Update Kasus Kim Soo-hyun: Polisi Sebut Bukti Chat & Audio Direkayasa

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
a44c51cc-bb12-47ce-92de-7263fab063d1-0

Visit Agenda: Polisi Korea Selatan Ungkap Bukti Chat dan Audio Kim Soo-hyun Direkayasa

Dailynesia.com – Dalam update terbaru kasus dugaan keterlibatan aktor Kim Soo-hyun dalam hubungan dengan aktris Kim Sae-ron yang meninggal dunia pada Februari 2025, Kepolisian Seoul mengungkap bahwa berbagai bukti yang diunggah ke media sosial telah dimanipulasi. Percakapan KakaoTalk dan rekaman audio yang menjadi dasar tuduhan Kim Soo-hyun memacari Kim Sae-ron saat masih di bawah umur, dinyatakan sebagai bukti yang direkayasa oleh pihak tertentu. Penyelidikan yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa dua sumber utama, yaitu kanal YouTube HoverLab dan organisasi Garo Sero Institute, terlibat dalam perubahan data digital untuk mengubah narasi kasus.

Keterlibatan Teknologi AI dalam Manipulasi Bukti

Penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) menjadi sorotan dalam proses penyelidikan ini. Sejumlah rekaman suara yang diklaim sebagai suara Kim Sae-ron ditemukan telah diubah menggunakan alat bantu AI, membuat pertanyaan tentang keaslian materi tersebut. Selain itu, tangkapan layar percakapan KakaoTalk yang dirilis pada Maret 2024 oleh HoverLab juga disebut mengalami pengeditan. Polisi menegaskan bahwa tujuh bagian dari gambar percakapan diubah, termasuk mengganti nama lawan bicara menjadi “Kim Soo-hyun” untuk menciptakan kesan bahwa hubungan antara kedua artis tersebut sudah ada sejak Kim Sae-ron masih remaja.

Menurut laporan dari

Joo ngAng Ilbo melansir Korea Herald

, Kim Se-ui, pemimpin HoverLab, diduga sengaja mengedit bukti-bukti digital untuk mendukung klaim yang berpotensi memengaruhi opini publik. Penyelidikan menyebutkan bahwa Kim Se-ui menerima 11 tangkapan layar percakapan dari keluarga Kim Sae-ron, lalu menyesuaikan isinya agar lebih sesuai dengan narasi yang diinginkan. Ini menunjukkan upaya yang terstruktur untuk menyebarkan informasi palsu, khususnya melalui platform digital yang mudah diakses oleh masyarakat.

Perdebatan seputar Waktu dan Fakta

Kasus ini memicu perdebatan antara pihak Kim Soo-hyun dan keluarga Kim Sae-ron. Kim Soo-hyun menyangkal klaim bahwa hubungan dengan Kim Sae-ron dimulai pada 2016 saat sang aktris berusia 15 tahun. Pihaknya mengklaim hubungan tersebut berlangsung pada musim panas 2019 hingga musim gugur 2020, setelah Kim Sae-ron secara resmi dianggap dewasa. Sementara itu, keluarga Kim Sae-ron melalui HoverLab menyebut bahwa Kim Soo-hyun secara aktif mengambil peran dalam hubungan tersebut, termasuk melalui media sosial.

Penyidik menyatakan bahwa bukti-bukti yang digunakan dalam penyelidikan kasus ini mencakup lebih dari sekadar percakapan dan audio. Mereka juga menganalisis data alur komunikasi, penggunaan emoji, dan pola interaksi di media sosial untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut. Sejumlah ahli teknologi digital diterjebak untuk meninjau proses pengeditan, termasuk penggunaan AI yang digunakan untuk mengubah suara dan ekspresi visual dalam percakapan.

Langkah Hukum yang Diambil oleh Penyelidik

Kepolisian telah mengajukan permohonan surat perintah penangkapan terhadap Kim Se-ui, pemimpin HoverLab, sebagai bagian dari proses penyelidikan. Kasus ini kini berada di bawah pengawasan Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul, yang menyatakan bahwa ada indikasi kuat bahwa bukti-bukti tersebut tidak asli. Sebelumnya, Kim Soo-hyun telah melaporkan HoverLab dan keluarga Kim Sae-ron atas dugaan pencemaran nama baik, terutama karena klaim tentang hubungan pacaran yang dianggap tidak terbukti.

Dalam konferensi pers yang diadakan beberapa hari lalu, polisi menyatakan bahwa mereka akan terus menyelidiki proses rekayasa bukti ini. “Bukti chat dan audio yang direkayasa sangat memengaruhi persepsi publik, terutama dalam kasus yang sensitif seperti kematian Kim Sae-ron,” ujar salah satu penyidik. Dengan tambahan bukti-bukti baru, polisi berharap bisa mengungkap apakah Kim Se-ui dan pihak lain benar-benar melakukan manipulasi untuk keuntungan finansial atau karena kepentingan pribadi.

Seiring berjalannya waktu, kasus ini terus memicu perdebatan di media sosial dan komunitas fans. Banyak pengguna internet menyebut bahwa teknologi AI memperumit proses penyelidikan, karena mudah digunakan untuk membuat bukti palsu. Namun, pihak Kim Soo-hyun tetap menegaskan bahwa mereka tidak bersalah, dan keluarga Kim Sae-ron juga menolak klaim tersebut. “Visit Agenda membutuhkan transparansi dalam proses penyelidikan, agar publik dapat memahami fakta secara objektif,” tambah perwakilan dari kedua belah pihak.

MORE FROM THIS CATEGORY