Dokter Tertua Dunia Usia 103 Tahun Bagikan Tiga Rahasia Hidup Panjang
Dailynesia.com – Sebagai dokter tertua di dunia yang tercatat dalam buku rekor Guinness World Records, Howard Tucker membagikan tiga prinsip hidup yang ia terapkan sejak usia muda hingga mencapai 103 tahun. Meski meninggal pada 22 Desember 2025, esai yang ia tulis untuk CNBC Make It tetap menjadi referensi bagi banyak orang yang ingin memperpanjang usia serta menjaga kesehatan secara optimal.
Mengasah Otak Seumur Hidup
Howard Tucker percaya bahwa otak manusia seperti otot yang membutuhkan latihan rutin. Sebagai neurolog yang menekuni bidangnya selama lebih dari 75 tahun, ia mengungkap bahwa aktivitas mental menjadi kunci untuk menjaga kognisi tetap tajam. Bahkan setelah pensiun dari rumah sakit, ia terus mengikuti kursus hukum sambil mempelajari media sosial, menunjukkan bahwa kebiasaan belajar tidak pernah usang.
“Kegiatan mental yang berkelanjutan mengurangi risiko demensia dan meningkatkan daya ingat, terlepas dari usia yang terus bertambah,” tulis Tucker dalam esainya.
Ia menekankan bahwa tidak perlu mengambil pekerjaan formal untuk tetap aktif secara kognitif. Menurutnya, membaca buku, memainkan alat musik, atau berpartisipasi dalam komunitas seperti klub kesehatan bisa menjadi cara efektif untuk menjaga kecerdasan otak.
Melepaskan Kebencian untuk Kesehatan Jangka Panjang
Dalam hidupnya, Tucker mengalami tantangan besar, termasuk perlakuan tidak adil yang ia terima di masa lalu. Namun, ia menekankan bahwa kebencian dan marah bisa merusak kesehatan secara fisik dan emosional. “Dendam yang terus-menerus meningkatkan tekanan darah dan berisiko menyebabkan penyakit jantung,” jelasnya dalam salah satu kutipan esainya.
“Hidup penuh dengan pengalaman baik dan buruk, tapi kita harus memilih cara meresponsnya. Bersyukur dan menerima kehidupan dengan tulus adalah kebiasaan yang membawa manfaat seumur hidup,” tambah Tucker.
Menurutnya, mencari kebahagiaan di tengah kekecewaan adalah cara untuk mengurangi dampak negatif dari emosi buruk. Ia juga menyebutkan bahwa kesehatan mental yang baik memengaruhi kesehatan fisik secara signifikan.
Bersyukur dan Menikmati Kehidupan
Tucker menyangkal pandangan bahwa hidup sehat berarti mengorbankan kesenangan. Ia tetap menikmati martini dan steak, asalkan dalam jumlah yang terukur. “Setiap hari adalah kesempatan untuk hidup dengan penuh makna, jadi kenapa kita tidak menikmatinya?” tanyanya dalam refleksi hidupnya.
“Kesabaran, kebahagiaan, dan kemampuan menikmati hal-hal kecil adalah trik tersembunyi untuk hidup lebih lama. Makan yang enak, bercanda dengan keluarga, dan melihat pemandangan indah bisa menjadi pengobat alami,” katanya.
Bersama istri Sue yang menemani perjalanan hidupnya selama 68 tahun, ia menjaga keseimbangan antara keinginan dan disiplin. Menurut Tucker, menikmati kehidupan dengan cara yang terukur justru memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup.
Dengan menggabungkan kebiasaan sehari-hari yang sehat, seperti olahraga ringan dan istirahat cukup, serta mentalitas positif yang dijaga sejak usia dini, Tucker berhasil menjalani hidup hingga 103 tahun. Ia juga mengingatkan bahwa Meeting Results tidak hanya tergantung pada usia, tetapi juga pada cara kita menghadapi tantangan dan mengambil peluang di setiap hari.
Mengatur Pola Hidup yang Terstruktur
Tucker menekankan pentingnya rutinitas dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Meski usia terus bertambah, ia tetap menjaga jadwal harian yang teratur, termasuk menjalani olahraga ringan seperti jalan kaki setiap pagi. “Kontinuitas dalam kebiasaan kecil adalah dasar dari kehidupan yang aktif,” katanya.
“Meeting Results yang baik diwujudkan melalui konsistensi, bukan sekadar keberanian atau usaha instan,” tulis Tucker.
Ia juga menjelaskan bahwa istirahat cukup dan pola makan seimbang menjadi bagian penting dari pola hidup yang terstruktur. Meski menikmati hidup, Tucker tidak mengabaikan disiplin dalam menjaga kebugaran dan kesehatan umum.
Karena usia yang terus bertambah, ia menyarankan agar setiap orang mengatur waktu untuk beristirahat dan mengambil jeda dari rutinitas sehari-hari. “Pernah merasa kewalahan? Itu wajar, tapi jangan biarkan hal itu menggangu keseimbangan hidup,” kata Tucker, yang masih menikmati usia lanjut dengan penuh semangat.
Rahasia Umur Panjang dari Kesederhanaan
Dokter yang berusia 103 tahun ini mengungkap bahwa kebiasaan sehari-hari sederhana bisa memberikan dampak besar. Selain mengasah otak dan mengelola emosi, ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial yang harmonis. “Kesendirian bisa menyebabkan depresi, tapi komunitas yang solid memberi dukungan emosional yang luar biasa,” katanya.
“Meeting Results tidak selalu tentang usia yang panjang, tetapi juga tentang kualitas kehidupan yang baik. Maka, keseimbangan antara kerja, istirahat, dan kebahagiaan harus dijaga,” tulis Tucker.
Ia juga mengingatkan bahwa rutinitas harian, seperti menjaga kebersihan dan menghindari kebiasaan buruk, adalah bagian dari hidup yang tak tergantikan. “Hidup yang sehat dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten,” pungkasnya.

