Program Terbaru: Israel Masuk 10 Negara Paling Bahagia di Dunia, Kok Bisa?
Dailynesia.com – Program Terbaru – Jakarta – Kebahagiaan dalam hidup tidak selalu tergantung pada kondisi ekonomi atau kestabilan politik. Laporan World Happiness Report 2026 menunjukkan bahwa Israel berada di posisi ke-8 dalam daftar 10 negara paling bahagia di dunia, meski tengah menghadapi konflik yang berkepanjangan. Laporan ini mengukur kepuasan hidup berdasarkan survei yang melibatkan jutaan penduduk dari berbagai belahan dunia, menyoroti pentingnya kekuatan ikatan sosial dan kepercayaan masyarakat dalam menentukan tingkat kebahagiaan.
Faktor yang Mendominasi Peringkat Kebahagiaan
Program Terbaru ini mencakup data dari ratusan negara yang dinilai berdasarkan skor kepuasan hidup yang dihitung dari rata-rata tiga tahun terakhir. Finlandia kembali menjadi negara teratas dengan skor 7,76, sementara Islandia dan Denmark menempati peringkat dua dan tiga. Dalam laporan tersebut, faktor seperti kepercayaan sosial, kualitas layanan kesehatan, dan stabilitas politik berperan besar. Finlandia, misalnya, menawarkan sistem pendidikan dan kesehatan yang dianggap efektif, serta lingkungan alam yang mendukung kesejahteraan psikologis warganya.
“Program Terbaru ini mengungkap bahwa kebahagiaan tidak hanya tentang perekonomian, tetapi juga tentang kesadaran akan nilai-nilai sosial dan budaya yang menguatkan masyarakat,” ujar Jan-Emmanuel De Neve, direktur Wellbeing Research Centre University of Oxford, dalam wawancara dengan CNBC Make It.
Israel: Keberhasilan dalam Menghadapi Krisis
Israel mampu meraih peringkat ke-8 dalam Program Terbaru meskipun mengalami tekanan dari konflik bersenjata dengan Palestina dan serangan teroris. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan ikatan keluarga, komunitas, dan kepercayaan pada lembaga-lembaga negara menjadi faktor utama. Penduduk Israel, meski menghadapi ketidakpastian keamanan, masih memiliki rasa optimisme tinggi karena ketersediaan layanan sosial yang memadai dan infrastruktur kesehatan yang canggih.
“Masyarakat Israel menunjukkan ketahanan psikologis yang luar biasa. Mereka bisa menjaga kebahagiaan meski terus-menerus menghadapi tekanan eksternal,” tambah De Neve.
Program Terbaru juga memperlihatkan bahwa negara-negara dengan kebijakan sosial yang kuat, seperti Swedia dan Norwegia, menduduki peringkat paling tinggi. Keberhasilan Israel bisa menjadi contoh bagaimana faktor budaya dan kepercayaan sosial bisa mengatasi tantangan eksternal. Di sisi lain, negara-negara dengan populasi lebih muda, seperti Meksiko, menempati peringkat ke-30, yang menunjukkan bahwa faktor usia juga memengaruhi skor kebahagiaan.
Perbandingan Kebahagiaan antar Negara
Program Terbaru menunjukkan bahwa kebahagiaan beragam tergantung pada konteks budaya dan lingkungan. Misalnya, Kosta Rika yang dikenal dengan pemandangan alam yang indah dan gaya hidup yang santai menduduki peringkat ke-4, sementara Qatar dan Arab Saudi berada di posisi ke-11 dan ke-12. Dengan demikian, tidak semua negara dengan perekonomian tinggi memiliki skor kebahagiaan yang sebanding. Finlandia dan Islandia, yang memiliki ekonomi kuat, menempati peringkat pertama dan kedua, sementara negara-negara dengan perekonomian sedang, seperti Israel, tetap bisa masuk dalam daftar 10 besar.
Analisis Tren Kebahagiaan Tahunan
Program Terbaru ini menggambarkan perubahan kecil dalam skor kebahagiaan dari tahun ke tahun. Meski ada pergeseran kecil, Finlandia tetap mempertahankan posisinya sebagai negara paling bahagia. Namun, negara-negara seperti Belanda dan Luksemburg juga menunjukkan peningkatan signifikan, menunjukkan bahwa kebijakan sosial yang terus diperbaiki bisa memengaruhi hasil survei. Di sisi lain, beberapa negara seperti Turki dan Pakistan menurun, mencerminkan dampak negatif dari faktor seperti kemiskinan dan konflik internal.
Program Terbaru juga menyoroti peran pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup. Negara-negara dengan sistem pendidikan dan kesehatan yang merata, seperti Denmark dan Norwegia, menempati peringkat teratas. Dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, serta mengurangi kesenjangan sosial, mereka mampu menciptakan lingkungan yang mendukung kebahagiaan sehari-hari. Israel, yang berada di peringkat ke-8, juga menunjukkan bahwa faktor seperti inovasi dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan bisa memperkuat kepercayaan terhadap sistem.
Kontribusi Gaya Hidup dan Budaya
Program Terbaru memperlihatkan bahwa gaya hidup yang seimbang, seperti kebiasaan mandi sauna di Finlandia atau kegiatan sosial yang rutin di Israel, berdampak besar pada kepuasan hidup. Negara dengan akses ke alam yang baik, seperti Islandia, menempati peringkat ke-2, sementara negara-negara seperti Selandia Baru dan Kanada memiliki skor yang hampir sama, menunjukkan bahwa keberagaman budaya juga menjadi pendorong kebahagiaan. Dalam Program Terbaru, faktor seperti kualitas lingkungan, kebebasan individu, dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial dinilai sebagai penentu utama.

