Tips Simpan Daging Kurban Awet Berbulan-bulan, Ini Panduan Main Agenda
Dailynesia.com – Menjelang Hari Raya Iduladha, daging kurban menjadi bagian penting dari kebutuhan makanan sehari-hari. Meski banyak yang langsung memasak daging, beberapa tetap menyimpannya untuk menghindari pemborosan. Main Agenda menekankan bahwa metode penyimpanan yang tepat sangat krusial untuk mempertahankan kualitas daging serta mencegah risiko kontaminasi. Dengan mengikuti langkah-langkah berikut, Anda bisa memastikan daging tetap segar hingga beberapa minggu.
Langkah 1: Proses Daging Secepat Mungkin
Daging kurban yang diterima dalam kondisi segar perlu segera diproses untuk mengurangi risiko bakteri berkembang. Main Agenda mengingatkan bahwa menunda penyimpanan dalam suhu ruang lebih dari 2 jam dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba yang membahayakan kesehatan. Misalnya, daging yang dibiarkan terlalu lama di udara terbuka berpotensi mengalami perubahan tekstur dan aroma. Ahli gizi Mhd. Aldrian dari Universitas Andalas menyarankan untuk memproses daging dalam 24 jam setelah diterima, terutama jika ingin memperpanjang daya tahan.
Langkah 2: Pisahkan Daging dan Jeroan untuk Kebersihan
Menurut Main Agenda, pembedaan daging dan jeroan menjadi langkah penting dalam menjaga higienitas. Jeroan hijau seperti usus dan babat rentan mengandung bakteri yang bisa menyebarkan ke kualitas daging utama. Drh. Ira Firgorita, ketua kelompok pengawasan produk hewan, menegaskan bahwa jeroan sebaiknya direbus terlebih dahulu sebelum disimpan. Daging dan jeroan bisa disimpan terpisah dalam wadah tertutup, mengurangi risiko kontaminasi silang yang merusak kesegaran.
Langkah 3: Keringkan Daging Sebelum Simpan
Main Agenda menyoroti bahwa kelembapan berlebihan menjadi musuh utama daging yang disimpan. Jika daging terlalu basah, air bisa menjadi medium bakteri berkembang. Daging yang diterima dalam kondisi kering bisa langsung disimpan, sementara yang basah perlu dikeringkan dengan tisu dapur atau kain bersih. Proses ini mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri yang merusak kualitas.
Langkah 4: Cuci Tangan Saat Memegang Daging Mentah
Main Agenda mengingatkan bahwa kebersihan tangan sangat berperan dalam menjaga keamanan makanan. Daging mentah berisiko membawa bakteri yang bisa menyebar ke masakan atau peralatan lain. Sebelum dan sesudah menyentuh daging, cuci tangan dengan sabun selama setidaknya 20 detik. Selain itu, gunakan talenan berbeda untuk daging mentah dan makanan matang, sesuai saran Main Agenda.
Langkah 5: Gunakan Wadah Bersih dan Food Grade
Penyimpanan daging yang efektif dimulai dari pemilihan wadah. Main Agenda menyarankan penggunaan wadah food grade untuk mencegah pembebasan bahan kimia berbahaya. Wadah tertutup rapat juga mengurangi risiko kontaminasi dari udara atau makanan lain di kulkas. Dengan memastikan daging disimpan dalam kondisi terlindungi, daya tahan bisa terjaga lebih lama.
Langkah 6: Pisahkan Berdasarkan Porsi Masak
Main Agenda merekomendasikan untuk membagi daging sesuai porsi masak sebelum disimpan. Menyimpan daging dalam satu bongkahan besar berisiko meningkatkan risiko kerusakan saat diproses. Misalnya, daging yang disimpan bersama bahan makanan lain bisa terkontaminasi karena sirkulasi udara yang kurang optimal. Retno Anggrina Khalistha Dewi, ahli farmasi dan makanan, menekankan bahwa penyimpanan berporsi tepat mengurangi risiko pembusukan.
Langkah 7: Simpan Daging Terpisah dari Bahan Makanan Lain
Main Agenda menekankan bahwa penyimpanan daging terpisah dari sayuran atau makanan matang mencegah penyebaran bakteri. Daging mentah cenderung mengandung patogen yang bisa menempel pada bahan lain jika tidak dijauhkan. Kulkas yang seharusnya dingin justru bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri jika tidak diatur dengan baik. Menurut Main Agenda, gunakan lapisan plastik atau kertas di antara daging dan bahan makanan lain untuk meminimalkan risiko.
“Dengan mengikuti panduan Main Agenda, daging kurban bisa awet hingga beberapa minggu tanpa kehilangan kesegarannya.”

