Infantino Tawarkan Final Piala Dunia 2030 ke Maroko demi Suara Pilpres
Dailynesia.com – Menurut laporan terbaru dari Forbes yang mengutip The Times, Gianni Infantino, Ketua FIFA, dikabarkan sedang melakukan pendekatan strategis kepada Maroko. Tawaran yang diberikan adalah hak eksklusif untuk menjadi tuan rumah pertandingan penutup Piala Dunia 2030. Imbalan ini diharapkan dapat memuluskan jalan bagi Infantino dalam meraih dukungan kembali sebagai presiden organisasi sepak bola dunia. Infantino Disebut Mau Sogok Maroko demi memastikan dukungan kuat dalam pemilihan mendatang.
Kabar ini muncul di saat Infantino menghadapi tekanan yang kian membesar dari berbagai pihak. Kontroversi rencana penjualan sebagian kepemilikan komersial turnamen terbesar dunia kepada investor swasta menjadi sorotan utama. Melansir sumber yang sama, Infantino secara khusus meminta pemerintah Maroko mengeluarkan pernyataan resmi yang mendukung pencalonannya dalam pemilihan mendatang. Langkah ini dinilai sebagai upaya menyelamatkan posisi Infantino di tengah kritik yang semakin keras.
Sejumlah Sekutu Mulai Menjauh
Langkah pendekatan ke Maroko ini dinilai sebagai upaya menyelamatkan posisi Infantino. Beberapa sekutu penting diketahui mulai mengurangi dukungan, termasuk Arab Saudi yang hingga saat ini belum memberikan pernyataan terbuka. Untuk memperkuat posisinya, Infantino juga menggelar pertemuan darurat dengan para pejabat kunci FIFA yang berada di Maroko pada pekan ini.
Sumber anonim yang dikutip media Inggris tersebut mengonfirmasi bahwa Infantino telah menjanjikan Stadion Hassan II di Casablanca akan menjadi lokasi final. Stadion yang sedang dalam proses pembangunan ini memiliki kapasitas menampung sekitar 115.000 penonton dan diproyeksikan masuk dalam kategori stadion terbesar di dunia. Keputusan ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan Maroko bagi Infantino.
Penolakan Terhadap Rencana Komersialisasi
Dukungan terhadap Infantino dilaporkan mengalami penurunan signifikan. Gagasan untuk menjual hingga 20 persen kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta memicu gelombang penolakan dari berbagai pihak. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Asosiasi Sepak Bola Wales, beserta sejumlah federasi lainnya, disebut tidak lagi mendukung pencalonannya.
Situasi semakin memanas setelah Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) memutuskan untuk memboikot seluruh kompetisi FIFA. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan rencana komersialisasi tersebut. Meskipun demikian, FIFA hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas laporan yang beredar. Infantino Disebut Mau Sogok Maroko sebagai bagian dari strategi untuk mengumpulkan dukungan yang diperlukan.
Detail Penyelenggaraan dan Tekanan Politik
Piala Dunia 2030 rencananya akan diselenggarakan secara bersama-sama oleh Spanyol, Portugal, dan Maroko. Sementara itu, tiga laga pembuka akan dimainkan di Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai bagian dari perayaan seratus tahun penyelenggaraan turnamen tersebut. Ini merupakan pertama kalinya Piala Dunia diselenggarakan di lima benua sekaligus.
Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol, Rafael Louzán, tetap optimistis bahwa partai final akan berlangsung di negaranya. Awal tahun ini ia menegaskan bahwa Spanyol akan menjadi pemimpin penyelenggaraan Piala Dunia 2030 dan laga final akan dimainkan di sana. Pada musim panas ini, Louzán kembali menyatakan tidak melihat alasan apa pun yang membuat Spanyol gagal menjadi tuan rumah partai puncak turnamen tersebut.
Pemilihan presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung di Maroko pada Maret 2027. Jika kembali terpilih, Infantino akan menjalani masa jabatan keempat sekaligus yang terakhir sesuai ketentuan organisasi. Infantino Disebut Mau Sogok Maroko untuk memastikan dukungan kuat dalam pemilihan yang akan datang.
Kontroversi bermula dari usulan Infantino untuk menjual hingga 20% hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta dengan potensi nilai sekitar US$4,2 miliar atau sekitar Rp68,7 triliun (asumsi kurs Rp16.350 per dolar AS). Rencana itu menuai kritik karena dinilai mengancam status FIFA sebagai organisasi nirlaba dan berpotensi membuat kepentingan komersial investor lebih diutamakan dibanding perkembangan sepak bola.
Chief Operating Officer FIFA Kevin Lamour bahkan menyebut staf FIFA “disesatkan” oleh minimnya transparansi terkait rencana tersebut dan menggambarkannya sebagai proyek yang dijalankan oleh “satu orang”. Sejumlah konfederasi dan federasi sepak bola juga telah mengisyaratkan akan menolak usulan tersebut. Selain itu, desakan agar Infantino mundur dari jabatannya terus bermunculan, termasuk dari mantan bintang Luís Figo serta Perdana Menteri Inggris Andy Burnham.
Frequently Asked Questions
Kapan pemilihan presiden FIFA 2027 akan berlangsung? Pemilihan presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung di Maroko pada Maret 2027.
Berapa nilai potensi penjualan hak komersial Piala Dunia? Nilai potensi penjualan hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta mencapai US$4,2 miliar atau sekitar Rp68,7 triliun.
Siapa saja yang mendukung UEFA dalam memboikot kompetisi FIFA? Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Asosiasi Sepak Bola Wales, beserta sejumlah federasi lainnya, disebut tidak lagi mendukung pencalonan Infantino.
Di mana Stadion Hassan II berlokasi dan berapa kapasitasnya? Stadion Hassan II berlokasi di Casablanca, Maroko, dan memiliki kapasitas menampung sekitar 115.000 penonton.

