Asing Mulai Balik ke Saham RI – Net Buy Rp492 M & Serok 10 Emiten Ini

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
d0c1f9c6-0074-47e8-914f-4e7bcb1a6f4c-0

Asing Mulai Alokasikan Dana ke Pasar Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar

Dailynesia.com – Pada hari Jumat (12/6/2026), pasar saham Indonesia kembali menunjukkan aktivitas yang positif dengan adanya aliran dana asing yang kembali masuk. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 2,68% ke level 6.043,55 pada sesi perdagangan pertama. Pergerakan pasar terlihat dinamis, di mana sebanyak 610 saham menguat, 101 saham melemah, dan 100 saham berada dalam zona stagnan. Total frekuensi transaksi mencapai 1,36 juta kali, sementara volume perdagangan sebesar 21,56 miliar lembar senilai Rp11,85 triliun.

Transaksi Asing Berdampak Positif pada Perdagangan

Kenaikan IHSG yang terjadi hari ini didukung oleh transaksi asing yang menunjukkan minat kembali pada pasar saham RI. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp492,48 miliar dalam periode perdagangan intraday. Angka ini tercapai berkat pembelian asing mencapai Rp4,19 triliun, sedangkan penjualan asing hanya sebesar Rp3,7 triliun. Aliran dana ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi pertumbuhan pasar saham Indonesia, terutama setelah periode keterpurukan akibat volatilitas global.

Mengutip data pasar, berikut saham-saham yang paling diminati oleh pembelian dan penjualan asing:

Top Net Foreign Buy

Saham-saham berikut mendapat minat signifikan dari investor asing, yang mencerminkan strategi pembelian yang lebih aktif di pasar saham RI. Posisi teratas ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy sebesar Rp182,32 miliar. Kenaikan volume transaksi pada saham perbankan ini disebut-sebut terkait dengan optimisme terhadap pertumbuhan sektor keuangan dan stabilitas kebijakan moneter. Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masing-masing menjadi favorit dengan nilai net buy Rp126,76 miliar dan Rp79,93 miliar. Transaksi ini menunjukkan pertumbuhan sektor industri tambang dan manufaktur yang menarik.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mengalami peningkatan signifikan, dengan net buy sebesar Rp78,54 miliar dan Rp74,84 miliar. Aliran dana ke saham-saham ini dianggap sebagai respons terhadap perkembangan ekonomi domestik dan ekspektasi pertumbuhan industri bahan baku. Di luar sektor tambang, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Dewa United Energi Tbk (DEWA) juga masuk dalam daftar pembelian terbesar, masing-masing mencatat Rp56,55 miliar dan Rp38,40 miliar. Transaksi asing pada saham-saham ini diprediksi terkait dengan kebutuhan energi yang meningkat dan kestabilan kinerja perusahaan.

Top Net Foreign Sell

Di sisi lain, beberapa emiten menjadi target penjualan asing yang signifikan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat sebagai saham dengan net sell terbesar sebesar Rp274,01 miliar. Penjualan ini mungkin dipengaruhi oleh perubahan kebijakan bank atau faktor eksternal seperti kenaikan suku bunga global. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Astra International Tbk (ASII) masing-masing mencatat net sell sebesar Rp41,17 miliar dan Rp34,95 miliar, yang berdampak pada pergerakan harga saham mereka.

Penjualan asing juga terjadi pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Sinar Eka Selaras Tbk (EMAS), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dengan nilai masing-masing mencapai Rp18,01 miliar, Rp17,56 miliar, dan Rp16,62 miliar. Aliran dana keluar dari saham-saham ini bisa terkait dengan faktor risiko tertentu, seperti perubahan permintaan pasar atau kinerja keuangan yang fluktuatif. Selain itu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mengalami penjualan asing, meski dengan nilai yang lebih kecil.

Mengingat keadaan pasar yang sedang berubah, keputusan asing untuk kembali masuk ke saham RI bisa menjadi pertanda pemulihan kepercayaan. Dengan net buy yang mencapai Rp492 miliar, terdapat harapan bahwa tren ini akan berlanjut dalam waktu dekat, meskipun masih perlu diawasi untuk memastikan konsistensi. Selain itu, aksi transaksi asing juga menjadi indikator penting dalam menilai kekuatan ekonomi Indonesia secara makro.

MORE FROM THIS CATEGORY