Main Agenda: Wapres Gibran Bertemu Pemuda Masjid Dunia, Bahas Apa?
Dailynesia.com – Adalah topik utama yang dibahas dalam pertemuan antara Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming dengan para pemuda masjid dari berbagai belahan dunia. Pada Selasa (12/05/2026), acara tersebut berlangsung di Istana Wakil Presiden, Jakarta, dan menjadi momentum penting untuk menyoroti peran strategis organisasi Pemuda Masjid Dunia (PMD) dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Wapres Gibran menyampaikan apresiasi atas upaya PMD dalam menggerakkan generasi muda untuk menjaga kebersihan tempat ibadah dan mengupayakan kerukunan antarumat beragama. Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga pemuda yang berkomitmen pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
“Main Agenda ini menjadi refleksi dari kepedulian pemuda masjid terhadap lingkungan sosial dan spiritual. Melalui kegiatan pembersihan masjid, pura, kuil, dan gereja, mereka menunjukkan dedikasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih harmonis dan berkeadilan,” jelas Said Aldi Al Idrus, Presiden PMD, setelah acara berlangsung. Ia menambahkan bahwa kehadiran Wapres Gibran memberikan dorongan besar bagi kelompok pemuda masjid untuk terus berkiprah dalam berbagai isu nasional, termasuk pembangunan dan pendidikan.
PMD dan Visi Nasional
Pemuda Masjid Dunia, sebagai organisasi kepemudaan muslim yang aktif di 31 negara, memiliki visi yang selaras dengan program pemerintah Indonesia. Dibina oleh Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Dewan Pembina, PMD terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan, seperti penyaluran bantuan untuk masyarakat Rohingya dan Palestina. Dalam pertemuan dengan Wapres Gibran, Said Aldi Al Idrus menegaskan bahwa Main Agenda PMD tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik tempat ibadah, tetapi juga pada penguatan moral dan keimanan generasi muda. “Kita ingin menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam memperkuat keberagaman dan keharmonisan umat beragama,” ujarnya.
Salah satu inisiatif PMD yang menjadi Main Agenda utama adalah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar Bangsa. Acara ini digelar secara bergilir di berbagai negara selama 11 tahun terakhir dan menjangkau kawasan Asia Tenggara. Dengan melibatkan pemuda dari berbagai latar belakang agama, MTQ ini bertujuan untuk memperkuat dialog antarumat beragama dan mendorong kegiatan budaya yang positif. Said Aldi Al Idrus juga menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah MTQ Antar Bangsa pertama kalinya pada tahun ini, dengan harapan bahwa acara ini bisa memperkaya wawasan pemuda dalam memahami nilai-nilai Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan dan Strategi Kolaborasi
Pertemuan antara Wapres Gibran dan PMD menjadi wadah untuk mendiskusikan strategi kolaborasi dalam mewujudkan Main Agenda penguatan persatuan. Dalam sesi diskusi, Wapres memaparkan bahwa keberhasilan pemerintah dalam menghadapi tantangan global tidak terlepas dari peran aktif masyarakat sipil, termasuk pemuda masjid. Ia menekankan pentingnya kegiatan seperti MTQ Antar Bangsa dalam memperkuat identitas keagamaan dan kemanusiaan pemuda Indonesia. “Main Agenda ini tidak hanya tentang kebersihan masjid, tapi juga tentang membangun mentalitas pemuda yang tangguh dan berwawasan luas,” tutur Wapres Gibran, yang didampingi oleh Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.
Dalam rangka memperkuat jejaring kerja, PMD berharap bisa bersinergi dengan pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan lainnya. Said Aldi Al Idrus menyampaikan bahwa kehadiran Wapres Gibran dalam pertemuan ini memberikan semangat baru untuk mengembangkan program-program yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. “Main Agenda PMD akan menjadi acuan bagi pembangunan sumber daya manusia yang berakar pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan,” jelasnya. Diskusi juga menyoroti pentingnya pendidikan agama dan bimbingan spiritual dalam menciptakan pemuda yang siap menghadapi dinamika sosial dan politik masa kini.
Salah satu poin utama dalam Main Agenda pertemuan ini adalah peningkatan partisipasi pemuda masjid dalam kegiatan pemerintah, seperti program kebijakan sosial, pendidikan, dan pengembangan ekonomi. PMD menawarkan beberapa rekomendasi, termasuk peningkatan komunikasi antarumat beragama dan pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan pesan harmoni. Wapres Gibran menyetujui beberapa proposal tersebut dan berharap PMD bisa terus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan bangsa yang majemuk tetapi solid.
Dalam pandangan Said Aldi Al Idrus, Main Agenda PMD tidak hanya membawa dampak langsung pada komunitas masjid, tetapi juga berkontribusi pada masyarakat secara luas. “Kita ingin menjadi wadah pemuda untuk bergerak bersama, menciptakan suasana yang saling menghormati dan berbagi,” katanya. Ia menambahkan bahwa PMD terus berupaya memperluas jaringan di luar Indonesia, termasuk melibatkan pemuda masjid dari Eropa dan Amerika, untuk membangun keharmonisan di tingkat global. Wapres Gibran juga berharap bahwa pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara pemuda masjid dan pemerintah dalam menghadapi tantangan sosial yang ada.

