih layanan secara langsung.

“Bagi Bank Mandiri, service yang me-Menangkan berarti memastikan setiap interaksi mampu memberikan kemudahan, solusi, dan nilai tambah bagi nasabah. Melalui sinergi antara inovasi digital, keandalan teknologi, dan pelayanan yang semakin personal di seluruh kanal, kami ingin terus menghadirkan delightful experience yang memperkuat kepercayaan dan loyalitas nasabah, sejalan dengan semangat Nyaman Bersama Mandiri,” terang Timothy.

Pengakuan atas Kualitas Pelayanan

Konsistensi peningkatan layanan di berbagai kanal turut mendapatkan pengakuan dalam ajang Danantara Indonesia CX100. Bank Mandiri meraih predikat Sector Champion pada kategori Financial Services.

Selain itu, Bank Mandiri juga memperoleh gelar Grand Champion sebagai BUMN dengan skor layanan tertinggi. Penghargaan tersebut sejalan dengan semangat Danantara “Melayani Sepenuh Hati”, sekaligus menegaskan perhatian perseroan terhadap kualitas layanan sebagai bagian dari hubungan jangka panjang dengan nasabah.

Ke depan, pengembangan ekosistem digital dan penguatan jaringan layanan langsung menjadi dua unsur yang saling melengkapi. Dengan menggabungkan inovasi teknologi, pilihan layanan yang lebih beragam, serta dukungan manusiawi di berbagai titik kontak, Bank Mandiri berupaya menjaga kenyamanan nasabah dalam menghadapi kebutuhan finansial yang terus berubah.

Frequently Asked Questions

What is BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital?

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital matter?

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *